Loading...

pengelolaan tanah sawah

pengelolaan tanah sawah
pengelolaan tanah sawah : persiapan lahan dan pengolahan tanah persiapan lahan sawah praktek pengolahan tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selama masa perkecambahan, pembibitan dan tahap pertumbuhan tanaman. untuk tanaman padi sawah, jenis dan tingkat persiapan lahan sangat erat kaitannya dengan metode penanaman dan ketersediaan air, baik yang berasal dari hujan ataudari irigasi. pengolahan tanah sawah sebagai lahan basah atau lahan kering tergantung kepada teknik budidaya yang diikuti, suplai air dan sumberdaya yang tersedia bagi petani. pengolahan tanah dapat membunuh gulma, menghancurkan bongkahan-bongkahan tanah sehingga terbentuk media tanam yang sesuai untuk penyemaian dan pembibitan serta memudahkan pertumbuhan akar melalui penggemburan tanah lapisan permukaan dan bagian bawah permukaan. pengolahan tanah lahan basah pengolahan tanah lahan basah terdiri dari 3 fase yaitu: a) penggenangan lahan dimana air diserap hingga tanah menjadi jenuh, b) pembajakan yang merupakan awal hancurnya struktur tanah dan pembalikan tanah dan c) penggaruan, dimana bongkahan-bongkahan tanah yang besar dihancurkan dan dilumpurkan pada kondisi jenuh air. secara keseluruhan, ketiga fase tersebut mengkonsumsi sepertiga dari total suplai air selama pertumbuhan tanaman padi. transplantasi atau pindah tanam dimulai pada akhir tahap persiapan lahan. pengolahan tanah sawah memerlukan air. biasanya meliputi pekerjaan pembuatan tanggul, perataan dan pelumpuran tanah. tanggul dimaksudkan untuk mengendalikan aliran permukaan, sedangkan perataan tanah menjamin ketinggian air sehingga seragam di lapang. pelumpuran merupakan praktek pengolahan tanah yang terpenting. proses pelumpuran pelumpuran umumnya menunjukkan proses penghancuran agregat-agregat tanah pada kondisi hampir jenuh. bagi petani, pelumpuran adalah pencampuran tanah dengan air untuk membuat tanah menjadi lunak sehingga cocok sebagai tempat pembibitan dan bersifat kedap air. pelumpuran dapat mengendalikan gulma dan menurunkan kehilangan hara melalui perkolasi. tingkat pelumpuran tanah tergantung pada jenis tanah, kadar air tanah, praktek pengolahan tanah dan tradisi atau budaya yang ada. pelumpuran maksimum terjadi pada kadar air antara kapasitas lapang dan jenuh. pada tingkat kadar air seperti itu, kohesi dalam agregat tanah menjadi minimum. demikian pula bila agregat tanah yang kering dibasahi, agregat akan mengalami pemuaian tidak merata dan ledakan udara yang terjerap juga membantu membentuk retakan-retakan. pada kondisi jenuh kohesi antara agregat-agregat dan bongkahan tanah menjadi maksimum. pada tanah yang memiliki agregat stabil, tingkat kohesi dalam agregat yang tinggi disebabkan oleh adanya agen penstabil seperti fe dan al hidroksida, caco3 dan bahan organic, sehingga membutuhkan input energy yang lebih besar. kandungan liat yang tinggi cocok untuk pelumpuran, tetapi liat kaolinit lebih sukar untuk melumpur dibandingkan montmorilonit. hanya tanah dengan kandungan 20% yang mudah dilumpurkan. pelumpuran merusak struktur tanah, menurunkan pori makro dan meningkatkan pori mikro di lapisan permukaan. perubahan porositas tanah juga mempengaruhi laju difusi ion-ion hara ke akar tanaman, yang mungkin sangat penting bagi unsure p. pelumpuran sangat nyata meningkatkan retensi air tanah yang didominasi liat mengembang tipe 2:1. tetapi pengaruhnya berkurang dalam tanah yang didominasi oleh liat kaolinit. peningkatan kemampuan menahan air pada tanah sawah merupakan hal yang penting karena dapat membantu menjaga permukaan tanah tetap basah dab tereduksi selama penggenangan tanah dalam waktu singkat. pengaruh pelumpuran terhadap sifat-sifat tanah pengaruh jangka pendek akibat pelumpuran tanah a. struktur tanah pelumpuran merusak agregat dan ped. pembasahan tanah kering menyebabkan terjadinya pembekakan agregat secara tidak merata dan ledakan udara yang terjebak. bila tanah digenangi kemudian dilakukan pembajakan,penggaruan atau praktek pelumpuran lainnya, maka agregat tanah dapat merusak sebagian atau seluruhnya tergantung kepada stabilitas agregatnya. agregat tanah yang baik dan sarang akan berubah menjadipadat dan plastis. lapisan tanah yang dilumpurkan baik strukturnya maupun sifat kimianya tidak seragam, tetapi terdapat stratifikasi dalam tanah yang dilumpurkan. b. bobot isi dan kekuatan tanah pengaruh pelumpuran terhadap bobot isi tergantung kepada tingkat agregasi tanah sebelum dilumpurkan. pelumpuran akan menyebabkan tanah beragregat baik dan sarang membentuk struktur yang masif dengan bobot isi yang tinggi dan meningkat dengan adanya pengeringan akibat pengerutan tanah. bobot isi tanah yang digenangi akan meningkat dengan waktu karena partikel-partikel tanah mengendap.pengendapan dan konsolidasi partikel-partikel tanah tersebut terjadi karena flokulasi kembali dari liat-liat yang terdispersi. hal ini tergantung kepada komposisi liat dan konsentrasi ion dalam larutan tanah. tanah berpasir atau kaolinit mengendap lebih cepat dibandingkan yang lainnya. selain itu, penurunan bobot isi tanah yang dilumpurkan juga disebabkan oleh menurunnyakadar air tanah dengan berjalannya waktu, yaitu dari tingkat kejenuhan lebih dari 90% menjadi hanya 20%. pelumpuran juga menurunkan kekuatan lapisan permukaan tanah. penurunan bobot isi tanah lempung berliat dari 1.16 menjadi 0.81 .cm-3 meningkatkan produksipadi dari 3.6 menjadi 5.5 ton ha-1. produksi pada tanah yang relative padat lebih rendah karena akar-akar bibit tanaman padi terluka pada saat dipindah-tanamkan dank arena tanah yang padat tersebut menghalangi pertumbuhan akar. c. porositas tanah b. pertukaran gas c. retensi dan transmisi air penulis : patma ayudyaningrum, sp nip.19830304 201001 2 025 ppl bpp sawahan kabupaten madiun