Bawang Putih adalah bahan bumbu yang setiap hari digunakan untuk penyedap masakan oleh masyarakat indonesia. Namun ketersediaan bawang putih sebagian besar dicukupi dari impor. Untuk itu petani Indonesia diminta untuk memproduksi dalam jumlah yang cukup sehingga ketergantungan akan impor berangsur berkurang. Persyaratan tumbuh bawang putih menyukai tempt berketinggian 700 - 1.500 mdpl. Tipe tanah gembur, lempung berpasir. Kemiringan lahan kurang dari 30%. Suhu antara 15° C - 20° C. Curah hujan 1.500 mm/tahun, PH tanah: 6,9 - 7,2, Berikut Pengendalian hama dan penyakit tanaman bawang putih secara umum : Penerapan pola tanam yang meliputi : pengaturan pola tanam, pergiliran tanaman,tanam serentak, tumpang sari ataumonokultur. Sanitasi/pengendalian gulma di sekitar pertanaman Trips (Thrips tabaci Lind & Thrips parvisipunus Karny) Gejala serangan: Daun yang terserang berwarna putih mengkilap seperti perak, kemudian berubah kecoklatan dan berbintik hitam. Serangan berat terjadi pada suhu rata - rata di atas normal disertai hujan rintik- rintik dan kelembaban udara di atas 70%. Pengendalian: Penanaman serentak sekitar pertengahan Mei sampai awal Juni Gunakan musuh alami kumbang macan/kumbang helm predator Coccinellidae. Pemasangan perangkap berwarna kuning berperekat, sebanyak 80 -100 buah/Ha. Ulat Bawang (Spodoptera exigua Hubn) Gejala serangan: Berbercak, warna putih transparan. Begitu menetas dari telur ulat masuk ke dalam daun dengan jalan melubangi ujung daun kemudian menggerek permukaan bagian dalam daun. Daun dapat mengering. Pengendalian Gunakan Perangkap Lampu Gunakan musuh alami capung, kepik parasitoid Polites sp, lalat Tritaxys braueri, Cuposera varia, lebah Telenomus sp, parasit Apanteles sp, semut api dan agen hayati SE-NPV. Penyakit Bercak Ungu atau Trotol (Alternaria porri) Gejala: Daun berbercak putih ukuran 1-2 mm, kemudian melebar dan berubah warna putih kehijauan. Tanaman mati mendadak, daun bawah rebah karena pangkal dan mengecil. Penyakit kurang terdapat pada musim kemarau, di lahan berdrainase baik, dan gulma terkendali. Pengendalian Waktu tanam yang tepat, penanaman sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Bila tanaman terkena hujan atau embun, segera disiram air bersih untuk mencuci sisa air hujan dan percikan tanah yang menempel pada daun. Sisa air hujan adalah media untuk tumbuhnya spora cendawan, sedangkan percikan tanah yang mengering akan menimbulkan luka sehingga memudahkan masuknya spora cendawan ke dalam jaringan tanaman Penggunaan pupuk yang berimbang, penggunaan pupuk N jangan terlalu berlebih Pencelupan bibit umbi maksimal 3 menit dalam larutan agensi hayati Pseudomonas fluorescens dengan dosis 1 ml/I air. Penyakit embun tepung Gejala: Daun bagian luar dan umbi tertutup " bulu-bulu halus" berwarna ungu yang merupakan massa spora dalam jumlah yang sangat banyak, daun kemudian menjadi layu dan kering. Jika tanaman terinfeksi mampu bertahan hidup, pertumbuhannya terhambat, daun hijau pucat. Serangan dapat menjalar ke umbi yang mengakibatkan umbi membusuk, tetapi lapis luarnya mengering dan berkerut. (Purnomojati Anggoroseto, SP, MSi.) (Sumber: Budidaya Sayuran Bawang Putih, Direktorat Sayuran Dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian 2017)