Loading...

Pengemasan Aneka Keripik Sayuran

Pengemasan Aneka Keripik Sayuran
Trend keripik sayuran meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. Keripik merupakan hasil olahan yang rentan rusak karena interaksi dengan lingkungan, kemasan yang baik selain dapat melindunginya, juga dapat menambah dayatarik produk ini. Pengemasan keripik sayuran yang baik dan inovatif penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi olahan sayuran. Fungsi kemasan: Agar umur simpan keripik yang diproduksi menjadi panjang Menyelamatkan produksi keripik yang berlimpah Mencegah rusaknya nutrisi/gizi Menjaga dan menjamin tingkat kesehatan keripik Memudahkan distribusi/pengangkutan Menambah estetika Meningkatkan nilai jual Syarat Mudah dibuka dan ditutup Mudah diangkut dan didistribusikan Mudah dibuat dan diperoleh Mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan standar Menampakkan identitas, informasi dan penampilan yang jelas agar dapat membantu promosi atau penjualan. Kedap udara dan air. Keripik merupakan bahan pangan yang mudah menyerap uap air dan rusak karena melempem, sehingga kemasan yang kedap sangat diperlukan Harus bersifat tidak beracun dan inert Tahan panas Mudah dikerjakan secara maksimal Jenis Kemasan: Kemasan primer: kemasan yang langsung bersentuhan dengan produk yang dibungkus. Untuk keripik sayuran, kemasan primer yang cocok adalah berbahan plastik. Sifat plastik antara lain fleksibel, transparan, tidak tahan panas, tidak terurai secara alami. Kemasan plastik dapat berupa plastik polos maupun kombinasi plastik dengan aluminium maupun kertas. Jenis kemasan plastik ada beragam, yang umumnya digunakan untuk produk keripik adalah plastik polypropilene (PP), bisa juga dengan LDPE/aluminium foil Kemasan sekunder: kemasan yang tidak langsung bersentuhan dengan produknya namun membungkus produk yang telah dikemas dalam kemasan primer. Pada label kemasan makanan ada beberapa peraturan yang harus dipenuhi. Yang wajib dicantumkan pada kemasan makanan: nama produk komposisi berat bersih/isi bersih nama produsen tanggal kadaluarsa nomor pendaftaran, label halal (apabila sudah terdaftar) Ketentuan untuk label harus tidak mudah lepas dari kemasan, tidak udah luntur atau rusak, serta terletak pada bagian kemasan yang mudah dilihat dan dibaca. Label yang ditempelkan pada kemasan (misalnya berbentuk stiker) haruslah melekat kuat sehingga jika dilepas akan merusak label/kemasan aslinya, hal ini untuk mencegah penggantian label asli dari pihak yang tak bertanggung jawab. Mengemas keripik memerlukan cara tertentu supaya hasilnya maksimal, higienis dan awet. Keripik yang akan dikemas harus sudah tiris dari minyak dan suhu tidak panas/sesuai suhu ruang. Sisa minyak dalam produk yang terlalu banyak akan mengurangi kerenyahan keripik dan memberikan kesan kotor sedangkan keripik yang masih panas apabila dikemas akan lebih mudah melempem karena uap air dari produk akan terjebak dalam kemasan. Pastikan lingkungan tempat mengemas bersih dan terlindungi untuk mencegah kontaminasi dari luar. Pengemasan sebaiknya di atas meja yang cukup tinggi dari lantai rumah produksi agar keripik tetap higienis. oleh: Agnes Purwaningsih Daftar Pustaka Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Penerapan Label Pangan. http://clearinghouse.pom.go.id/artikel-penerapan-label-pangan.html. Benny Rahmawan Noviadji. Desain Kemasan Tradisional dalam Konteks Kekinian. JurnalArtika vol.1 No.1 2014.InstitutInformatika Indonesia. Surabaya Pujianto, Amd. DesainKemasan. 2016. DinasPerinkopdan UMKM Kab.Magelang. http://lp3m.ummgl.ac.id/wp-content/uploads/2016/03/6.-DISPERINKOPUMKM-2.pdf