Teknologi tepat guna merupakan teknologi yang dirancang bagi masyarakat agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, social dan ekonomi. Selain itu teknologi tepat guna harus menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat dan yang tak kalah pentingnya harus berdampak polusif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan Dalam bidang pertanian, perikanan dan kehutanan, teknologi tepat guna dimanfaatkan untuk memperbaiki teknologi sederhana yang telah digunakan oleh petani. Misalnya penerapannya diimbangi dengan adanya pertanian organic yang merupakan teknik budidaya pertanian dengan mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Dalam rangka pengembangan pemanfaatan teknologi tepat guna di Kabupaten Bekasi, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Kabupaten Bekasi melalui Sub bidang Pengembangan Teknologi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan dengan Kepala Sub bidang Ir. Dadi Riadi, M.Si. menyelenggarakan Workshop penerapan teknologi tepat guna bidang pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 “ 28 Februari 2013 di Pangandaran Kabupaten Ciamis Jawa Barat, yang diikuti oleh para Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) se Kabupaten Bekasi. Hadir dalam acara ini Kepala Bidang Informasi Teknologi Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan H. Sanusi, S.Sos., M.Pd beserta Ir. Niken Harini Juni D., MM. (Kepala Sub bidang Pengembangan Informasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) dan Asep Rahmat Nugraha, A.Pi (Kepala Sub Bidang Sarana dan Prasarana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan). Pada acara tersebut tampil sebagai narasumber Drs. M. Iskandar Ishaq, MP. narasumber dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat dengan mengambil materi Teknologi Tepat Guna Dalam Mendukung Pengembangan Pertanian Organik dan Implementasi Kalender Tanam Terpadu Untuk Mewujudkan Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan di Provinsi Jawa Barat. Sementara narasumber dari Kabupaten Bekasi Nurma Airef El Hadi, A.Md (Penyuluh Pertanian Muda Kabupaten Bekasi) menyampaikan materi berjudul Penentuan Kandungan Organik di Lokasi Kegiatan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan pengetahuan tentang teknologi tepat guna pertanian organic, serta bisa menyebarluaskannya kepada para petugas/ penyuluh yang lain. Sehingga dalam perkembangannya bisa diterapkan oleh petani di Kabupaten Bekasi secara umum. Sumber materi: Bidang Informasi Teknologi Sarana & Prasarana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan BP4KKP Kab. Bekasi