PENGEMBANGAN TANAMAN PANGAN LOKAL UNTUK LAHAN PEKARANGAN DI KABUPATEN BERAU
Permasalahan pangan merupakan permasalahan yang sangat urgent dalam kehidupan karena menyangkut kelangsungan hidup berbagai mahluk hidup yang ada di muka bumi ini. Tidak peduli baik itu hewan ataupun tumbuhan apabila pangannya tidak terpenuhi maka akan terjadi perselisihan akibatnya timbul konflik dengan segala macam akibat turunannya seperti saling menindas satu sama lain, dan lain-lain. Berbicara masalah pangan dalam hal ini kita batasi pangan dalam fungsinya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kebutuhan ini tidak dapat ditawar-tawar, mau atau tidak mau harus dipenuhi dan untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut maka tidak dapat hanya dibebankan kepada petani untuk memenuhinya tapi juga tugas pemerintah untuk membantu para petani sehingga hasilnya dapat seperti yang diharapkan. Dengan kata lain agar kebutuhan pangan kita bisa berhasil maka dibutuhkan kerjasama yang sinergis antara petani dan pemerintah sehingga berbagai persoalan pangan dapat diatasi. Kabupaten Berau adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tanjung Redeb. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 34.127,47 km² dan berpenduduk sebesar kurang lebih 179.444 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010). Kalau dilihat dari Peta Kalimantan Timur maka Kabupaten Berau berada di wilayah Utara Propinsi Kalimantan Timur. Sampai saat ini Kabupaten Berau masih terpenuhi kebutuhan pangannya. Hal ini disebabkan karena masih lancarnya distribusi pangan khususnya beras yang didatangkan dari Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi dan masih normalnya stock/persediaan dan produksi pangan disentra-sentra produksi pangan. Meskipun demikian kondisi janganlah membuat Kabupaten Berau terlena karena sewaktu-waktu bisa saja distribusi pangan itu terputus misalnya dengan adanya cuaca buruk, ataupun adanya bencana alam di daerah-daerah produsen beras sehingga bisa saja terjadi kelangkaan pangan. Tentu kondisi ini sangat tidak kita harapkan. Sebagai solusi untuk mengantisipasi permasalahan di atas maka Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Berau pada tahun 2010 telah mengembangan Tanaman Pangan Lokal karena Pangan Lokal merupakan pangan sudah cukup dikenal, mudah diperoleh disuatu wilayah, jenisnya beragam, dan dapat diusahakan baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk dijual serta memiliki kandungan gizi yang tidak kalah baiknya dengan pangan lain bahkan apabila kita bisa menyajikannya dengan baik dan beragam maka pangan lokal bisa menjadi pangan yang disukai dan nilai gizinya lengkap apabila disajikan beranekaragam. Tanaman Pangan Lokal yang dikembangkan di Kabupaten Berau oleh Badan Ketahanan Pangan dan pelaksana penyuluhan Kabupaten Berau adalah Tanaman Sukun dan Keladi/Talas karena Tanaman tersebut sangat cocok tumbuh di Berau. Saat ini tanaman tersebut telah dikembangkan di 9 (Sembilan) kampung yang ada di Kabupaten Berau. Pada tahap awal ini telah di kembangkan sebanyak 2.121 bibit sukun dan 4.737 bibit talas. Strategi pengembangan tanaman pangan lokal ini dimulai dari rumah tangga/keluarga dengan memanfaatkan pekarangan yang ada, alasannya adalah karena rumah tangga dianggap lebih efektif dan tanaman bisa lebih terjamin keberhasilannya (terpelihara). Apabila tanaman tersebut berhasil dikembangkan maka diharapkan nantinya Kabupaten sudah memiliki persediaan pangan dan bahkan mungkin saja produksi pangan lokal Kabupaten Berau melimpah. Namun agar produksi pangan lokal yang dihasilkan tidak terbuang percuma maka perlu juga dipikirkan pengolahannya paska panen. Rencana pengembangan sukun sampai dengan tahun 2015 nanti diharapkan sudah tertanam 50.000 bibit sukun diberbagai wilayah/kampung yang ada di Kabupaten Berau. Berikut terlampir data Lokasi Pengembangan Sukun dan Talas serta Jumlahnya tahun 2010 di Kabupaten Berau. Tabel Data Lokasi Pengembangan Tanaman Sukun dan Keladi /Talas di Kabupaten Berau Tahun 2010 Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} table.MsoTableGrid {mso-style-name:"Table Grid"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-priority:59; mso-style-unhide:no; border:solid black 1.0pt; mso-border-themecolor:text1; mso-border-alt:solid black .5pt; mso-border-themecolor:text1; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-border-insideh:.5pt solid black; mso-border-insideh-themecolor:text1; mso-border-insidev:.5pt solid black; mso-border-insidev-themecolor:text1; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} No. Nama Kampung Kecamatan Jumlah Tanaman Sukun (Bibit) Keladi/Talas (bibit) 1 Rantau Panjang Sambaliung 69 272 2 Sukan Sambaliung 354 708 3 Gurimbang Sambaliung 336 504 4 Pegat Bukur Sambaliung 161 483 5 Batu-Batu Gunung Tabur 80 240 6 Tasuk Gunung Tabur 280 700 7 Maluang Gunung Tabur 624 1.248 8 Birang Gunung Tabur 37 222 9 Tumbit Melayu Teluk Bayur 180 360 Jumlah 2.121 4.737