Pengaruh penanaman padi sistim jajar legowo dan perlakuan pemupukan terhadap peningkatan produksi
Dalam rangka meningkatkan produksi padi di tingkat petani maka perlu kiranya kita memperhatikan dan mempelajari secara seksama bahwa budidaya padi dengan sistem jajar legowo adalah salah satu inovasi bagi masyarakat petani dalam mengelola usaha taninya. Akan tetapi ini merupakan salah satu faktor pendukung disamping faktor lain yang sangat berpengaruh yaitu perlakukan pemupukan terhadap tanaman padi itu sendiri. Penanaman padi sistem jajar legowo ini memang merupakan sesuatu yang dianggap hal baru bagi sebahagian petani kita. Namun demikan kita sebagai petugas dilapangan yang merupakan ujung tombak dalam memberikan pencerahan dan pembelajaran kepada masyarakat petani tentang perlunya menanam padi dengan sistim jajar legowo terus kita gemakan. Hal ini merupakan salah satu pendekatan dalam praktek budidaya padi yang menekankan pada manajemen pengelolaan tanah,tanaman dan air melalui pembinaan kelompok tani yang tesebar diseluruh pelosok perkotaan dan perdesaan diwilayah Indonesia secara umum dan lebih khusus diwilayah daerah Kabupaten Bima khususnya di kecamatan sape tepatnya di desa Nae. Dari beberapa hasil uji coba yang dilakukan bahwa penanaman padi dengan sistem jajar legowo ini banyak memberikan nilai tambah bagi peningkatan produksi, sebagaimana kenyataan dilapangan bahwa produksi padi dengan cara tanam sembarang /tegel hanya menghasilkan produksi 6 ton GKP per hektar. Sedangkan produksi padi yang menggunakan sistem jajar legowo bisa mencapai 8,5 ton GKP per hektar. Terlepas dari cara tanamnya , yang lebih berpengaruh dalam peningkatan produksi padi ini adalah perlakukan pemupukan dengan jumlah dosis serta jenis pupuk yang di berikan pada tanaman padi. Sedangkan di sisi lain masih terdapat permasalahan yang dihadapi dilapangan terutama kesadaran petani untuk melakukan penanaman padi dengan sistim jajar legowo serta keterbatasan sumber daya petani yang terampil dalam melakukan penanaman padi dengan sistim jajar legowo. Disamping itu juga pengetahuan petani yang terbatas dalam mengaplikasikan jenis pupuk dan jumlah dosis pupuk yang tepat sesuai umur tanaman. Berdasarkan rekomendasi pupuk padi sawah spesifik lokasi BPTP NTB untuk 1 ha yaitu Urea 150 kg, ZA 100 kg, Kcl 100 kg, NPK 250 kg. Akan tetapi di kelompok tani pajakai melakukan uji coba menggunakan takaran pupuk yang berbeda dari rekomendasi BPTP.Sehingga dalam hal ini saya memaparkan hasil perlakuan tentang jenis pupuk, jumlah dosis serta umur tanaman yang tepat untuk diaplikasikan berdasarkan jenis-jenis pupuk. Pupuk Organik 500 kg diberikan satu hari sebelum tanam,Pupuk Sp-36 100 kg diberikan satu hari sebelum tanam, Pupuk UREA 150 kg diberikan pada umur 15 Hst, Pupuk NPK 200 kg diberikan pada umur 45 Hst. dari hasil aplikasi perlakuan pemupukan ini menghasilkan produksi gabah sebanyak 8,5 ton per hektar.