Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi dapat dilakukan secara terpadu melalui metode fisik/mekanik (misalnya perangkap lampu, membersihkan gulma secara manual), biologis (memanfaatkan musuh alami seperti burung hantu), kultur teknis (pemilihan varietas tahan, rotasi tanam, pemupukan berimbang), dan kimia (menggunakan pestisida yang sesuai anjuran). Pemilihan metode bergantung pada jenis serangan, serta dilakukan secara bertahap dari yang paling ramah lingkungan.
- Pemilihan varietas:
Pilih varietas padi yang tahan terhadap hama dan penyakit tertentu, seperti Inpari 18, Inpari 13, Inpari 19, dan Inpari 20 untuk varietas tahan terhadap penyakit dan hama.
- Pemupukan:
Berikan pemupukan berimbang dan sesuai anjuran. Jangan menggunakan pupuk nitrogen berlebihan, karena dapat mengundang penyakit seperti blast.
2. Pengendalian Mekanik dan Fisik
- Pengendalian hama secara langsung:
Cabut gulma secara manual
- Perangkap: Gunakan perangkap lampu untuk menarik serangga pada malam hari dan memonitor populasi hama.
3. Pengendalian Biologis
- Musuh alami, Manfaatkan musuh alami seperti burung hantu untuk mengendalikan tikus.
- Buat pestisida alami dari tumbuhan seperti daun nimba, sambiloto, tembakau, atau akar tuba untuk mengendalikan hama dan penyakit.
4. Pengendalian Kimia
Gunakan pestisida kimia sebagai langkah terakhir jika metode lain tidak efektif.