PENGENALAN TANDA-TANDA TANAMAN SAKIT Tanaman yang menderita sakit sudah kelihatan tanda-tanda atau gejala-gejalanya dari luar. Sintom adalah tanda-tanda atau gejala penyakit. Tanda-tanda ini masih sulit untuk dijadikan pedoman guna menentukan apakah penyakit ini disebabkan oleh parasit atau nonparasit atau mungkin akibat gangguan hama. Untuk mengetahui penyebab penyakit dengan jelas harus diteliti keadaan tubuh tanaman atau keadaan tanah. Gejala sebenarnya adalah perubahan bagian tanaman yang merupakan reaksi tanaman terhadap masuknya benda asing seperti cendawan, bakteri, virus atau akibat kekurangan unsur-unsur makanan. Gejala penyakit tanaman bermacam-macam, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Layu Musim kemarau, pada siang hari biasanya ada tanaman yang kekurangan air dan menjadi layu. Namun setelah disiram dengan air, tanaman akan sehat kembali. Kelayuan seperti ini bukan karena penyakit parasit. Jika kelayuan yang diakibatkan terserang penyakit parasit, tanaman tidak akan segar lagi walaupun disiram air 2. Rontok Jika daun, ranting, bunga atu buah rontok sampai berlebihan, boleh dipastikan bahwa tanaman menderita kelainan. Penyebabnya bisa parasit, nonparasit atau hama 3. Perubahan warna Daun yang mula-mula berwarna hijau cerah menjadi berubah kuning, hijau redup atau hijau pucat disebut klorosisi. 4. Roset Tanaman yang mula-nula ruasnya panjang menjadi pendek-pendek sehingga buku satu dengan yang lainnya bersinggungan sampa berbentuk roset. Hal ini biasanya disebabkan oleh terserangnya tanaman oleh virus. 5. Nekrosis Nekrosis terjadi jika sekelompok sel disuatu bagian tanaman mati dan warnanya berubah menjadi coklat sehingga timbul bercak coklat. 6. Kerdil atau atrofi Daun kadang menjadi kecil, demikian juga buah atau bagian tanaman lainnya. Bahkan seluruh tubuh tanaman dapat menjadi kerdil, misalnya tanaman padi yang terserang wereng, kemudian terkena virus sehngga tanaman menjad kerdil seperti rumput. 7. Hipertrofi Adanya parasit atau faktor-faktor lain akan merangsang pertambahan besar bagian tanaman melebihi normal, misalnya pada akar, daun dan buah. Hal ini disebabkan karena pembelahan sel yang bertambah banyak dan besar. Gejala ini disebut hyperplasia. 8. Etiolasi Pertumbuhan tanaman memanjang kecil, pucat dan lemah karena kekurangan cahaya matahari. Tanaman yang terkena etiolasi akan mudah terserang penyakit semai roboh. 9. Daun berlubang-lubang Bercak berbentuk lingkaran pada tanaman kentang. Bercak tersebut bisa menjadi kering dan rontok sehingga terjadi lubang yang disebut perforasi. 10. Kanker Luka setempat pada batang berkayu sering mengakibatkan kulit menjadi rapuh dan mudah lepas. 11. Semai roboh (damping off) Biasanya penyakit ini disebabkan karena udara lembab dan kekurangan sinar matahari. Kondisi tersebut biasanya disebabkan atap persemaian tidak terbuka 12. Daun mengeriting Biasanya akibat dari terkenanya serangan virus 13. Eksudasi ( exudate) Eksudasi terjadi pada tanaman yang sakit yang mengeluarkan cairan. Bentuk dan warna cairan berbeda-beda, tergantung tanaman dan penyakitnya. 14. Mumifikasi Buah menjadi kering mengekrut seperti mumi. Mula-mula buah menjadi busuk basah, lalu terisi benang-benang cendawan parasit hingga mulai mengerut dan kering 15. Kudis Daun, ranting, cabang dan kulit buah jeruk sering terserang kudis berupa bintik-bintik berwarna kuning kecoklatan dan bergabus 16. Busuk Busuk ini ada dua yaiu busuk kering dan busuk basah. Biasanya busuk ini menyerang akar, batang. Kuncup dan buah. 17. Tepung Daun, batang atau buah kapri kelihatan berwarna putih karena tertutup tepung. Tepung ini merupakan spora yang bisa berhamburan ke mana-mana jika dihembuskan angin. Penyebab penyakit ini adalah cendawan erysiphe polygoni (Delmita Andini-BAB Tapan).