Pengendalian Hama Keong Mas pada Tanaman Padi Sawah Latar Belakang Baru-baru ini, beberapa petani telah mulai untuk memperlakukan keong mas bukan sebagai hama padi, tetapi sebagai agen "ramah lingkungan" kontrol biologi untuk gulma. Bahkan, keong mas efektif dalam mengendalikan gulma. Namun, hampir tidak mungkin untuk mencegah emigrasi keong mas dari satu sawah ke sawah-sawah disekitarnya, sedangkan kerusakan tanaman padi muda akibat keong mas tidak dapat dikontrol jika sawah memiliki permukaan yang tidak rata. A. Pencegahan Penyebaran Keong mas menyebar melalui air. Mencegah penyebaran merupakan usaha yang lebih baik. Jika suatu daerah sudah terinvasi, keong mas akan sulit dikendalikan. Pencegahan penyebaran sebaiknya pada daerah yang belum ada populasi keong mas. Pencegahan penyebaran keong mas bukan hanya pada pertanaman padi, tetapi juga untuk menjaga lingkungan dan kesehatan. Keong mas rakus dengan semua jenis tanaman air. B. Pengendalian Secara MekanisPengolahan tanah dengan cara dibajak, kemudian diikuti oleh pelumpuran, dapat mengurangi populasi keong mas. Penyaring seperti layar jaring kawat didirikan di titik-titik saluran masuknya air untuk mencegah penyebaran melalui aliran air. Pengambilan keong mas akan lebih mudah jika dilakukan pada pagi hari. C. Tanaman AtraktanBeberapa jenis tanaman dapat bersifat atraktan seperti daun pepaya, kulit nangka, kulit mangga, daun talas, dan daun singkong. Keong akan berkumpul pada bahan atraktan yang diletakkan di petak sawah sehingga mudah dipungut. Peletakan bahan atraktan pada petak sawah sebaiknya sore hari. D. Pengendalian Secara Kultur Teknik Pengendalian secara kultur tidak mencemari lingkungan. Cara yang dapat dilakukan antara lain adalah dengan menanam bibit yang lebih tua. Bibit padi yang berumur lebih dari 28 hari kurang disukai oleh keong. Oleh karena itu, serangan keong mas pada pertanaman padi yang ditanam secara sebar langsung lebih berat dari tanam pindah. Memberikan pupuk dasar sebelum tanam dapat mengurangi tingkat serangan keong mas. Kulit keong yang terkena pupuk menyebabkan iritasi dan mati karena mengeluarkan banyak lendir. Pengapuran (CaO) dapat menyebabkan keong mas kurang aktif dan bahkan mati. Pengapuran dengan takaran 50 kg/ha efektif menekan perkembangan keong mas Pengapuran dianjurkan pada saat populasi keong mas rendah atau pada saat tanam. Selain menurunkan daya makan keong mas, penggunaan kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah, terutama pada tanah masam. Rotasi tanaman padi dengan kedelai, terutama untuk tanaman padi sebar langsung, dapat menekan populasi keong mas, dibandingkan dengan tanpa rotasi. A. Pengendalian Secara BiologiPredator keong mas yang potensial adalah beberapa spesies kepiting, penyu, dan tikus. Musuh alami keong mas adalah semut merah dan belalang yang memakan telur keong. Tikus sawah juga dapat makan daging atau memangsa keong mas secara utuh. B. Penggembalaan bebek Bebek juga merupakan predator keong mas sebagai pakannya, terutama untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalsium. Pada agriekosistem sawah, bebek biasanya mencari hewan di dalam air sebagai pakan, termasuk keong mas. Menggembalakan 200 ekor bebek/ha lahan sawah dua hari sebelum tanam selama 8 jam/hari dapat mengurangi populasi keong mas sampai 89,2% dan mengurangi kerusakan rumpun padi hingga 47%. C. Pengendalian Secara Kimiawi Meskipun pengendalian kimia disertakan dalam paket PHT, menggunakan bahan kimia berbahaya bagi lingkungan, dan juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Pengendalian kimia lebih baik hanya ketika kepadatan populasi hama melebihi 5 keong mas m-2. Bahan kimia yang dianjurkan untuk pengendalian keong mas termasuk teh serbuk biji, pelet dari metaldehid 5% dan niclosamide. D. Pestisida sintetik Sampai saat ini hanya satu bahan aktif moluskisida sintetik niklosamida dan satu moluskisida nabati yang mengandung saponin yang telah terdaftar sebagai bahan pengendalian keong mas Niklosamida merupakan moluskisida untuk siput air tawar, aplikasi niklosamida juga dapat mengganggu pertumbuhan padi tanam sebar langsung. E. Pestisida Nabati Beberapa jenis tanaman dapat bertindak sebagai moluskisida nabati untuk mengendalikan keong mas. Tanaman widuri dan tuba efektif mengendalikan keong mas. Pinang, tembakau, dan daun sembung juga efektif mengendalikan keong. Biji teh merupakan bahan yang paling toksik terhadap keong mas. Mindi dan nimba berperan sebagai moluskisida namun toksik terhadap ikan mas. Saponin dan buah rerak (Sapindicus rarak) dapat mengurangi tingkat serangan keong mas dan efektivitasnya tidak berbeda dengan moluskisida sintetis niklosamida. Saponin yang dipasarkan di Indonesia merupakan ampas dari minyak biji teh yang banyak dipakai oleh pengelola tambak untuk membunuh ikan liar. Minyak biji teh ini mengandung 12% saponin. Kulit biji buah rerak mengandung 12% saponin dan alkaloid. Saponin atau glikosida merupakan metabolit sekunder yang mempunyai sifat beracun bagi hewan berdarah dingin. Saponin tidak beracun pada hewan berdarah panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerak selain efektif terhadap keong mas juga efektif mengendalikan penggerek batang padi kuning. Efektivitas pestisida nabati bergantung pada ukuran keong mas. Penulis:Ivan Tri Wahyudi, SPPenyuluh Pertanian PNS Kecamatan Glumpang BaroKabupaten Pidie