pengembangan jagung hibrida di kecamatan labuan amas utara
disaat petani sawah tadah hujan ditempat lain dibiarkan terbengkalai di musim kemarau, keadaan berbeda justru terjadi di kelompok tani bulanang indah desa pemangkih seberang kec. labuan amas utara, setelah panen padi lahan langsung diolah menggunakan traktor kemudian ditanami dengan jagung hibrida. kegiatan pengembangan jagung sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2017 disaat pemerintah gencar- gencarnya melakukan program swasembada” pajale” ( padi jagung dan kedelai). seperti diketahui bahwa tanaman jagung hibrida merupakan tanaman yang sedikit membutuhkan air dibanding tanaman padi, sehingga ketika musim kemarau tanaman masih bisa tumbuh dengan baik. ditambah lagi dengan adanya bantuan pengairan sistem pompanisasi dari dinas pertanian kab. hulu sungai tengah sehingga tidak ada alasan bagi mereka kekurangan air meskipun saat kemarau panjang seperti saat ini. penyuluh pertanian wkp pemangkih seberang ah.firdaus, sst mengungkapkan, kelompok tani bulanang indah merupakan poktan pertama di kec. labuan amas utara yang berhasil membudidayakan jagung hibrida, memang diakuinya untuk mengajak para petani untuk menanam jagung hibrida tidaklah mudah, sebagian besar petani sudah terbiasa dengan tanaman jagung manis yang menurut mereka lebih menguntungkan secara ekonomis, padahal jika dibudidayakan dengan baik dengan memanfaatkan lahan bera bekas tanaman padi maka akan memberikan keuntungan tidak kalah dengan budadaya jagung manis. hal senada disampaikan ketua poktan bulanang indah junaidi, menurutnya dengan menanam jagung hibrida perawatannya jauh lebih mudah disbanding jagung manis, “ alhamdulillah tahun kemarin kami sudah merasakan manfaat penanam jagung hibrida dengan hasil panen sekitar 12 ton dengan harga jual berkisar rp.3500 per kg, mudah mudahan lahun ini hasilnya lebih bagus lagi” kata beliau. semoga dengan keberhasilan poktan bulanang indah tersebut dapat menjadikan motivasi bagi petani dan kelompok tani lainnya dalam membudidayakan jagung hibrida.