Loading...

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME STAF LINGKUP PUSAT PENYULUH PERTANIAN

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME STAF  LINGKUP PUSAT PENYULUH PERTANIAN
Pembangunan pertanian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar dan mampu menjadi tumpuan kekuatan perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja bagi penduduk pedesaan, mengurangi angka kemiskinan. Hal ini sejalan dengan target utama pembangunan pertanian, yaitu (1) Pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan; (2) Peningkatan diversifikasi pangan; (3) Peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor; (4) Peningkatan kesejahteraan petani. Untuk mewujudkan target utama pembangunan pertanian tersebut, harus didukung oleh sumberdaya manusa (SDM) pertanian yang profesional, berkualitas, kreatif serta memiliki emotioan and spiritual quotient (ESQ) sehingga mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar. Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP melaksanakan Pengembangan Profesionalisme staf lingkup Pusat Penyuluhan Pertanian pada tanggal 12-14 Oktober 2016 di The Hayati Inn Hotel, Bogor. Pengembangan Profesionalisme staf lingkup Pusat Penyuluhan Pertanian dibuka dan diresmikan oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Fathan A. Rasyid didampingi oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan. Peserta kegiatan ini adalah pejabat struktural, fungsional umum, fungsional penyuluh pertanian serta para purna tugas lingkup Pusat Penyuluhan Pertanian. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan motivasi kerja, kerjasama, emotioan and spiritual quotient (ESQ). Selain menghadirkan narasumber dari lingkup Pusat Penyuluhan Pertanian, dihadirkan pula narasumber dari Sinar Tani dan M. Soelton S.Psi MM selaku motivator. Disela-sela kegiatan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Pending Dadih Permana memberikan arahan agar Kepala Pusat lingkup BPPSDMP wajib memonitor dan mengawal pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran di daerah, khususnya kegiatan dekonsentrasi. Selain itu perlu adanya Grand Design Regenerasi Petani Tahun 2016-2045 yang fokus kepada anak petani, pemuda desa/kota peserta didik, alumni, petani muda, aparatur pertanian agar menjadi generasi petani yang berkarakter Socioagripreneur. Pending Dadih Permana, menekankan kita harus menghilangkan pandangan buruk masyarakat bahwa petani identik dengan pekerjaan orang tua, tidak menjanjikan secara ekonomi”. Perlu adanya kebijakan yang mendukung peningkatan kelayakan hidup agar pertanian tetap menjadi pekerjaan yang menarik, sehingga dapat menumbuhkan dan menarik minat generasi muda untuk terjun dan menggeluti dunia pertanian. (Nurlaily).