Dalam rangka pengawalan produksi padi nasional tahun 2011, pada tanggal 29 maret 2011, peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan, Ir Basir Nappu, MS, melakukan kunjungan kerja/ lapangan ke Kabupaten Jeneponto, tepatnya Desa Parasangang Beru, kecamatam Turatea di dampingi Kepala Dinas Pertanian Jeneponto H. Mahlil Sikki, SE, MP dan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Jeneponto, Ir. H. Syamsuddin, SM, MP. Seperti diketahui, dalam rapat koordinasi dan sinkronisasi sekaligus rapat teknis program/kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pertanian tahun 2011, Menteri Pertanian Suswono mentargetkan kenaikan produksi padi diatas 4 persen, untuk itu dibutuhkan terobosan ditengah kondisi iklim saat ini. Salah satunya adalah menerjunkan peneliti ke kabupaten yang menjadi sentra produksi padi. Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu sentra produksi padi di Sulawesi Selatan dengan luas areal tanam padi mencapai 15.670 ha. Dalam kunjungannya, disertai forum diskusi dengan para pengurus kelompok tani/Gapoktan se-desa Parasangang Beru, Ir. Basir mengatakan, BPTP akan berperan dalam pengawalan/pendamping teknologi dalam usaha tani, baik melalui program SL PTT maupun program lain. Para peneliti BPTP akan lebih banyak terjun langsung di lapangan untuk bertatap muka dengan pelaku utama, maupun menfasilitasi demplot/demfarm benih unggul baru yang mempunyai produksi tinggi. Sebagai aksi nyata, akan dilakukan demplot padi INPARI 7, 8, dan 10 di Desa Parasanagng Beru, serta demfarm di Desa Bontomatene Kec, Turatea. Demplot/demfarm ini untuk uji varietas benih INPARI di daerah tersebut, perlu diketahui bahwa lebih dari 5 tahun para petani di daerah tersebut secara terus menerus menanam varietas Memberamo. (Khusnul Yaqin, STP).