Serangan hama pada tanaman kedelai terjadi sejak tanaman mulai tumbuh hingga panen. Besarnya kehilangan hasil tanaman karena serangan hama ditentukan oleh berbagai faktor antara lain tinggi rendahnya populasi hama, fase pertumbuhan tanaman, bagian tanaman yang dirusak, dan ketahanan varietas. Berdasarkan bagian tanaman yang diserang, hama kedelai digolongkan ke dalam hama perusak batang, daun, bunga, dan polong. Berdasarkan stadia tumbuh yang diserang, hama kedelai digolongkan ke dalam hama perusak tanaman muda, perusak fase vegetatif, perusak fase berbunga dan berpolong, perusak fase pertumbuhan polong dan biji, serta perusak fase pemasakan polong. Selain itu, hama kedelai dapat digolongkan berdasarkan tipe alat mulutnya, yaitu hama tipe mulut penusuk pengisap dan hama tipe mulut penggigit pengunyah. Penamaan hama umumnya didasarkan atas perilaku dan warnanya. PENGENDALIAN HAMA Pengendalian berdasarkan pemantauan, sejak awal pertumbuhan hingga menjelang panen. Pengendalian dapat juga dilakukan secara berkala setiap 10–14 hari dan secara tepat (jenis insektisida, dosis dan waktu). Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli) Gejala: Telur diletakkan pada umur 7-11 pada daun pertama (kotiledon) Gejala kotiledon ada bekas tusukan warna putih, layu umur muda, mati umur 17-25 hari. Imago berbentuk lalat, larva di dalam empulur, pupa di dalam tanah Pengendalian: Tan. serempak, kurang 10 hari, Rotasi tanaman bukan inang Var. toleran (Galunggung, Kerinci), Jerami 5 t/ha Daerah endemis Seed Treatment insek. monokrotofos Ambang Kendali 1 imago/5m baris atau 1 ekor/50 rumpun pada umur 6-10 hari Penggerek Batang (Melanogromyza sojae) Penggerek Pucuk (M. dolichostigma) GEJALA: ü Menyerang tan. muda, gejala bintik putih pada daun muda tempat pelatakan telur ü Tiap ruas ditemukan lubang gerekan larva, ranting patah dan mati ü Gejala penggerek pucuk, pertumbuhan, pembentukan bunga & polong terlambat ü Terbentuk cabang baru pd batang utama, tan. lebih pendek PENGENDALIAN: Tanam var. toleran, Sead treatment (Karbofuran, Tiametoxam) Cabut tanaman yang terserang KUTU KEBUL (Bemisia tabaci) Telur diletakkan imago di permukaan daun bawah, 5-6 hari menetas Serangga mengisap cairan daun, serangga mengeluarkan skresi embun madu Embun madu ditumbuhi cendawan jelaga (hitam), fotosintesis terganggu Daun keriting, daun rontok, tanaman kerdil B. tabaci, vektor virus, ambang kendali (1 ekor harus dimusnahakan) PENGENDALIAN Tanam var. toleran, tanaman penghalang (jagung 4 baris keliling plot) Memasang perangkap kuning (yellow trap) Aplikasi insektisida (tiametoksam) membunuh vektor Aplikasi Bio-Lec (ovisidal telur) Aplikasi pestisida nabati Ambang kendali : Gejala daun keriting, kelompok kutu pada daun muda umur 15 – 45 hari Kutu cabuk, Aphis glycines & A. gossypii Serangga vektor virus, berkembang dengan partenogenesis (tanpa kawin) Serangga mengisap cairan daun, serangga menghasilkan embun madu Gejala daun keriting, warna kuning, tanaman kerdil, jumlah polong terbatas PENGENDALIAN Tanam varietas toleran, tanam serempak Aplikasi insektisida (tiametoksam) Aplikasi pestisida nabati Ambang kendali : Gejala daun keriting, kelompok kutu pada daun muda umur 15 – 45 hari HAMA PENGISAP DAUN (Empoasca spp.) Gejala serangan : - Intensitas serangan tinggi musim kemarau - Kehilangan hasil mencapai 40% - Daun muda urat daun menjadi putih - Serangan tinggi tanaman layu Pengendalian : Tanam serempak, tidak lebih dari 10 hari Memajukan waktu tanam Tumpang sari dengan jagung Semprot insektisida efektif ULAT GRAYAK/ULAT TENTARA (Spodoptera litura) Telur diletakkan di permukaan daun bawah, ditutupi bulu perut Gejala daun dimakan larva tinggal tulang daun Instar 2-4 paling rakus, pupa di dalam tanah, imago (kupu2) PENGENDALIAN Tanam serempak < 10 hari Pemantauan secara rutin (pemusnahan kelompok telur) Tanaman perangkap Aplikasi Insektisida efektif, Biopest VirGra Varietas tahan AMBANG KENDALI : -Kerusakan daun 12,5% umur < 20 hari ada hama -Kerusakan daun 20% umur > 20 hari ada hama -10 larva instar-3/10 rumpun tanaman PENGGEREK POLONG (E. zinckenella dan E. hobsoni) Ngengat (abu-abu), garis putih (sayap depan) Telur (kelopak bunga, trikom polong) Telur menetas 5 hari Larva instar 2-4 paling rakus Makan polong dan biji, biji ruak tinggal kulit PENGENDALIAN: 1.Parasitoid T. bactrae-bactare 2.Insektisida lamda sihalotrin 3.Tan. perangkap (K. hijau, jagung) 4.Penyemprotan dg biopestisida VirGra PEMAKAN POLONG ( Helicoverpa armigera) Telur diletakkan terpencar pada daun, pucuk atau bunga pd malam hari, waktu berbunga Telur 4 hari menetas, larva I terbentuk langsung makan biji, masuk dalam polong Gejala polong berlubang, biji rusak, terdapat bekas kotoran larva pada polong Polong rusak, larva membentuk pupa keluar dari polong menuju tanah Imago berbentuk seperti kupu-kupu, tiap ekor produksi telur > 250 butir PENGENDALIAN Mekanis (musnahkan tanaman terserang/serangga Teknis (tanam serempak, memutus siklus hidup) Tanaman perangkap (jagung, K hijau), memasang yellow trap Insektisida lamda sihalotrin, fipronil, imidakloprid Sanitasi lahan sebelum tanam Aplikasi insektisida, Biopestisida VirGra Ambang Kendali : 2 ekor ulat/rumpun pada > 45 hari KUMBANG DAUN (Phaedonia inclusa Stall.) Warna kumbang hitam, mengkilat, sayap cokelat Serangga aktif pagi & sore hari, siang hari sembunyi dalam bongkahan tanah Serangga dewasa makan daun, pucuk tanaman, bunga, polong Telur diletakkan berkelompok, di permukaan daun bagian bawah, 4 hr menetas Gejala daun berlubang, polong muda luka lapisan kulit PENGENDALIAN Tanam serempak < 10 hari Pemantauan rutin, ambil telur, larva , imago Insektisida sipermetrin, BPMC, deltametrin, imidakloprid Pestisida nabati Penulis : ASTIANI ASADY, SP., MP. (Penyuluh Pertanian Kab. Bone)