Pendahuluan Tanaman Mangga merupakan salah satu tanaman buah unggul nasional yang sangat digemari masyarakat indonesia maupun dunia, karena buah ini memiliki citarasa yang cenderung manis, bernilai ekonomi dan tentunya mempunyai nilai gizi yang tinggi. Buah Mangga dengan kandungan nutrisi antara lain rendah kalori, protein, lemak, karbohidrat, kaya serat, vitamin C, vitamin A, asam folat, vitamin B-6, vitamin K, potassium, tembaga, kalsium, zat besi, antioksidan dan beta karoten. Manfaat buah mangga untuk kesehatan diantaranya adalah mencegah diabetes, mencegah penyakit jantung, mencegah penyakit kanker, mengandung antioksidan, baik untuk kesehatan tulang, sebagai sumber zat besi serta baik untuk kesehatan mata. Buah mangga dapat dikonsumsi sebagai buah segar maupun dalam bentuk produk olahan. Beberapa jenis buah mangga unggulan nasional antara lain mangga arumanis, mangga gedong gincu, mangga manalagi, dan mangga golek. Indonesia mempunyai peluang yang besar sebagai pengekspor utama mangga dunia, karena selain permintaan buah mangga dari luar negeri cukup tinggi, buah ini juga dapat dijadikan potensi industri dan produk olahan, namun sayangnya peluang ekspor ini belum dapat maksimal karena indonesia belum mampu memanfaatkan secara maksimal potensi pasar luar negeri karena terkendala beberapa permasalahan diantaranya belum berkembangnya varietas unggul yang telah dilepas, penerapan budidaya berdasarkan SPO belum optimal, belum terciptanya kelembagaan yang kuat antar pelaku agribisnis, dan yang paling utama terkendala pada mutu buah akibat serangan hama dan penyakit yang cukup tinggi. Di Kepulauan Bangka Belitung tanaman mangga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hampir disetiap halaman rumah warga ditemukan pohon mangga terutama di Kabupaten Bangka Barat. Tanaman Mangga dapat tumbuh pada ketinggi tempat 1-500 m diatas permukaan laut, iklim kering sampai sedang dengan suhu yang dikehendaki 24-27°C, curah hujan 1500-2000 mm/thn, pH tanah 5.5-7.5 dengan jenis tanah lempung berpasir. Prospek pengembangan buah mangga di Kepulauan Bangka Belitung sangat besar karena mangga yang dihasilkan dari Bangka Belitung mempunyai citarasa yang manis, namun permasalahan yang banyak dihadapi masyarakat Bangka Belitung sama halnya dengan daerah lainnya adalah kualitas mutu buah yang rendah akibat serangan hama dan penyakit. Hama Kutu Putih (Planacoccus spinosus) Hama ini menyerang bagian sel tanaman dengan gejala serangan dimana akan terlihat daun mengering dan gugur. Pengendalian dengan cara mekanis yaitu dengan memotong dan membakar daun terserang dan secara kimia dengan cara pengggunaan insektisida berbahan aktif lambdacyhalothrin atau deltametrin. Penggerek Batang (Rhytidodera integra) Hama ini menyerang cabang tanaman mulai dari ranting hingga pangkal batang dengan gejala terdapat lubang gerekan pada batang, pada serangan yang tinggi akan menyebabkan tanaman layu, daun rontok dan akhirnya tanaman mati. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis, biologis dan kimia. Secara mekanis adalah dengan mengambil hama secara manual lalu dibakar dan secara kimia dengan cara penggunaan insektisida berbahan aktif karbanil. Ulat Perusak Daun (Orthaga melanoporals) Ulat perusak daun bekerja dengan cara menyerang bagian dari daun tanaman dan pucuk muda. Gejala serangan terlihat daun patah, layu dan gugur. Pengendalian secara mekanis dengan cara memotong, membakar daun yang terserang, sedangkan pengendalian secara kimia dengan cara penggunaan insektisida berbahan aktif lambdacyhalothrin/fenalerat. Wereng Mangga (Indiocerus niveosparsus) Hama wereng mangga menyerang dengan cara menghisap cairan daun atau pucuk muda saat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Gejala serangan akan tampak daun menjadi patah, layu dan gugur. Pengendalian secara mekanis dengan cara memusnahkan bagian yang terserang, secara biologis dengan cara penggunaan predator Lycosa sp dan Pipunculus sp. Pengendalian secara kimia dengan penggunaan insektisida monocrotophos, BPMC. Kumbang buah mangga Hama ini menyerang bagian buah, gejala terlihat terdapat bintik hitam pada permukaan kulit buah. Pengendalian secara mekanis dengan mengumpulkan buah yang terserang dan membakarnya, secara biologi dengan pemanfaatan musuh alami semut rangrang. Pengendalian secara kimia dengan cara penggunaan insektisida berbahan aktif medidation yang dialpikasikan pada saat pembentukan flush terakhir sebelum berbunga. Thrips Menyerang permukaan bawah daun, malai dan buah muda, gejala akan tampak daun mengeriting dan kegagalan fruitset. Pengendalian secara mekanis dengan sanitasi lingkungan dan pemusnahan bagian yang terserang, Pengendalian secara biologi dengan cara pemanfaatan musuh alami Tripoctenus bohi. Secara kimia dengan penggunaan insektisida berbahan aktif protiofos. Lalat Buah Hama ini akan menyerang buah gejala tampak terdapat bintik hitam pada permukaan kulit buah menyebabkan buah busuk dan gugur. Pada serangan awal hanya nampak titik hitam yang kecil. Perkembangan ulat terjadi pada waktu pematangan buah. Di sekeliling titik hitam lama-kelamaan menguning dan selanjutnya buah mulai membusuk. Pengendalian secara mekanis dengan cara sanitasi lingkungan, mengumpulkan buah terserang dan menguburnya. Penggunaan atraktan metil eugenol (ME) dapat dilakukan dengan tujuan untuk bahan penarik lalat buah menggunakan perangkap botol bekas air mineral. Pengendalian secara biologi dengan penggunaan parasitoid Biosteres sp dan Opius sp. Penggerek buah (Noorda albizonalis Hampson) Hama ini menyerang buah dengan gejala terdapat bintik hitam pada permukaan kulit buah, busuk buah dan gugur, menyerang saat buah sebesar pingpong. Pengendalian secara mekanis dengan cara mengumpulkan buah yang terserang dan menguburnya. Pengendalian secara biologi dengan cara penggunaan predator larva Rhyncium attrisium. Secara kimia dikendalikan dengan penggunaan insektisida berbahan aktif ethofenproxatau deltametrin. Penyakit Penyakit Antraknose (Colletotrichum gloeosporioides) Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang menyerang hampir seluruh bagian mangga. Serangan pada buah dengan gejala serangan yang tampak adalah terdapat bercak bulat hingga angular warna coklat dan kelabu ditengahnya, kekuningan di tepi atau berlubag (Shothole). Biasanya menyerang pada saat pembungaan atau pembuahan. Apabila bunga yang terserang maka panen akan gagal karena menyebabkan rontok pada bunga. Serangan pada daun akan muncul bercak coklat seperti berkarat. Pengendalian secara mekanis yaitu dengan sanitasi lingkungan dan pemangkasan ranting, daun dan buah yang terserang yang selanjutnya di bakar. Pengendalian secara kimia dengan cara kombinasi penggunaan fungsisida sistemik dan kontak berbahan aktif benomyl, klorotalonil, propineb, Cu dan mankozeb dan fungsisida nabati berupa minyak sereh wangi.