Loading...

Pengenalan Bertanam Sayuran Kepada Persit Kartika Chandra Kirana Yonif 751 Sentani

Pengenalan Bertanam Sayuran Kepada Persit Kartika Chandra Kirana Yonif 751 Sentani
PENGENALAN BERTANAM SAYURAN KEPADA PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA YONIF 751 SENTANI Di masa Pandemi COVID-19 banyak kegiatan yang dapat dilakukan di lingkungan sekitar rumah, salah satunya adalah memanfaatkan lahan pekarangan untuk mengembangkan budidaya sayuran. Seperti yang dikembangkan Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana Yonif 751 yang mengoptimalkan lahan pekarangan dengan memulai budidaya aneka macam sayuran. Senin (15/06/2020), Tim Opal BPTP Papua mendampingi Persit Kartika Chandra Kirana membudidayakan sayuran di pekaran Yonif 751. Sebelum memulai budidaya di lahan, kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala BPTP Papua (Dr.Ir.Martina Sri Lestari,MP) dilanjutkan dengan sosialisasi Opal (Optimalisasi Pekarangan) yang disampaikan oleh Ghalih Priyo Dominanto, S.Pt,MP selaku PJ Opal. Melalui arahannya Kepala Balai turut menyampaikan bahwa budidaya sayuran skala rumah tangga merupakan salah satu kegiatan positif mengisi waktu di masa Pendemi Covid-19. Budidaya sayuran tidak harus memiliki lahan yang luas, bisa menggunakan polibag, atau alat rumah tangga yang rusak dan tidak terpakai. Selain itu sisa sayuran dan bahan organik yang tersedia dilingkungan rumah tangga mampu didaur ulang dengan membuat pupuk organik cair yang bermanfaat untuk tanaman sayur. Seusai pengarahan dan sosialisasi dilanjutkan budidaya Sayuran Persit Kartika Chandra Kirana dilaksanakan Halaman Belakang Yonif 751. Tanaman sayuran yang dibudidayakan antara lain kangkung, bayam, jagung manis, kol, sawi, cabai, seledri, kemangi, buncis, dan kacang panjang. Tim Opal mengajari Ibu Persit mengenai cara bertanam sayuran di bedengan, memasang mulsa, menyemai, dan pemeliharaan tanaman. Pendampingan Persit Kartika Chandra Kirana Yonif 751 akan dilakukan berkelanjutan sehingga pemanfaatan pekarangan lestari dan dikembangkan ke seluruh rumah tangga Persit. Penulis : Septi Wulandari Jabatan : Penyuluh Pertanian Ahli Pertama BPTP Papua