PENGAMATAN SERANGAN KRESEK PADA KELOMPOK TANI NEK RENGGA TOJANG II DESA KUMBANG KECAMATAN MASBAGIK
Selasa 02 Mei 2016 Penyakit kresek (penyakit hawar daun bakteri) adalah penyakit padi yang penting dan umum ditemukan di Kecamatan Masbgik Kabupaten Lombok Timur, di lahan irigasi ½ teknis walaupun sangat jarang terjadi serangan diwilayah tersebut. Di sawah yang terinfeksi ini akan mengalami kehilangan hasil panen dapat berkisar antara 5-10%. Penyakit kresek ini menyerang sawah kurang lebih seluas 0.25 Ha pada kelompok Tani Nek Rengga Tojang II Desa Kumbang Kecamatan Masbagik, dan adapun Upaya khusus yang dilakukan oleh petani untuk mengurangi penyebaran serangan kresek yaitu dengan mengeringkan lahan sawah yang sudah terkena. Oleh karena itu penyuluh dan PHP bekerjasama untuk turun langsung kelapangan untuk melihat dan meneliti serangan tersebut. Serangan penyakit kresek (penyakit hawar daun bakteri) pada tanaman padi yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. Oryzae dapat mengakibatkan kerusakan tanaman dan menurunkan produksi. Bahkan, dalam serangan berat, dapat mengakibatkan terjadinya puso. Serangan penyakit ini dapat terjadi pada fase bibit, tanaman muda dan tanaman tua, adapun gejala serangan dan Penularan penyakit secara umum: 1. Gejala Serangan Tanda awal serangan penyakit ini adalah pucuk daun menguning, kemudian menjalar melalui pinggir daun hingga ke pangkal. Pada serangan berat, daun padi akan tampak mengering. Pada serangan berat, dapat terjadi hanya dalam waktu 30 hari, dan padi menjadi kering serta mengakibatkan puso. Penyakit-penyakit hawar pelepah dan busuk batang menyebabkan tanaman mudah rebah sehingga sangat mengganggu proses pengisian gabah karena kerebahan biasanya terjadi pada saat padi mencapai stadia pengisian gabah. Penyakit tersebut sangat merugikan karena meningkatkan gabah hampa atau gabah tidak terisi sempurna. 2. Penularan Penyakit Penyakit menyebar terbawa air, angin dan benih dan infeksi terjadi melalui stomata. Perkembangan penyakit hawar daun bakteri (BLB) / kresek sangat dipengaruhi oleh kelembaban tinggi dan suhu rendah (20 “ 220C). Itu sebabnya pada musim hujan yang hari-harinya tertutup awan, penyakit berkembang sangat baik. Penanaman varietas peka dengan jarak tanam yang rapat, pemakaian pupuk nitrogen yang berlebihan yaitu > 300 kg urea/ha, dan pemakaian pupuk nitrogen tanpa fosfor (TSP) dan atau kalium (KCl) akan mendorong perkembangan penyakit tersebut DAFTAR PUSTAKA :http://swarapertanian.blogspot.co.id/2012/05/pengendalian-penyakit-kresek-hawar-daun.html