Loading...

PENGENALAN VARIETAS UNGGUL BARU PADI INPARI 48 BLAS DI KALIMANTAN BARAT

PENGENALAN VARIETAS UNGGUL BARU PADI INPARI 48 BLAS DI KALIMANTAN BARAT
Varietas Unggul merupakan salah satu komponen teknologi budidaya pertanian yang memegang peranan utama baik dalam hal peningkatan hasil persatuan luas maupun sebagai salah satu komponen utama dalam pengendalian hama penyakit. Varietas sebagai salah satu komponen produksi telah memberikan sumbangan sebesar 56% dalam peningkatan produksi, oleh karena itu peningkatan produktivitas padi dapat diupayakan melalui penggunaan varietas unggul baru. Dengan menggunakan varietas unggul baru, pertumbuhan tanaman menjadi seragam sehingga panen menjadi serempak, rendemen dan mutu hasil lebih tinggi, sesuai dengan selera konsumen, dan tanaman akan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap gangguan hama dan penyakit dan beradaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Penyakit blas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi pada pertanaman padi. Penyakit blas merupakan penyakit utama yang menyerang pada semua fase pertumbuhan tanaman, cepat sekali menyebar dan kehilangan hasil akibat penyakit blas dapat mencapai 50% bahkan bisa gagal panen jika penanganannya tidak cepat dan tepat. Penggunaan varietas tahan merupakan salah satu alternative dalam pengendalian penyakit blas karena selain murah, mudah dan juga ramah lingkungan. Inpari 48 blas merupakan salah satu varietas unggul Badan Litbang Pertanian yang dilepas pada tahun 2020 yang memiliki ketahanan terhadap 4 ras blas yang akan menjadi alternative penggunaan varietas tahan blas yang telah ada seperti Inpari 39 Tadah Hujan Agritan, Inpari 41 Tadah Hujan dan Inpari 43 Agritan GSR yang hanya memiliki ketahanan 1-2 ras blas saja. Selain memiliki ketahanan terhadap blas, Inpari 48 Blas juga agak tahan hawar daun bakteri (HDB) patotipe III dan IV serta agak tahan hama wereng coklat. Varietas ini memiliki umur tanaman ±121 hari, tinggi tanaman ±124 cm, bentuk gabah ramping, rata-rata hasil 7,64 t/ha gabah kering giling (GKG) dengan potensi hasil 9,13 t/ha GKG, tektur nasi pulen dengan kadar amilosa ±23,58. Varietas ini memiliki kulit gabah yang tipis dengan rendemen beras pecah kulit berkisar 77.8% dan beras kepala 95.1%. Pengenalan Inpari 48 Blas di Kalimantan Barat Di Kalimantan Barat, Inpari 48 blas pertama kali di perkenalkan dan ditanam di Kecamatan Pemangkat Kabupaten Sambas pada musim tanam Gadu tahun 2022 melalui pengelolaan tanaman terpadu (PTT) dalam bentuk demplot.. Komponen yang diterapkan selain varietas unggul dan benih bermutu (FS) adalah : Pengolahan tanah Pengolahan tanah telah dilakukan dengan menggunakan traktor roda 4 dan hand traktor (olah tanah sempurna), dimana lahan terlebih dahulu disemprot menggunakan herbisida pratumbuh setelah itu baru diolah. Penanaman Penanaman padi pada umur < 21 hari setelah semai (HSS) dengan sistem tanam jajar legowo 4:1, jarak tanam 25 cm x 15 cm x 40 cm dengan 2-3 batang/lubang Pemupukan Pemupukan dilakukan berdasarkan hasil analisa tanah dengan PUTS (200 kg urea/ha, 100 kg SP36/ha, 50 kg KCl/ha). Pemupukan dilakukan secara sebar merata Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) OPT terdiri dari gulma, hama dan penyakit tanaman. Pengendalian gulma dilakukan dengan menggunakan herbisida dan manual tergantung banyaknya gulma. Pengendalian hama penyakit dilakukan jika serangan telah mencapai ambang batas kendali Panen dan Pasca Panen Panen dilakukan dengan menggunakan combine harvester. Panen dilakukan pada saat 95 % gabah sudah menguning dan daun bendera telah mengering. Umur optimal malai 30 – 35 hari terhitung sejak hari sesudah berbunga (HSB). Kadar air berkisar 21 – 26 %. Kerontokan gabah sekitar 16 – 30 % (cara mengukurnya dengan meremas malai dengan tangan). Setelah panen dilakukan penjemuran padi sampai kadar air 10 – 13% (hasil akan dijadikan benih). Hasil Demplot Inpari 48 Blas Dengan menggunakan teknologi PTT diperoleh hasil Inpari 48 blas sebesar 6,35 t/ha. Hasil demplot ini lebih rendah dari deskripsi Inpari 48 blas, karena pada saat persemaian kondisi kering, sehingga pertumbuhan semaian kurang optimal yang akhirnya berdampak pada pertumbuhan, perkembangan dan produksi. Namun demikian, produktivitas Inpari 48 blas ini lebih tinggi dari varietas Inpari 32 yang biasa ditanam oleh petani 5,28 t/ha. Hasil Inpari 48 Blas ini menjadi benih dan telah disertifikasi oleh BPSB dengan kelas benih SS/BP dengan harapan benih Inpari 48 Blas ini bisa tersebar dan diterapkan oleh petani pada lokasi-lokasi yang berpotensi penyakit blas. DAFTAR PUSTAKA Anonim, 2015. Penyakit Blas Pada Tanaman Padi dan Cara Pengendaliannya. http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-berita/info-teknologi/ penyakit-blaspada- tanaman-padi-dan-cara-pengendaliannya Hapsah, M.D. 2005. “Potensi, Peluang, dan Strategi Pencapaian Swasembada Beras dan Kemandirian Pangan Nasional”. Hal. 55-70. Dalam Suprihatno et al. (Ed.) Inovasi Teknologi Padi Menuju Swasembada Beras Berkelanjutan. Buku Satu. Badan Litbang Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. 1992. Varietas Unggul Baru Padi. Bogor Sastro et al. 2021. Deskripsi Varietas Unggul Baru Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian Penyusun : Ir. Sari Nurita_Penyuluh BPTP Kalbar