Loading...

Pengendalian Gulma Dengan Teknologi Drone

Pengendalian Gulma Dengan Teknologi Drone
Di Era pertanian modern, dimana semua serba mesin menuntut para pelaku utama bidang pertanian harus menguasai teknologi. Sistem Pertanian tradisional mulai bergeser menuju penggunaan alat dan mesin pertanian yang lebih canggih. Tidak terkecuali dalam hal penanganan gulma di areal persawahan. Efektivitas dan efisiensi dalam usaha tani sangat diperlukan untuk meminimalkan biaya yang dikeluarkan oleh petani. Di Desa Tapus Kecamatan Amuntai Tengah, Pemerintah Desa melalui Dana Ketahanan Pangan 20% Desa telah menganggarkan biaya di bidang pertanian salah satunya adalah pembersihan gulma dengan menggunakan drone, salah satu teknologi yang mulai dilirik oleh petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penggunaan Drone dianggap lebih mudah dalam membasmi perkembangan gulma yang hidup di air karena wilayah HSU khususnya Kecamatan Amuntai Tengah dikelilingi oleh rawa lebak sehingga menyulitkan petani ketika ingin membersihkan lahan persawahan mereka. Pemerintah Desa Tapus sendiri bersama BPP Kecamatan Amuntai Tengah telah memfasilitasi kegiatan ini untuk membantu masyarakat tani yang ada di desa tersebut yang mengalami kesulitan tanam karena perkembangan gulma yang sangat tinggi terutama saat musim penghujan dan lahan tergenang air dalam waktu yang cukup lama. Lahan Desa Tapus sendiri memiliki luas lahan potensial pertanian seluas 216.53 Ha, namun yang bisa dimanfaatkan kurang dari 50% dikarenakan lahan yang selalu tergenang sepanjang tahun dan masih tingginya perkembangan gulma terutama gulma susupan gunung. Dengan adanya kegiatan pengendalian gulma menggunakan drone ini diharapkan dapat mengurangi populasi gulma di areal pertanaman sehingga petani bisa memulai waktu tanamnya. Penulis : Fahnida Ratna Maulidya, SP Admin BPP Kecamatan Amuntai Tengah