Loading...

Pengaturan Air, Penyulaman, dan Pemupukan TABELA

Pengaturan Air, Penyulaman, dan Pemupukan TABELA
Pengaturan air irigasi pada budi daya padi tabela memiliki peran sangat penting. Selama tujuh hari setelah tanam, tanah sawah diupayakan agar tetap jenuh air, tidak tergenang, dan juga tidak kekeringan. Apabila segera secelah tanam, air irigasi atau hujan berlebihan, benih akan terhanyut dan keluar dari alur serta berserakan. Sebaliknya, bila sawah kekeringan, tanah akan menjadi keras. Hal ini akan menghambat perturnbuhan benih. Di bagian petakan yang kering, gulma tumbuh lebih pesat dan dapat menghambat pertumbuhan, padi. Setelah benih tumbuh, sedikit demi sedikit air dialirkan ke petakan. Tinggi air sejalan dengan perturnbuhan tanaman padi. Air irigasi tersebut dapat menekan perturnbuhan gulma. Perawatan tanaman padi setelah umur dua minggu seperti perawatan untuk tanaman padi sawah biasa. Penyulaman Tidak semua benih padi tabela yang ditanam di sawah tumbuh dengan baik. Benih tersebut ada yang mati, tumbuh jarang, letaknya tidak teratur, atau tumbuh menggerombol. Dalam keadaan demikian, perlu dilakukan penyulaman. Penyulaman bertujuan untuk mengganti tanaman yang mati, mengisi sela ruangan dengan tanaman, memperjarang tanaman yang tumbuh menggerombol, serta memindahkan tanaman yang tumbuh tidak pada tempatnya. Bibit untuk sulaman padi tabela menggunakan sebagian dari tanaman yang tumbuh rapat atau dari tanaman yang tumbuh di luar alur. Penyulaman dilakukan sejak pertanaman berumur dua minggu setelah tanam. Cara penyulaman seperti halnya penyulaman pada tanaman padi sawah. Tanaman padi muda dipungut dengan hari-hari agar perakarahnya tidak rusak, kemudian ditanam di tempat yang akan disulam. Pemupukan Hara yang tersedia di tanah sawah sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman padi. Unsur hara yang diperlukan dalam jumlah banyak yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium. Unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit antara lain seng (Zn), belerang (S), dan magnesium (Mg). Tanah yang dibudidayakan cenderung kekurangan unsur hara bagi tanaman. Oleh karena itu, diperlukan penambahan unsur hara yang berasal dari pupuk organik dan/atau pupuk anorganik. Pupuk organik biasanya diberikan saat pengolahan tanah, sedangkah pupuk anorganik diberikan sesuai dengan tahapan pertumbuhan tanaman. Dosis pupuk tanaman padi sawah tabela sangat dipengaruhi oleh jenis dan ringkat kesuburan tanah, sejarah pemupukan yang biasa diberikan, serta jenis padi yang ditanam. Penggunaan dosis pupuk mengacu dosis anjuran lokal, yaitu berdasarkan hasil uji kesuburan tanah setempat. Sebagai coritoh, dosis pupuk padi sawah per hektar yaitu 200 kg urea, 75 kg TSP, dan 50 kg KC1. Cara pemupukan padi tabela sama dengan padi sawah . Pupuk TSP/SP 36, KCL, dan sepertiga bagian pupuk nitrogen (urea) diberikan sekaligus setelah pengolahan tanah. Sepertiga bagian pupuk nitrogen susulan diberikan sewaktu tanaman berumur 6-7 minggu, bersamaan dilakukannya penyiangan gulma. Sisa pupuk nitrogen diberikan pada umur 50-60 hari setelah tanam. Apabila berasal dari urea tablet, sumber nitrogen ini diaplikasikan pada umur 20 hari setelah tanam. Caranya dengan membenamkan pupuk pada alur antara tanaman padi. (Sumber: Budidaya Padi Sawah Tabela/Ir.Setijo Pitojo)