Loading...

PENGELOLAAN HARA SPESIFIKASI LOKASI UNTUK TANAMAN KEDELAI

PENGELOLAAN HARA SPESIFIKASI LOKASI UNTUK TANAMAN KEDELAI
Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis, merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Di Indonesia, yang dibudidayakan mulai abad ke 17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika.Kedelai merupakan salah satu komoditas tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat terutama di Indonesia. Jumlah kedelai yang diproduksi oleh masyarakat belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang bagaimana cara membudidayakan kedelai yang benar dan baik dan tanah atau lahan untuk tanaman kedelai telah banyak dialih fungsikan sebagai gedung-gedung dan lain-lain. Kedelai sebagai bahan pokok untuk produksi industri rumah tangga seperti pembuatan tempe dan tahu. Tanaman kedelai ini dapat bersimbiosis mutualisme dengan mikroorganisme tanah seperti rhizobium. Rhizobium ini dapat meningkatkan kebutuhan N bagi tanaman. Akar tanaman kedelai berfungsi sebagai pengambilan unsur hara dan mineral yang dibutuhkan oleh tanaman kedelai tersebut untuk tumbuh sehingga akar ini merupakann organ yang vital bagi setiap tanaman dan akar tanaman kedelai ini juga berfungsi tempat simbiosis oleh bakteri penambat N. Batang tanaman kedelai berfungsi sebagai tempat percabangan ranting tanaman serta sebagai tempat penghubung atau penyaluran unsur hara dan mineral dari akar ke batang dan penyaluran hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tanaman. Daun tanaman kedelai berfungsi sebagai tempat proses fotosintesis yang digunakan tanaman untuk melangsungkan hidup tanaman atau lebih tepatnya sebagai dapur tanaman. Bunga kedelai berfungsi sebagai perkembangbiakan secara generatif tanaman kedelai. Biji tanaman kedelai berfungsi sebagai perkembangan generatif tanaman kedelai tersebut dan biji ini yang berguna bagi manusia sebagai bahan pokok makanan dan bahan lainnya dari tanaman kedelai. Hasil tanaman kedelai juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu masih belum optimalnya penyebaran varietas unggul dimasyarakat, pemakaian pupuk yang belum tepat, penerapan teknologi dan cara bercocok tanam yang beum diperbaiki. Usaha untuk meningkatkan produksi tanaman kedelai adalah peningkatan taraf hidup petani dan memenuhi kebutuhan pasar maka perlu peningkatan produksi kedelai yang memenuhi standard baik kualitas dan kuantitas kedelai yang dihasilkan tetapi dalam melakukan hal tersebut perlu mengetahui atau memahami karakteristik tanaman kedelai yang akan ditanam seperti morfologi, fisiologi dan agroekologi yang diperlukan oleh tanaman kedelai sehingga dapat meningkatkan produksi kedelai di Indonesia. Tanaman kedelai merupakan tanaman yang bersifat semusim yaitu tanaman yang hanya ditanam hanya sekali sehingga tidak dapat dipanen secara berulang-ulang. Tanaman kedelai ini kaya akan sumber protein sehingga banyak manfaatnya bagi manusia. Untuk umur kedelai sendiri tergantung pada varietas yang digunakan untuk budidaya. Ada kedelai yang berumur dalam yaitu lebih dari 90 hari dalam 1 kali panen, kedelai yang berumur sedang antara 85-90 panen dan ada juga umur kedelai yang berumur rendah yaitu kurang dari 75-85 hari pemanenan. Upaya untuk meningkatkan produksi kedelai yang optimal perlu diperhatikan faktor lingkungan yang ada di lahan atau tempat budidaya tanaman kedelai serta teknik bercocok tanaman kedelai yang benar. Untuk faktor lingkungan meliputi beberapa faktor yaitu iklim, tanah dan tinggi tempat tanaman kedelai yang diperlukan untuk tumbuh secara optimal sedangkan untuk cara bercocok tanam yang benar seperti pemilihan varietas, pengolahan tanah, waktu tanam, persiapan benih, pemupukan dan pemeliharaan. Pemberian pupuk baik pupuk kimia maupun pupuk organik perlu memperhatikan berbagai hal agar tidak terjadi dampak yang buruk bagi tanah maupun lingkungan sehingga dapat menurunkan produktivitas tanah dan tanaman akan keracunan unsur hara tertentu karena tidak memperhatikan dampak yang timbul. Salah satu contoh adalah unsur P. Ketika pemberian unsur P ke dalam tanah dapat menyebabkan residu didalam tanah karena unsur phosphat ini menyebabkan peningkatan asam organik didalam tanah sehingga tanah akan berubah menjadi asam sehingga tanaman akan mengalami kematian (Mohammadi et al, 2010). Tetapi unsur phospat ini yang mengendap dapat diurai menjadi unsur phospat yang lebih sederhana dengan penambahan BPF (Bakteri Pelarut Phospat) sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman unsur phospat tersebut. Pengolahan tanah perlu dilakukan dalam usaha budidaya tanaman karena dapat meningkatkan unsur hara, membersihkan gulma dan hama, memperbaiki kondisi fikis, kimia dan biologis tanah, mencampur atau meratakan tanah, mempersiapkan pengaturan irigasi dan drainase, memudahkan pekerjaan dilapangan, dan menurunkan laju erosi.