PENGARAHAN IBU KETUA TIM PENGGERAK PKK KABUPATEN DALAM RANGKA SOSIALISASI PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN (P2KP) TINGKAT KABUPATEN TAHUN ANGGARAN 2011 Tanggal 26 April 2011 Yth. Sdr. Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso Yth. Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bondowoso Yth.Sdr. Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Yth. Sdr. Kepala Dinas Lingkup Pertanian Kabupaten Bondowoso Yth. Sdr. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso Yth. Sdr. Peserta sosialisasi P2KP yang berbahagia Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena ridho dan karunia Nya semata sehingga pada hari ini kita dapat bertatap muka dalam rangka Sosialisasi Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Tingkat Kabupaten tahun anggaran 2011 yang diselenggarakan oleh Kantor Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso. Hadirin yang saya hormati, Percepatan penganekaragaman konsumsi pangan merupakan suatu tuntutan yang tidak dapat ditawar tawar lagi, sebagai akibat dampak perumusan global, pertumbuhan penduduk yang terus meningkat , ketergantungan pangan khususnya pada beras sangat besar, pola pangan yang belum beragam, bergizi, berimbang dan aman serta perubahan gaya hidup masyarakat dalam mengkonsumsi pangan. Penganekaragaman konsumsi pangan merupakan upaya untuk memantapkan atau membudayakan pola konsumsi pangan beragam, bergizi, berimbang dan aman guna memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif. Salah satu indikator untuk mengukur tingkat keanekaragaman dan keseimbangan konsumsi pangan masyarakat adalah skor pola pangan harapan (PPH) dimana pada tahun 2015 diharapkan sudah mencapai 95 % sedangkan di Kabupaten Bondowoso pada tahun 2010 baru mencapai 77,4 %. Untuk itu pada kesempatan yang berbahagia ini saya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bondowoso mengajak masyarakat Bondowoso khususnya peserta sosialisasi untuk mengurangi konsumsi beras dan terigu untuk digantikan sumber karbohidrat lain yang berbasis umbi umbian dan tingkatkan konsumsi sumber protein dan vitamin. Hadirin yang saya hormati, Sebagai implementasi dari Undang undang No. 7 tahun 1996 tentang Pangan dan Peraturan Presiden No. 22 tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan berbasis sumber daya lokal di wujudkan melalui Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) di Kabupaten Bondowoso dengan 5 (lima) komponen kegiatan , antara lain : (1) pemberdayaan kelompok wanita melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan (2) pengembangan pengolahan pangan lokal berbasis tepung tepungan (3) sosialisasi kepada anak sekolah dasar (4) bekerjasama dengan Universitas Jember dan Balai Pengkajian Teknolgi Pertanian Jawa Timur (5) promosi penganekaragaman konsumsi pangan, yang berlokasi di 10 (sepuluh) Kecamatan atau 20 (dua puluh) desa , mudah mudahan untuk tahun depan kegiatan P2KP bisa bertambah sehingga dari 23 Kecamatan di Bondowoso bisa melaksanakan kegiatan tersebut. Untuk kegiatan pemberdayaan kelompok wanita yang anggotanya adalah dasawisma melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan dengan nuasa "RUMAH PANGAN HARAPAN" yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap masyarakat khususnya kelompok wanita dalam pengembangan pekarangan sebagai alternative penyedia sumber pangan keluarga guna memfasilitasi dan mendorong terwujudnya pola konsumsi pangan beragam, bergizi, berimbang dan aman yang di indikasikan oleh skor Pola Pangan Harapan (PPH) pada tahun 2015 sebesar 95 %. Dengan metode sekolah lapang yang melibatkan dinas lintas sektoral sebagai nara sumber. Indikator outcome dari kegiatan P2KP diharapkan semakin beragam dan berimbangnya pangan sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral dalam menu makanan sehari hari semakin meningkat dan menurunnya konsumsi beras 1,5 % per tahun. Hadirin yang saya hormati, Menanggapi berbagai siaran baik lewat media cetak maupun elektronik tentang mutu dan keamanan pangan yang sangat berbahaya di konsumsi dengan adanya berbagai bahan makanan tambahan yang sedang marak beredar di pasaran.Terjadi keracunan atau gangguan kesehatan yang ditemukan dalam produk pangan dalam lingkungan sekolah yang tercemar bahan berbahaya. Sekali lagi saya mengajak terutama ibu ibu berhati hatilah dalam memilih, menentukan dan mengolah makanan yang baik dan sehat. Dan juga menghimbau kepada para Bapak/Ibu guru dalam mengendalikan dan mengawasi anak didiknya dalam jajanan karena di luar banyak jajanan makanan yang di sukai oleh anak anak yang mengandung bahan pewarna rodamin ,pengawet dan pemanis. Alangkah baiknya jika di sekolah sekolah didirikan kantin sekolah yang bertujuan selain untuk menjual kue dan makanan yang memenuhi persyaratan dan higinis anak anak juga belajar tentang gizi. Karena dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang akan menunjang prestasi anak belajar sebagai generasi penerus harapan bangsa. Hadirin yang saya hormati Dengan mengucap Bismillahhirohmannirohim acara " Sosialisasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Tingkat Kabupaten Tahun 2011 saya nyatakan di buka. Trimakasih KETUA TIM PENGGERAK PKK KABUPATENBONDOWOSO Hj FAIZAH AMIN SAID HUSNI