Pengembangan agribisnis pertanian organic melalui SL-PHT di Desa Rintis Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau
Luasnya lautan yang ditempuh, bukanlah halangan bagi para penyuluh untuk mengabdi, melaksanakan pembangunan pertanian di Kabupaten Kepulauan Anambas. Adalah Pak Atmojo, seorang penyuluh Pertanian di pulau Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas yang selalu semangat memberikan bimbingan kepada kelompok tani petani. Meski berpanas hujan, dengan bekal pengalaman serta kerjasama tim yang baik dengan Joglo Tani, sebuah lembaga penyuluh pertanian swasta yang anggotanya terdiri dari para petani yang sudah sukses dibidangnya, dan Perusahaan Preimier Oil, berhasil mengadakan Sekolah lapang Pengendalian hama terpadu pada kelompok tani Sepakat Jaya desa Rintis, Batu Tambun pada tanggal 26 Januari 2012. Arahan kegiatan difokuskan pada pertanian organic, sebuah system pertanian yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya alami sebagai factor produksi pendukung budidaya pertanian. Dalam kegiatan ini, para petani yang bergabung dalam kelompok tani Sepakat Jaya di beri bimbingan dan pengetahuan tentang pembuatan pestisida alami dari daun sirsak, lengkuas, serai dan pembuatan racun tikus dari ubi kayu. Praktek kegiatan dilakukan di kebun percobaan desa Rintis Kecamatan Siantan Kabupaten kepulauan Anambas. Selain mempraktekan teknik budidaya tanaman palawija dan hortikultura, dalam kegiatan ini juga dilakukan praktek pembuatan mesin tetas telur dan pembuatan MOL, yang berfungsi sebagai decomposer pada pembuatan pupuk kompos. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan SL-PHT ini masyarakat petani di Kepulauan Anambas, khususnya yang berada di Pulau Siantan memilliki keterampilan membuat pestisida dan pupuk sendiri, sehingga mereka dapat menekan biaya produksi dengan mengurangi ketergantungan pada pestisida atau pupuk buatan. Selain itu pengembangan pertanian organic juga sangat mendukung kelestarian lingkungan dan juga kesehatan masyarakat karena tanaman yang dibudidayakan secara organic akan bebas dari pestisida dan cemaran kimia pupuk. penulis : Melda susanti sumber : penyuluh distanhut