Loading...

Pengembangan Industri Olahan Sagu jadi Langkah Strategis Tingkatkan Ekonomi RI

Pengembangan Industri Olahan Sagu jadi Langkah Strategis Tingkatkan Ekonomi RI
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen mempercepat pengembangan industri pengolahan sagu di Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja, yang pada gilirannya akan memperkuat ekonomi nasional. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa optimalisasi pemanfaatan sagu dapat berperan penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat Indonesia. “Pengoptimalan pemanfaatan dan pengembangan komoditas sagu dapat turut berkontribusi dalam penguatan perekonomian masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (30/7). Indonesia, sebagai negara dengan lahan sagu terbesar di dunia, memiliki potensi besar dalam industri ini. Dari total 6,5 juta hektar lahan sagu di seluruh dunia, sekitar 5,5 juta hektar atau 85 persennya berada di Indonesia, dengan 5,2 juta hektar di Papua. Namun, pemanfaatan lahan tersebut masih relatif rendah. Pada tahun 2023, Indonesia menjadi negara eksportir pati terbesar kedua dengan nilai ekspor sekitar USD 9 juta. Agus mengungkapkan bahwa dengan pengembangan yang tepat, Indonesia dapat menjadi salah satu pemasok pati terbesar di dunia. Ia juga mencatat bahwa menurut Business Research Insight, pasar pati sagu global diproyeksikan mencapai USD 557,13 juta pada tahun 2031. Menperin menambahkan bahwa industri sagu memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sagu dapat diolah menjadi berbagai produk, mulai dari pangan seperti mi dan beras analog, hingga produk non-pangan seperti bio packaging. “Sagu juga merupakan komoditas yang ramah lingkungan karena memiliki laju penyerapan CO2 yang tinggi, sehingga menjadi salah satu kontributor perlambatan global warming,” katanya. Kemenperin berencana meningkatkan hilirisasi sagu melalui diversifikasi produk, kerja sama antara industri pengolahan dan pengguna sagu, serta program sertifikasi TKDN dan restrukturisasi mesin. Agus menegaskan bahwa kementeriannya siap bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mempercepat pengembangan industri sagu di Indonesia. “Kami sangat terbuka terhadap usulan-usulan kebijakan agar industri pengolahan sagu dapat terus tumbuh di Indonesia,” pungkasnya.