Loading...

PENGENALAN PERTANIAN SEJAK DINI MELALUI KEGIATAN BUDIDAYA CABAI

PENGENALAN PERTANIAN SEJAK DINI MELALUI KEGIATAN BUDIDAYA CABAI
Pertanian merupakan ujung tombak dari ketahanan pangan Nasional. Akan tetapi dewasa ini pertanian seolah-olah ditinggalkan oleh generasi muda. Oleh sebab itu pengenalan dan edukasi pertanian memang sebaiknya diterapkan sejak dini, sehingga memunculkan kecintaan anak - anak terhadap pertanian, mengingat generasi muda merupakan generasi penerus pembangunan pertanian. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana khususnya Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan membuat program pengenalan pertanian sejak dini dengan cara pemberian bantuan benih dan Saprodi untuk budidaya cabai di beberapa Sekolah Dasar di masing-masing desa di setiap kecamatan di kabupaten Jembrana. Termasuk di wilayah binaan Desa Pengambengan, SDN 2 Pengambengan merupakan salah satu SD yang terpilih untuk menerima bantuan untuk budidaya cabai pada tanggal 13 Desember 2022. Selain untuk mengenalkan pertanian kepada anak-anak usia dini, diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut dapat menumbuhkan sikap kemandirian, kedisiplinan dan kerja keras bagi anak-anak. Kegiatan pertanian di tingkat sekolah dasar ini juga didukung oleh para Penyuluh Pertanian untuk mendampingi proses budidaya cabai dari persiapan media tanam sampai panen nanti. Selain itu para guru juga berkontribusi dalam pendampingan murid-murid sekolah dasar dalam praktek langsung. Sebelum dilakukan praktek langsung. Pada hari Sabtu tanggal 17 Desember 2022 Penyuluh Pertanian wilayah binaan Desa Pengambengan memberikan pelatihan secara umum bagaimana proses budidaya tanaman cabai meliputi proses persiapan media tanam, penanaman, perawatan, serta pengendalian hama dan penyakit. Sebelum memulai budidaya tanaman cabai ada beberapa hal yang perlu diketahui. Cabai dapat beradaptasi terhadap kondisi iklim dan tanah yang cukup beragam, akan tetapi memerlukan tanah yang gembur dengan pH 5,5-7. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi lebih baik untuk budidaya tanaman cabai. Adapun tahapan yang harus diketahui sebelum budidaya tanaman cabai, yaitu: Persiapan Lahan Lahan yang baik untuk penanaman cabai sebaiknya yang terkena sinar matahari yang cukup dengan pengairan yang cukup. Sebelum penanaman lahan sebaiknya lahan dibersihkan dari gulma dan diolah dengan dicangkul dengan tinggi +-30cm. Lalu dibuat bedengan dengan lebar antara 60-100 cm, panjang bedengan mengikuti lahan. Jarak antar bedengan antara 50-100cm. Penggunaan mulsa hitam perak disarankan untuk mengindari pertumbuhan gulma dan menghalau hama terutama kutu-kutuan dan trips. Jika penanaman cabai menggunakan polibag, gunakan polibag dengan ukuran 40x40cm. Gunakan campuran tanah: sekam:pupuk kandang 2:1:1. Pemupukan Sebelum melakukan pertanaman diharapkan adanya pemupukan dasar. Pemupukan dasar yaitu pemberian pupuk organik berupa kompos maupun fermentasi kotoran hewan. Dilakukan 3-4 hari sebelum tanam, dengan cara menaburkan secara merata di permukaan lahan/ bedengan. Dosis ideal pemberian pupuk organik adalah 2 ton/ hektar/ musim tanam. Selain pemupukan dasar juga diperlukan pemupukan susulan. Pemupukan susulan dapat dilakukan di umur 7 hst dengan penambahan pupuk NPK dengan cara di kocor maupun di tugal dengan dosis 400 kg/ha sampai panen. Pemupukan dapat dilakukan 1-2 minggu sekali. Penanaman Sistem penanaman cabai biasanya dengan menanam benih yang sudah berusia sekitar satu bulan. Pembuatan lubang tanam dengan jarak antar barisan dan antar tanaman sebesar 50 cm. Setelah penanaman dilakukan penyiraman. Pemeliharaan Cabai merupakan tanaman yang membutuhkan cukup air tetapi menghendaki tanah dengan drainase yang baik. Kekurangan air akan menyebabkan pertumbuhan cabai tidak optimal. Kelebihan air akan menyebabkan akar tanaman mudah terserang busuk akar. Penyiraman pada tanaman cabai dapat dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Dapat dilakukan penyiraman dua kali sehari jika keadaan cuaca kering. Pengairan juga dapat dilakukan dengan cara mengisi air di antara bedengan (di leb). Penyiangan gulma juga harus dilakukan, karena adanya gulma dapat mempengaruhi pertumbuhan cabai, karena terjadi persaingan dalam memperoleh nutrisi Pengendalian Hama dan Penyakit (OPT) Hama yang sering menyerang tanaman cabai antara lain adalah kutu kebul, kutu daun, lalat buah. Sedangkan penyakit yang sering menyerang cabai adalah virus mozaik, antraknosa, dan bercak daun yang disebabkan oleh jamur. Penanganan hama dan penyakit pada cabai sebaiknya menggunakan pestisida yang aman dan mudah terurai seperti pestisida nabati maupun agen hayati. Jika memang diperlukan penggunaan pestisida kimia, penggunaannya harus tepat jenis, dosis, cara, waktu. Untuk hama kutu kebul dan kutu daun dapat diberikan insektisida. Sedangkan untuk penyakit antraknosa dan bercak daun dapat menggunakan fungisida. Hama lalat buah dapat menggunakan perangkap feromon, sedangkan untuk penyakit yang disebabkan oleh virus adalah dengan mematikan serangga pembawa virus (vektor). Panen dan Pascapanen Cabai siap dipanen umur 80-85 hst, tergantung dari varietas dari tanaman cabai. Panen dapat dilakukan 3-5 hari sekali. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore sekali. Hasil panen sebaiknya disimpan di tempat yang teduh dan sejuk. Selain produk segar, cabai juga dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk olahan seperti cabai kering, cabai bubuk, saos cabai, dll. Penulis: Angrea Pratsna Paramitha, S.P. (Penyuluh Pertanian Pertama, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana)