Loading...

PENGEMBANGAN PAKAN OLAHAN/BAHAN PAKAN

PENGEMBANGAN PAKAN OLAHAN/BAHAN PAKAN
Peluang besar dalam peternakan masih terbuka untuk mengembangkan ternak ruminansia karena adanya potensi sumber daya pakan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pengembangan sistim pakan berbasis sumber daya lokal menjadi pilar yang mendukung perkembangan produksi peternakan di Indonesia yang berkelanjutan, efisien dan kompetitif. Hasil sisa, hasil samping dan limbah berbagai jenis tanaman merupakan sumber bahan baku pakan alternatif yang potensial. Kemampuan produksi ternak yang relatif rendah berhubungan dengan kualitas dankuantitas pakan yang tersedia sepanjang tahun. Ketersediaan pakan yang berfluktuasi dan tidak mencukupi kebutuhan giz iternak untuk mengekspresikan potensi genetiknya secara maksimal, menyebabkan produktivitas ternak relatif rendah. Pakan ternak ruminansia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu hijauan dan konsentrat.Imbangannya dapat bervariasi sesuai dengan tujuan pemberian pakan. Pada kondisi intensif, ternak ruminansia dapat diberi pakan konsentrat dengan proporsi yang lebih tinggi, bahkan dapat mencapai 85% dari total pakan yang diberikan.Kualitas pakan menggambarkan nilai nutrisi pakan tersebut Kepemilikan ternak (khususnya ruminansia) pada setiap keluarga tani umumnya terbatas hanya 3 –5 ekor domba/kambing atau 1 –2 ekor sapi/kerbau dan hal ini berkaitan dengan keterbatasan pemilikan lahan dan modal. Bila mempunyai modal yang cukup, biasanya ketersediaan tenaga kerja rumah tangga akan membatasi peningkatan jumlah pemeliharaan ternak, yang dalam hal ini terjadi persaingan antara tenaga pencari pakan hijauan dengan tenaga untuk aktivitas pertanaman. Dengan keadaan di lapangan yang demikian, perlu difikirkan suatu upaya yang dapat mengefisienkan sistem dan siklus produksi tanaman dan ternak, misalnya dengan menyimpan dan mengolah limbah pertanian, perkebunan maupun agroindustrisebagai sumber pakan utama. A.Tujuan: untuk memberikan informasi tentang peluang pemanfaatan salah satu limbah pertanian, perkebunan dan agroindustri yang dapat dijadikan sebagai pakan ternak ruminansia. Pemanfaatan dan Nutrisi Limbah Tanaman Pangan, Perkebunan dan Limbah Agroindustri. Limbah tanaman pangan, perkebunan dan agroindustri merupakan sumber daya pakan berserat yang potensial dan sesuai untuk sapi dan ternak ruminansia lainnya. Di banyak daerah,limbah tersebut belum dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak. Petani cenderung membakarnya,yang berarti membuang bahan organik yang berpotensi menjadi pakan ternak. Pada Tabel 1 memperlihatkan jenis-jenis bahan baku pakan dari limbah pertanian dan perkebunan dan limbah agroindustri yang dapat dijadikan pakan ternak. Pakan lokal yang termasuk kedalam kelompok biji-bijian maupun hasil ikutan industri agro, atau yang berasal dari hewan yang banyak dimanfaatkan oleh industri unggas dan monogastrik lain, sehingga tidak kompetitif. Tabel 1. Contoh Jenis-Jenis Bahan Baku Pakan dari Limbah Pertanian dan Perkebunan dan Limbah Agroindustri. Kelompok Bahan Nama Bahan Baku Limbah pertanian dan perkebunan Pucuk tebu Kulit kacang tanah Daun tebu Kulit kopi Jerami kedelai Kulit kedelai Jerami padi Kulit singkong Jerami kacang tanah Kulit coklat Jonggol jagung Kulit nenas Klobot jagung Limbah agroindustri Ampas tebu Bungkil kacang tanah Ampas kecap Onggok Ampas tahu Tumpi jagung Ampas pabrik roti Empok jagung Bungkil klenteng Dedak padi (kapok) Bungkil kedelai Wheat pollard Bungkil kelapa Tetes tebu Bungkil sawit Tetes terigu afkir Kandungan gizi suatu bahan sangat diperlukan dalam membuat formula pakan,. Karakter umum pakan lokal ber serat tinggi dan protein rendah merupakan beban yang lebih berat bagi ternak ruminansia dengan ukuran tubuh kecil, seperti kambing. Beberapa kendala dalam memanfaatkan hasil sisa tanaman antara lain adalah: 1) Palatabilitas Rendah, 2) Nilai Nutrisi Rendah, 3) Penanganan Relatif Sulit (Pengeringan, Penggilingan, Transportasi Dan Penyimpanan), 4) Ketersediaan Musiman, Serta 5) Adanya Potensi Penggunaan Untuk Keperluan lain. Pada Tabel 2 dan 3 terlihat kandungan nutrisi dari limbah untuk dijadikan pakan ternak sesuai dengan kebutuhan ternak. Kesimpulan Ada beberapa keunggulan pengembangan pakan berbasis bahan baku lokal antara lain yaitu harga lebih murah dengan kualitas standard, mudah dalam pengumpulan bahan baku dan distribusi produk, nilai tambah dari kegiatan prosesing pakan diperoleh langsung para peternak, serta dapat menumbuhkan embrio usaha agro input pada skala usaha kecil dan menengah didaerah-daerah sentra produksi peternakan. Penulis : Ir. Mariani (PP. Madya pada DISBUNNAK Prov. Sulteng)