Loading...

PENGEMBANGAN TANAMAN AZOLLA DIKOLAM PEMELIHARAAN TERNAK ITIK

PENGEMBANGAN TANAMAN AZOLLA  DIKOLAM PEMELIHARAAN TERNAK ITIK
Peluang pengembangan usahatani sangat luas, namun tingkat teknologi yang diterapkan oleh pengguna masih relatif rendah. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa informasi teknologi dari sumber inovasi ke pengguna belum berjalan lancar, sehingga perlu didorong bagaimana inovasi teknologi lebih cepat sampai pada pengguna. Hal ini tentunya akan mendorong, petani dapat mengembangkan usahanya dengan dukungan berbagai inovasi teknologi yang dapat memberdayakan berbagai sumberdaya potensial. Seperti tanaman azolla, yang sangat mudah dikembangkan atau dibudidayakan dan mempunyai potensi utuk dijadikan sumber bahan pakan bagi ternak unggas. Tanaman azolla atau paku air merupakan tanaman yang biasa hidup di atas permukaan air, tanaman ini bentuknya berdaun kecil dan mempunyai tangkai yang memiliki panjang 1,5 – 2,5 cm dengan warnanya hijau pekat tebal dan saling tumpang tindih dengan daun permukaan. Biasanya ditemukan pada lahan-lahan genangan air, termasuk lahan pertanian tergenang air atau lahan pesawahan yang dapat ditemukan hampir diseluruh wilayah Indonesia. Pada daerah tropis pertumbuhan azolla akan memiliki karakter pertumbuhan dan perkembangan lebih cepat, akan dapat berproduksi dengan cepat menjadi tanaman kolam alami dan umumnya tanaman azolla ini dibuang begitu saja oleh petani karena dianggap sebagai gulma yang mengganggu tanaman pertanian mereka. Padahal azolla ini memiliki kandungan nutrisi, serat kasar, serta protein yang tergolong tinggi hingga mencapai 25 – 37,36%. Selain itu azolla mudah dicerna dan sangat bermanfaat untuk makanan unggas, karena tekstur azolla lunak atau mudah lumat hanya dengan diremas ringan dan hanya dalam hitungan hari atau setiap 3 – 5 hari tanaman azolla dapat bertumbuh kembali dan berkembang dua kali lipat dari berat segar awalnya. Potensi produksi Azolla cukup baik dan diperkirakan pada setiap satu ha sawah, akan dapat diproduksi 50 ton azolla basah (Moore, 1969). Pada beberapa negara upaya pemanfaatan azolla lebih dari sekedar pemanfaatannya sebagai sumber pupuk hijau untuk tanaman pertanian, namun juga sudah diteliti untuk digunakan sebagai pakan ternak. Termasuk di antaranya, penggunaan sebagai sumber bahan pakan bagi ternak unggas. Hal ini merupakan jawaban yang sangat tepat jika kita bicara tentang mencari pakan alami alternatif yang hemat biaya, ramah lingkungan, dapat dibudidaya sendiri tanpa harus selalu membeli. Saat ini sudah banyak peternak unggas telah menggunakan tanaman azolla, sebagai pakan alami alternatif yang melimpah ketersediaannya di alam; belum termanfaatkan secara optimal; tumbuh dan berkembang dengan cepat; hidupnya mengambang di atas permukaan air. Pakan alternatif ini mengandung gizi yang sangat bagus, berdasarkan berat keringnya mengandung; 25 – 35% protein; 10 – 15% mineral; 7 – 10% asam amino; senyawa bioaktif dan biopolymer dengan kandungan karbohidrat dan lemak sangat rendah. Komposisi nutrisinya membuat azolla sangat efisien dan efektif sebagai pakan alternatif bagi ternak, bahkan saat ini sudah ada pasarnya dan laku dijual sampai dengan harga Rp. 45.000,-/kg. Apalagi tanaman mungil ini mudah dibudidayakan dengan waktu panen yang relatif singkat dan mudah dalam perawatannya, asalkan ditanam pada tempat terbuka. Hal ini dikarenakan azolla merupakan tanaman air yang butuh sinar matahari langsung untuk pertumbuhannya, dan pada kondisi optimal azolla akan tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 30% tiap hari. Melihat peluang dan potensi tanaman air ini, maka sudah mulai dilakukan pengembangan tanaman azolla memanfaatkan sumberdaya yang ada. Salah satunya saat ini sedang dilakukan display pengembangan tanaman azolla, memanfaatkan lahan kolam pemeliharaan ternak itik BPTP Balitbangtan Bengkulu. Dalam waktu setiap 3 atau 7 hari azolla dipanen, ditandai apabila daunnya telah kelihatan menumpuk tebal memenuhi permukaan kolam. Sebaiknya saat panen dalam satu kolam diambil secukupnya atau sekitar 50% saja, agar tanaman azolla tetap berkembang dan tidak perlu membeli bibit baru untuk produksi selanjutnya. Berdasarkan pengamatan lapangan untuk setiap kali panen (3 hari sekali) untuk luas tanam 8 m2 diperoleh kisaran rata-rata berat basah azolla mencapai 11 kg., dan setelah dikeringkan diperoleh hasil sebanyak 0,473 kg (4,30%) atau terjadi penyusutan mencapai 23,56 kali dari berat basah. Berdasarkan hasil berbagai penelitian terdahulu, penggunaan azolla segar dicampurkan sebanyak 15 % ke dalam ransum ternak itik. Memperlihatkan hasil cukup baik, dan terbukti tidak berpengaruh buruk pada itik yang dapat mengkonsumsinya dengan baik. Selain itu, produksi telur, berat telur dan konversi pakan juga tetap normal. Hal ini membuktikan, penggunaan azolla bisa menekan 15 persen biaya pembelian pakan itik dan cukup menguntungkan bagi peternak karena bisa menekan biaya pakan itik yang harus disediakan. Melihat kondisi dan peluang tersebut, para peternak sebaiknya bisa membudidayakan tanaman azolla dengan sederet manfaatnya untuk pakan ternak unggas (ayam dan itik) diantaranya; Kandungan gizi tinggi azolla dibutuhkan oleh ternak unggas untuk membantu pertumbuhan dan meningkatkan produksi telur. Tekstur azolla sangat lunak sehingga sangat mudah dicerna oleh ternak Pemberian pakan azolla bisa mengganti pakan utama dan menekan biaya pengeluaran pakan buatan pabrik sampai dengan 50%. Disamping itu membudidayakan azolla dapat mencegah pertumbuhan jentik-jentik nyamuk di lingkungan sekitar kolam budidaya.