Loading...

Pengaturan C/N Ratio untuk Merangsang Pembungaan pada Tanaman Hias

Pengaturan C/N Ratio untuk Merangsang Pembungaan pada Tanaman Hias
Pengertian C/N ratio adalah perbandingan jumlah karbohidrat (C) dan nitrogen (N) dalam tanaman. Perimbangan C/N ratio akan menentukan perimbangan terjadinya fase vegetatif dan generatif, artinya jumlah karbohidrat yang lebih tinggi atau nilai C/N ratio yang kecil akan membuat tanaman tetap berada pada fase vegetatif. Tanaman yang tetap berada dalam fase vegetatif tentu saja akan mengalami masalah pada proses pembungaannya sebab syarat terjadinya proses pembungaan adalah tercapainya fase generatif. Tanaman dengan C/N ratio yang tinggi akan lebih mudah dirangsang untuk segera memasuki fase generatif sehingga proses pembungaan dapat segera terjadi. Pengaturan C/N ratio dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pemangkasan tanaman dan pembuangan ujung tunas cabang atau pinching. 1. Pemangkasan Perlakuan pemangkasan banyak manfaatnya, selain untuk merangsang produksi tanaman, juga dapat menjaga kelembapan dan kesehatan tanaman sehingga tidak mudah terserang hama dan penyakit, serta memudahkan cahaya matahari mengenai seluruh bagian tanaman sehingga proses fotosintesa berlangsung dengan baik. Namun kesalahan dalam pemangkasan dapat berpengaruh buruk bagi pertumbuhannya. Karena itu, harus diketahui terlebih dahulu apa tujuan pemangkasan yang dilakukan dan alat apa yang tepat digunakan. Untuk tanaman hias dapat digunakan gunting pangkas sesuai ukuran dan ketinggian batang. Saat ini, banyak tersedia gunting pangkas untuk berbagai macam tujuan yang sesuai dengan jenis tanaman. Apabila pemangkasan dilakukan pada cabang yang besar sebaiknya menggunakan golok. Yang terpenting, alat-alat yang digunakan harus tajam sehingga tidak melukai cabang tanaman. Rusaknya kulit cabang akibat pemangkasan akan mengundang bibit hama dan penyakit. Selain itu, dapat menyebabkan berkurangnya lokasi kemungkinan munculnya cabang yang berisi bakal bunga. Pemangkasan terdiri atas pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan, dan pemangkasan produksi. Pemangkasan bentuk dilakukan pada saat tanaman masih muda. tujuannya untuk membentuk tajuk tanam yang ideal. Artinya percabangan tidak saling menutupi, terbuka dan arah percabangannya sesuai dengan cahaya matahari. Pemangkasan bentuk dapat dilakukan pada tanaman hias berukuran besar atau berbentuk pohon, misalnya bugenville dan kembang sepatu. Pemangkasan pemeliharaan dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan tujuannya, yaitu memelihara kondisi tanaman agar tumbuh dengan baik. Bagian tanaman yang dipangkas adalah cabang-cabang negatif, yaitu cabang tanaman yang tidak mendapatkan cahaya matahari sehingga tidak mampu berfotosintesa. Selain itu, cabang-cabang tanaman yang sudah tua, tidak produktif, dan tunas air atau tunas yang tumbuh ke atas pun harus dipangkas. Prinsipnya, pemangkasan dilakukan untuk memperbaiki kondisi tanaman yang terlalu rmbun dan mengurangi beban tanaman akibat adanya cabang-cabang yang tidak produktif dan tidak sehat. Sementara itu, pemangkasan produksi dilakukan untuk menjaga kontinuitas produksi. Pada tanaman hias dilakukan setelah tanaman selesai berbunga dengan tujuan merangsang munculnya tunas-tunas baru yang akan menghasilkan bakal bunga kembali. Pemangkasan produksi biasanya diterapkan pada mawar dan krisan. Segera setelah tanaman selesai berbunga, yang ditandai dengan bergugurannya kelopak bunga, pemangkasan dapat segera dilakukan. Pangkaslah cabang-cabang di mana terdapat bunga yang lah mengering. Apabila tunas-tunas baru telah tumbuh dan tanaman mulai rimbun kembali, segera lakukan pemupukan dengan kandungan fosfor tinggi dan diikuti kegiatan penggemburan tanah atau media tanam. Bila pemangkasan terlambat dilakukan atau bahkan tidak dilakukan sama sekali, proses pembungaan berikutnya akan terganggu. Tanaman hias akan terlambat berbunga atau bahkan berhenti sama sekali. 2. Pembuangan Ujung Tunas Cabang atau Pinching Kegiatan pembuangan ujung tunas cabang atau pinching sebenarnya hampir sama dengan pemangkasan, tetapi pada perlakuan ini pemangkasan dilakukan terhadap ujung tunas. Tujuannya untuk menghambat pertumbuahn ke atas dari ranting atau cabang tersebut. Pinching bertujuan mengarahkan penggunaan karbohidrat oleh tanaman. Pembuangan ujung tunas atau cabang yang mengarah ke atas akan membuat karbohidrat yang tersedia dimanfaatkan untuk pembentukan bakal bunga. Alat yang digunakan adalah gunting pangkas berukuran kecil sesuai dengan ukuran cabang atau ranting tanaman hias tersebut. Sumber : AgroMedia Pustaka