Loading...

PENGENDALIAN ASEM-ASEMAN

PENGENDALIAN ASEM-ASEMAN
- LATAR BELAKANGa. Sistem drainase yang buruk sihingga lapisan pirit yang timbul tidak bisa tercuci. Ini biasa banyak pada lahan yang berpasir dan terdapat sumber air.b. Mikroba tanah perombak bahan organik yang jauh menurun akibat perlakuan pupuk kimia (Urea) yang over dosis, fungisida yang berlebihan dan minimnya bahan organik yang masuk.c. Tunggul/jerami bekas panen tidak terdekomposisi secara baik akibat proses tanam yang singkat tanpa ada factor jeda, sehingga saat bibit padi ditanam gas SO2 dan metan hasil proses dekomposisi yang belum selesai meracuni akar tanaman.d. Lapisan pirit tanah teroksodasi akibat proses pembalikan tanah/pembajakan kurang sempurna sehingga tanaman mengalami gejala keracunan besi(Fe).e. Akibat proses diatas maka munculnya mikroba patogen yang menyerang akar padi sehingga akar nampak sakit, menghitam dan busuk. - TUJUANPetani dapat mengindentifikasi dan mengendalikan gejala asem-aseman pada lahannya sendiri - LANGKAH KERJA 1. Indentifikasi penyakit a. Tanaman padi kerdil, , Daun kuning kecoklatan seperti terbakar hingga akhirnya habis dan berujung dengan kematian pada jaringan batang, akar berwarna coklat - ke kuningan, dan perkebangan terhambat, b. Pertumbuhan tanaman tidak merata, anakan banyak yang mati.c. Terjadi pada bulan maret – april umur 2-5 minggu setelah tanam, biasa terjadi pada musim kemarau /penghujan.d. Lahan selalu tergenang air, dan sulit untuk dikeringkan. Biasa tanah berpasir dan ada sumber air 2 Tindakan Pencegahan a. Perbaikan drainase lahan agar air bisa segera terbuang tidak terus menggenang, atau bisa dibuat parit disekliling petakan lahan untuk memudahkan air terkumpul di pinggir.b. Melakukan penundaan waktu tanam sampai proses pelapukan sisa bahan organic selesai dengan sempurna, bisa ditambahkan bahan perombak berbahan mikroorganisma untuk mempercepat proses.c. Tambahkan setiap proses pengolahan lahan dengan bahan organic yang sudah matang sempurna minimal 2 ton/Ha, sehingga memperbesar daya serap air dan memperbaiki strutur tanah.d. Gunakan varietas yang toleran, seperti Membrano, Kali Mas, Sintanur dan Infari6e. Lakukan pergiliran tanaman, dengan tanaman lain selain padi seperti polowijo/ sayuran/Jagung.3. Tindakan Pengendalian a. Penggunaan unsur N dari Urea sementara dihentikan sebagai gantinya unsur N yang berasal dari ZA. Diberikan 20 hari setelah tanam atau lebih.b. Penambahan ZnSO4 - Pencelupan akar dalam larutan 2% ZnSO4 (20 g /liter air)- Dipupuk dasar kurang lebih 15-20 kg /Ha- Disemprot larutan 0,5% ZnSO4 dengan volume 200 ltr/Ha- Pemupukan P dan K disesuaikan.c. Gunakan pengairan secara berselang (pemberian dan pengurangan air secara bergantian) agar ada per-tukaran udara didalam tanah. - INFORMASI POKOKa. Ada cara kimia yang bisa digunakan yaitu penyemprotan ZnSo4 ke tanaman, namun hal itu hanya langkah kuratif dan alangkah baiknya jika kita sedia payung sebelum hujan. Cara yang efektif utk menanggulangi asem2x secara dini adalah dengan menggunakan mikroba perombak/dekomposer yang kandungan didalamnya mampu merombak selulosa jerami secara cepat sekaligus menangkal mikroba “jahat” yang akan mengganggu pertumbuhan padi. Mikroba tersebut misalnya streptomices sp,geobacillus sp,trichoderma.b. Ada banyak produk dekomposer yang dijual di pasaran namun secara iseng mencoba membiakkan produk dekoprima untuk mengatasi masalah asem-aseman sehingga jatuhnya ke petani lebih murah,bahannya mudah dicari dengan teknologi yang mudah diterapkan oleh petani kita.c. Bahan- bahan yang digunakan untuk membuat dekomposer adalah sebagai berikut:1. Dekoprima 1 sachet2. Gula 250 gram3. Air suling/air mineral (Aqua) 1 galon4. Tepung kanji 200 gram5. Asam amino berbentuk tepungd. Alat yang diperlukan :1. Galon Aqua yang baru2. Aerator aquarium 2 lubang 5 watt3. Penyambung selang atau T4. Selang aerator secukupnya5. Kapas6. 3 botol kosong aqua 600 cc7. Sterilisator methly blue8. Gandul pemberat selange. Cara perakitan dan tahap pembuatan sebagai berikut :1. Semua bahan direbus hingga mendidih dan dimasukkan kedalam galon Aqua yang kosong biarkan hingga dingin dengan sendirinya selama 12 jam.2. Siapkan alat2x yang sudah dibeli dan disambung sesuai dengan foto yang terlampir..Aerasi selama 14 hari atau 2 minggu.3. Dekomposer dapat dikatakan jadi jika aromanya harum tidak busuk.f. Dekomposer yang sudah jadi dapat diaplikasikan dengan dosis 2 gelas aqua per tangki 14 liter ke tanah atau bahan kohe yang akan dikompos.Untuk mengendalikan asem2x an harap diaplikasikan pada saat olah tanah dan saat umur 20 hst.Dekomposer ini pun bisa untuk menanggulangi penyakit layu pada tanaman cabai, melon, semangka dengan cara 1 gelas aqua dekompose diencerkan dengan 10 L air bersih disemprotkan saat tutup mulsa dan dikocorkan 250 cc pada akar tanaman 1 bulan sekali. Alhamdulillah dari beberapa petani yang menggunakan metode ini sudah tidak mengalami asem-aseman lagi….