PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU
(PTT) PADI SAWAH
Disusun Oleh : DENI HARDIMAN, SP.
TANTANGAN PENINGKATAN PRODUKSI BERAS NASIONAL
• Degradasi kesuburan lahan à C organik rendah < 2 % à Tanah SAKIT
• Pelandaian PRODUKSI à kejenuhan teknologi (technology fatique) padi sawah (Bimas à PTT)
• Konversi lahan pertanian SUBUR à Non pertanian (100.000 ha/th) ?????
• GLOBAL WARMING à Anomali Iklim (Elnino, Lanina), ancaman OPT keseimbangan Ekologi terganggu
• Kebutuhan beras yg terus meningkat à pertambahan penduduk à tantangan swasembada berkelanjutan
APA ITU PTT ?
Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan pendekatan dalam budidaya padi yang menekankan pada pengelolaan lahan, air, tanaman, organisme pengganggu tanaman (OPT) dan iklim secara terpadu dan berkelanjutan dalam upaya peningkatan produktivitas, pendapatan petani dan kelestarian lingkungan.
Prinsip PTT terdapat 4 unsur yaitu :
1. Integrasi
2. Interaksi
3. Dinamis
4. Partisipatif
KOMPONEN DAN RAKITAN TEKNOLOGI
KOMPONEN UTAMA
KOMPONEN PILIHAN
RAKITAN TEKNOLOGI
Agar komponen teknologi dapat sesuai dengan kebutuhan setempat maka proses pemilihan/ perakitannya didasarkan pada hasil analisis potensi, kendala dan peluang atau PRA (Partisipatory Rural Appraisal).
1. VARIETAS UNGGUL
Manfaat : alternatif pilihan varietas unggul yang sesuai kondisi agroekosistem, pasar, kendala cekaman biotik,dan abiotik
2. BIBIT BERMUTU DAN SEHAT (SELEKSI BENIH)
Benih bermutu akan sangat menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman, benih yg di seleksi sehat, isi bernas, dll
3. PEMUPUKAN EFISIEN (BWD, PUTS, PETAK OMISI ATAU SPESIFIK LOKASI)
Meningkatkan efisiensi pemupukan Dasar: kemampuan tanah menyediakan hara, kebutuhan tanaman, target produksi
4. PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) SESUAI OPT SASARAN
PENGERTIAN
PHT (Pengendalian Hama Terpadu) adalah suatu cara pendekatan/cara berfikir/falsafah Pengendalian Hama yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem yang bertanggungjawab (Untung, 1996).
5. PENGATURAN POPULASI TANAMAN
pengaturan populasi tanaman optimal, meningkatkan aktivitas fotosintesis, memanfaatkan efek tanaman tepi (border effect) à JARWO
PENGERTIAN JARWO
CARA TANAM PADI SAWAH DENGAN POLA BEBERAPA BARISAN TANAMAN, KEMUDIAN DISELINGI OLEH SATU BARISAN KOSONG
6. BIBIT MUDA (UMUR 14-21 Hari Setelah Sebar (HSS))
Keuntungan :
1. Tanaman tidak mengalami stres dan mudah adaptasi (masih mempunyai endosperm)
2. Pertumbuhan akar lebih baik
3. Penyerapan unsur hara lebih baik
4. Meningkatkan jumlah anakan produktif
5. Mempercepat masa panen
7. BAHAN ORGANIK
Manfaat :
1. Memperbaiki struktur tanah
2. Meningkaatkan kesuburan kimia, biologi tanah (sumber hara)
3. Meningkatkan aktivitas MO tanah
4. Vigor dan kesehatan tanaman meningkat
8. PENGAIRAN BERSELANG
Metode Basah-kering
Tujuan :
Untuk mengatur pemberian air sesuai kebutuhan tanaman padi
Prinsip:
Metode ini dipraktekkan mulai tanam s/d seminggu sebelum tanaman berbunga. Sawah baru diairi bila kedalaman muka air tanah mencapai 15 cm
Manfaat :
1. Meningkatkan efisiensi pemupukan (terutama N)
2. Menekan keracunan besi (Fe) tergenang Fe3+ jadi Fe2+ Jika Fe2+ = >350 ppm à padi keracunan
3. Menghambat akumulasi CO2, H2S, asam2 organik
4. Menghambat perkembangan OPT (penggerek batang, WBC, keong mas), dan penyakit (busuk batang dan busuk pelepah)
5. Menghemat air 20-40 %
9. PUPUK CAIR (POC/PPC/ZPT)
Pupuk Cair Organik :
Zat penyubur tanaman yang berasal dari bahan-bahan organik dan berwujud cair. Pupuk Organik Cair (POC) atau Pupuk Pelengkap Cair (PPC) ini bisa terbuat dari air kencing ternak atau dari permentasi bahan-bahan organik seperti buah-buahan busuk dan bahan pupuk organik lainnya.
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) adalah persenyawaan organik yang dalam jumlah sedikit saja dapat merangsang, menghambat atau mengubah pola pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
10. PANEN DAN PASCA PANEN
Tahapan panen dan pascapanen
1. Penentuan waktu panen
2. Penumpukan dan pengumpulan
3. Perontokan
4. Pengeringan
5. Penggilingan
6. Penyimpanan beras
Pemasaran