Kadar air yang cukup tinggi (62%) dan penanganan pasca panen yang tidak benar dapat menyebabkan talas mudah rusak oleh mikroorganisme. Berikut ada beberapa hama yang sering dijumpai dan menyerang tanaman talas beserta cara pengendaliannya.: Serangga Aphis gossypii (Hemiptera: Aphididae) Baik nimfa maupun dewasa yang bersayap dan tidak bersayap mengisap cairan daun. Gejalanya: daun menjadi agak keriting. Aphis mengeluarkan cairan madu, yang dapat menarik semut. Pengendaliannya: dengan insektisida carbaryl, diazinon dimetoat dan malation cukup efektif untuk mengendalikan hama tersebut. Ulat Heppotion calerino (Lepidoptera: Sphingidae) Gejalanya: ulat berukuran besar dan sangat rakus yang dapat memakan seluruh helai daun, bahkan populasi tinggi dapat makan pelepah daun juga, sehingga tanaman menjadi gundul. Pengendaliannya: mengambil dan memusnahkan ulat tersebut, bisa juga dengan insektisida Carbaryl, jika kerusakan mencapai 50%. Serangga Agrius convolvuli (Kupu-kupu: Sphingidae) Ulat yang berukuran a populasi yang tinggi, makan tangkai daun sehingga tanaman menjadi gundul. Defoliasi dimulai dari tepi daun. Pengendaliannya: pembajakan tanah setelah panen dapat memusnahkan hama tersebut, bisa juga dengan insektisida yang efektif sebaiknya dilakukan pada saat ulat masih kecil dengan carbaryl 0,2%. Serangga Tarophagus proserpina (Hemiptera: Delphacidae) Gejalanya: serangga dewasa dan nimfa mengusap cairan pelepah daun, sehingga warnanya berubah menjadi coklat. Pengendaliannya: diintroduksikan sejenis pemangsa yaitu Cyrtorthinus pulus atau dengan serangga yang dinilai efektif untuk mengendalikan hama tersebut yaitu carbaryl, malation, dan tri-chlorform. Serangga Bemisia tabaci (Hemiptera: Aleurodidae) Gejalanya: pada serangan yang berat daun menjadi kering, pertumbuhan terhambat dan tanaman menjadi kerdil. Pengendaliannya: menggunakan carbaryl, malation, dan tri-chlorform. Ulat Spodoptera litura (Kupu-kupu: Noctuidae) Gejalanya: daun yang terserang oleh kelompok ulat yang masih kecil akan kehilangan lapisan epidermisnya sehingga menjadi transparan, dan akhirnya kering. Pengendaliannya: dengan insektisida carbaryl dan dichorvos, dilakukan apabila kerusakan telah mencapai 50%. Serangga Tetranychus cinnabarinus (Acarina: Tetranichidae) Gejalanya: helai daun yang terserang nampak bintik-bintik putih atau kuning, karena serangga tersebut mengisap cairan daun. Apabila populasi sangat tinggi daun kelihatan memutih, kemudian layu dan mati. Pengendaliannya: pestisida azodrin, caerol, galecron, plictron, omite dan trition.