PENDAHULUAN
Pemupukan :
n Pemupukam merupakan upaya untuk menambah hara pada tanaman sesuai dengan kebutuhan
n Rekomendasi pemupukan dahulu disamakan disemua lokasi baik pada tanah subur maupun tanah miskin
n Rekomendasi pemupukan secara spesifik lokasi berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara dalam tanah
Enambelas unsur hara yang diperlukan tanaman:
n Unsur C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Bo, Mo, Cl, Fe dan Mn
n Unsur Makro: N, P, K, C, H, O, Ca, Mg dan S
n Sumber hara: Alami dari udara dan tanah, bahan organik, air irigasi dan pupuk kimia an-organik
Manfaat Soil Test Kit
n Mampu membantu petani meningkatkan ketepatan pemberian dosis pupuk N (Urea), P (SP-36), dan K (KCl) untuk padi sawah
n Status hara tanah sawah dapat ditentukan di lapangan
n Rekomendasi pupuk dapat ditetapkan sesuai kebutuhan
Analisis uji tanah
n Laboratorium :
n Prosedur baku/lama
n Mengekstrak berbagai bentuk hara
n Berbagai jenis bahan kimia
n Pengukuran dengan alat canggih : AAS
n Angka kuantitatif, ketelitian tinggi (ppm, ppb)
n Rapid Soil Test Kit
n Prosedur cepat
n Hanya mengekstrak bentuk hara tersedia
n Bahan kimia asam lemah
n Pengukuran secara kolorimetri/warna
n Angka kualitatif, ketelitian lebih rendah (R, S, T)
Bagaimana menggunakan soil test kit ?
n Pengambilan contoh tanah komposit
n Persiapan contoh
n Mengukur kadar hara
Penetapan N
Penetapan Kalium (K)
Penetapan pH
KEUNTUNGAN METODA PETAK OMISI :
n Dapat dilaksanakan oleh petani/penyuluh itu sendiri
n Mudah dikembangkan di lahan-lahan petani lainnya secara meluas
n Mudah terlihat oleh petani/penyuluh untuk menentukan perlu tidaknya pemberian pupuk secara langsung berdasarkan hasil dari tiap petak perlakuan
n Kesalahan sampling atau faktor manusia dapat diperkecil
n Manfaat penggunaan pupuk akan lebih terasa oleh petani, termasuk penghematan pupuk
n Pemupukan spesifik lokasi
Perlakuan Pengkajian Petak Omisi
• NPK – Pemupukan N, P, dan K secara lengkap
• -N (PK) – tanpa pemupukan N, tapi pupuk P dan K diberikan
• -P (NK) – tanpa pemupukan P, tapi pupuk N dan K diberikan
• -K (NP) – tanpa pemupukan K, tapi pupuk N dan P diberikan
Tata letak pengkajian petak omisi (5 m x 5 m) serta tata pengairannya di lahan petani yang ukuran lahannya cukup luas
Tata letak petak omisi (4 m x 6 m atau 3 m x 8 m) serta tata pengairannya di lahan petani yang berteras atau sempit memanjang
Takaran pupuk per perlakuan (kg/ha) dan waktu pemberian
Takaran pupuk (gram) per petak dan waktu pemberian untuk hamparan yang memungkinkan dibuat ukuran petak 5m x 5 m (25 m2)
Takaran pupuk (gram) per petak dan waktu pemberian untuk lahan yang berteras atau sempit memanjang dengan ukuran petak (4 m x 6 m) atau (3 m x 8 m) (24 m2)
Takaran Pupuk SP-36 dan KCL untuk Mencapai Target Yang Diinginkan Berdasarkan Hasil Petak Omisi tanpa P dan tanpa K (Apabila Jerami Semua Dikeluarkan)
Pemupukan N Berdasarkan Bagan Warna Daun (BWD)
n Bandingkan bagian tengah warna daun tersebut dengan warna pada BWD, dengan cara meletakkan bagian tengah daun yang diukur pada salah satu strip warna BWD. Selama pengukuran, daun yang diukur harus dilindungi dari sinar matahari secara langsung, boleh dilindungi dengan badan atau pelindung lain.
n Nilai hasil pengukuran warna daun dicatat dan dirata-ratakan. Sebagai contoh, jika dari 5 warna daun yang diukur masing-masing adalah 3, 3, 2, 4, 3 berarti rata-rata skala warna daun adalah 15 : 5 = 3.
n Pemberian pupuk 100 kg urea/ha dilakukan apabila rata-rata warna daun menunjukkan angka dibawah 4 pada skala indikator BWD. Jika warna daun menunjukkan angka di atas 4 pada skala bagan warna daun maka tanaman tidak perlu dipupuk N. Pembacaan warna daun dilakukan setiap 10 hari sampai masa pembungaan pertama (50-56hst).
Cara Penggunaan Bagan Warna Daun (BWD)
Rekomendasi Pemupukan Kepmentan No.40/2007
Bahan organik
n Selain menyediakan unsur hara esensial, bahan organik mampu juga menyediakan unsur mikro, memperbaiki struktur tanah, dan memberikan kondisi yang cocok untuk kehidupan mikroflora tanah
n Dosis : 1-5 t/ha bahan organik
n Bahan organik : jerami, kotoran ternak, dll
n Pemberian bahan organik saat pengolahan tanah
PENGELOLAAN HARA SPESIFIK LOKASI
PADA PADI SAWAH
Di susun
Oleh : Bpp Cipicung
PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN
BALAI PENYULUHAN PERTANIAN