Loading...

PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI KELOMPOK TANI TANI LUHUR MEJOBO KUDUS

PENGEMBANGAN JARINGAN IRIGASI KELOMPOK TANI TANI LUHUR MEJOBO KUDUS
Program pembangunan di Kementrian Pertanian meliputi " Empat Sukses " di antaranya adalah swasembada dan swasembada berkelanjutan, tanaman padi sejak dahulu sampai sekarang pengembangannya diarahkan pada sektor agribisnis dan agroindustri, di mana komoditas tanaman padi ini sejak ditetapkannya harga dasar gabah memiliki prospek dan nilai ekonomis yang tinggi, namun sebenarnya masih ada hasil samping dari tanaman padi yang belum dijadikan sumber income tambahan bagi petani yaitu jerami untuk makanan ternak dan media tumbuh jamur merang. Gabah merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi tubuh manusia berkaitan erat dengan kesehatan, sebab gabah banyak mengandung zat yang menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia selain zat gizi yang lain. Pengembangan perluasan tanaman padi di kabupaten Kudus merupakan salah satu faktor pendukung peningkatan produksi gabah nasional, produksi gabah dari masyarakat menjadi harapan tercapainya swasembada beras di tingkat Jawa Tengah maupun Nasional. Berbagai upaya dari tahun ke tahun telah dilaksanakan baik on farm maupun off farm guna memacu peningkatan produksi gabah, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ketergantungan kebutuhan gabah pada luar negeri yang banyak menyedot devisa Negara dan menjadi momok bagi petani padi dalam negeri. Sehubungan dengan hal tersebut pemerintah melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus melaksanakan program pengembangan Jaringan Irigasi di wilayah Kelompok Tani Tani Luhur desa Mejobo kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus pada kegiatan bantuan sosial prasarana dan sarana pertanian bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura tahuan 2012 yang diselesaikan dalam jangka waktu 3 bulan dengan panjang 200 meter. Diharapkan dengan pengembangan jaringan irigasi tersebut dapat membantu mengairi sawah pada MT I dan MT II, mengembangkan usaha petani padi melalui peningkatan luas garapan serta meningkatkan produksi gabah dalam rangka mensukseskan pembangunan pertanian kementerian pertanian. (Indri Subekti P, SP- Penyuluh Pertanian Kudus)