Tugas penyuluh bukan sebatas meningkatkan produktifitas pertanian, tapi, bagaimana menjadikan petani sejahtera. Apa yang harus dilakukan kalau panen raya? Jangan sampai petani terkecewakan karena hasil panennya tidak dapat dinimati oleh petani. Petani dan keluarganya tentunya menggantungkan hidupnya pada harga gabah dan beras, kalau hasil penjualan mereka bagus dengan harga jual naik maka petani dan keluarganya akan tersenyum. Untuk dapat menjadikan petani puas dengan hasil penjualan produknya saat panen, tentunya penyuluh harus melaksanakan berbagai peran dalam mengawal aktifitas menjelang panen sampai ke pemasaran. Penyuluh harus mulai mengawal sebelum panen raya dilakukan, petani diingatkan pemanenan padi harus dilakukan pada umur panen yang memenuhi persyaratan: 90 -95 % gabah tampak sudah menguning, Malai berumur 30 – 35 hari setelah bunga merata, Kadar air gabah 22 – 26 % yang diukur dengan mouisture tester. Kalau sudah memenuhi baru dipanen. Selain itu juga perlu diingatkan kepada para petani binaannya apa saja yang perlu diperhatikan saat panen baik cara panen/memanen, perontokannya, pembersihannya, pengeringannya, pengemasan, penyimpanan dan penggilingannya. Selain itu penyuluh juga dapat membantu dalam mengoptimalkan penggunaan mekanisasi dalam penanganan panen. Seperti penggunaan combine harvester, menyiapkan dryer di saat musim hujan, penggunaan RMU untuk penggilingan padi menjadi beras dan untuk selanjutnya melakukan pemantauan harga-harga sembako di pasar, membantu memperlancar distribusi dari sentra produksi ke pasar serta mendukung upaya upaya stabilitasi harga. Memotivasi petani untuk mengolah padi menjadi beras agar petani menikmati hasil penjualannya. Kalau harga turun bisa menyarankan untuk tunda jual terlebih dahulu dan disimpan. Kalau dekat gudang SRG, penyimpanan bisa di gudang tersebut, supaya kalau butuh modal bisa untuk anggunan ambil pinjaman ke bank. Disamping itu kalau tersedianya alsintan sangat terbatas, penyuluh bisa memberikan pencerahan untuk mengakses KUR alsintanm guna dapat mempermudah kelompoknya maupun kelompok lainnya. Pemanenan padi harus menggunakan alat dan mesin yang memenuhi persyaratan teknis, kesehatan dan ekonomi. Alat dan mesin pemanen padi bisa dengan sabit bergerigi bahan baja yang sangat tajam, dan bisa dengan Reaper, striper, ataupun combine harvester. Perontokan dapat dilakukan dengan perontok bermesin ataupun dengan tenaga manusia. Bila menggunakan mesin, perontokan dilakukan dengan menyentuhkan malai padi ke gerigi alat yang berputar. Sementara perontokan dengan tenaga manusia dilakukan dengan cara batang padi dipukul-pukulkan. Agar gabah tidak terbuang saat perontokan maka tempat perontokan harus diberi alas dari anyaman bambu atau lembaran plastik tebal (terpal) Penggilingan tujuannya untuk Pemisahan beras dari kulitnya dapat dilakukan dengan cara modern berupa RMU atau dengan alat penggiling yaitu Huller Pengemasan dapat dengan plastik atau karung dengan berat 5 kg, 10 kg, 20 kg, 40 kg, 50 kg atau sesuai kebutuhan. Kalau dengan plastik bisa di press, kalau dengan karung bisa di jahit. Tantangan utama pemerintah saat ini menurut Enatang S diantaranya pengendalian harga, kesepakatan pemerintah dengan pengusaha penggilingan padi. Selain itu juga programa penyuluhan ke depan serta menggeser status petani gabah ke petani beras dan tata kelola cadangan beras pemerintah. Dari tantangan tersebut menurut Entang S solusi kedepan adalah sinergi dan kolaborasi dunia penyuluhan pertanian, revitalisasi penyuluhan pertanian, penyuluhan pertanian di era milenial, dengan titik kuat: a.Pembangunan Pertanian, b. Pembangunan Petani dan Nilai Tukar Petani Diera milenial menuntut penguasaan yang mendalam terhadap perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi Falsafah penyuluhan pertanian, sepertinya masih tetap relevan untuk diterapkan dalam memberikan nilai-nilai dasar program penyuluhan pertanian. Harmonisasi penyuluhan pertanian dan petani perlu terus dikembangkan. Para penyuluh pertanian tetap harus meyakini, program dan kegiatan penyuluhan pertanian adalah model pendidikan nonformal yang dilandasi oleh semangat pembelajaran, pemberdayaan, dan pemartabatan petani ke sebuah kehidupan yang lebih baik. Suatu kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Oleh karena itu, maka penyuluh petanian harus: Memberikan inovasi dan perkembangan teknologi budi daya pertanian terkini yang dihasilkan oleh para peneliti, pengkaji, dan pemulia tanaman dari Lembaga Riset dan Perguruan Tinggi. Kemitraan kualitatif dan integratif antara Peneliti-Penyuluh-Petani, tetap harus terbangun; Dalam menyusun programa penyuluhan harus berbasis adanya kebutuhan petani, Pola dan pendekatan penyuluhan pertanian lebih mengedepankan perpaduan antara teori dan praktik, sehingga petani merasakan sendiri dan dapat menilai secara langsung apa-apa yang dipelajarinya. Penyuluh pertanian harus sering turun kelapangan agar cerdas dalam menangkap apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan dalam menjalankan budi daya dan usaha tani pertaniannya; membantu petani dalam mempelajari digitalisasi agar dapat menjalani era digitalisas, sehingga petani bisa memanfaatkan Cyber Extension dan keperluan lainnya.Yulia TS yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: https://kupang.antaranews.com/berita/107508/telaah--penyuluhan-pertanian-di-era-milenia Entang S, 2023 Tantangan Penyuluhan Pertanian Dalam Menghadapi Panen Raya 2023, tayangan di acara ngobras Endang R dan Siti P , 2020 Prosedur-Penanganan-Pasca-Panen-Pada-Tanaman-Padi dalam http://cybex.pertanian.go.id/artikel/93400/