Loading...

Pengemasan Dan Pelabelan Yang Baik Dalam Meningkatkan Nilai Tambah Pengolahan Hasil Tanaman pangan

Pengemasan Dan Pelabelan Yang Baik Dalam Meningkatkan Nilai Tambah Pengolahan Hasil Tanaman pangan
Ada berbagai cara dalam dalam meningkatkan nilai tambah produk pada usaha. Karena persaingan pasar semakin ketat, sehingga hal tersebut menjadi kebutuhan mutlak. Menurut Muhammad Reza, ada 13 cara meningkatkan nilai tambah produk pada usaha yaitu: 1)Membuat Program Khusus Pelanggan yang Loyal, 2) Meningkatkan Kualitas Produk, 3) Promosi Fungsi Produk Secara Maksimal, 4) Memperbaiki Packaging, 5) Memberikan Pelayanan Ekstra, 6) Memberikan Penghargaan pada Pelanggan Setia,7) Memberikan Sistem Garansi, 8) Menaikkan Harga Jual Produk, 9) Membangun Brand Awarness, 10) Memanfaatkan Testimoni Positif Pelanggan, 11)Lakukan Inovasi Produk, 12) Memilih Pegawai Profesional, 13) Mengadakan Pelatihan terkait Produk. Nilai tambah produk (value added) adalah keuntungan serta manfaat yang ditambahkan pada suatu barang atau jasa yang dapat membuatnya lebih menarik bagi konsumen daripada produk atau jasa sejenis dari pesaing Meskipun ada 13 cara, namun disini pembahasan akan difokuskan terkait memperbaiki pengemasan dan pelabelan. Penyuluh dalam melakukan pembinaan kepada KEP (Kelembagaan Ekonomi Petani), perlu mengingatkan betapa pentingnya pengemasan dan pelabelan. Pengemasan produk pertanian dalam kegiatan agribisnis dewasa ini memegang peranan penting. Adanya pengemasan pengolahan hasil panen akan meningkatkan nilai tambah, sehingga konsumen akan lebih tertarik untuk membeli. Di samping memberikan penampilan yang lebih menarik, pengolahan hasil panen seperti olahan padi, olahan jagung, olahan ubi ubian, kacang kacangan, dapat disimpan lebih lama lagi sebelum dikonsumsi dengan tingkat kerusakan yang lebih kecil. Manfaat terbesar dari pengemasan adalah mengurangi kerusakan pengolahan hasil panen selama proses pengangkutan sebelum sampai pada konsumen. Pengemasan hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan manfaat yang berkaitan erat dengan biaya yang dikeluarkan. Kemasan yang baik akan meningkatkan nilai tambah produk yaitu nilai jual produk, memperluas akses pemasaran/jaringan, dan menambah kepercayaan konsumen terhadap suatu produk. Konsumen akan lebih banyak tertarik akan barang yang akan dijual. Oleh karena itu KEP sebaiknya memprioritaskan untuk berinvestasi pada kemasan dan label. Fungsi Pengemasan makanan untuk: a. Melindungi dan mempertahankan selama mungkin aroma dan kesegarannya. b. Memudahkan distribusi dan memperkecil kerusakan dan kehilangan makanan. c. Meningkatkan penampilan dan meningkatkan nilai tambah dari produk. d. Memberi kualitas , makanan yang uniform dan kenyamanan kepada para konsumen. e.Pengemasan produk pedanian. Fungsi pengemasan yang lainnya adalah : a. Melindungi bahan terhadap kontaminasi dari luar, baik dari mikroorganisme maupun kotoran-kotoran serta gigitan serangga dan binatang pengerat. b. Menghindarkan terjadinya penurunan atau peningkatan kadar air bahan yang dikemas. Jadi bahan yang dikemas tersebut tidak boleh berkurang kadar airnya karena merembes ke luar atau bertambah kadar airnya karena menyerap uap air dari atmosfer. c. Menghindarkan terjadinya penurunan kadar lemak bahan yang dikemasnya digunakan pengemas yang tidak bisa ditembus lemak. d. Mencegah masuknya bau dan gas-gas yang tidak diinginkan dan mencegah keluarnya bau dan gas-gas yang diinginkan. e. Melindungi bahan yang dikemas terhadap pengaruh sinar. Hal ini terutama ditujukan untuk bahan pangan yang tidak tahan terhadap sinar dalam pengemas yang tidak tembus sinar. f. Melindungi bahan dari bahaya pencemaran dan gangguan fisik seperti: gesekan, benturan dan getaran. g. Membantu konsumen untuk dapat melihat produk yang diinginkan. Misalnya dengan digunakan pengemas yang transparan (tembus pandang). h. Merangsang atau meningkatkan daya tarik pembeli, sehingga bentuk, warna dan dekorasi pengemas perlu direncanakan dengan baik. Hal ini disebabkan produk memuat berbagai informasi mulai dari komposisi, ukuran, dan manfaat produk tersebut. Untuk meningkatkan daya saing produk, salah satu upayanya adalah melalui inovasi kemasan. Label produk adalah salah satu faktor penting yang dapat memperkuat merek (branding) dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Label dalam sebuah kemasan produk menjadi sebuah pengenal sekaligus pembeda dari para pesaing. Disamping itu yang perlu diperhatikan dalam membuat label juga harus memenuhi 4W dan 1 H, What, Who, When, Where, dan how. Maksudnya apa isi dalam kemasan, siapa pembuatnya, kapan dibuat dan kapan kadaluwarsonya, dimana alamatnya dibuatnya, bagaimana rasanya , bagaimana memakannya, dan seterusnya. Yulia TS Yuliatrisedyowati@gmail.com Daftar Pustaka: https://www.ukmsumut.com13 Cara Meningkatkan Nilai Tambah Produk Usaha Bisnis BPTP Yogyakarta, 2008 Pengemasan Produk Pertanian, Balai Besar Pengkajian Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian. https://docplayer.info/230628181-Modul-5-pengembangan-nilai-tambah-dan-jejaring-usaha.html