Di dalam usaha tani semangka, hama dan penyakit dapat merupakan kendala penting. Sebab, hal ini ikut menentukan keberhasilan maupun kegagalan budi dayanya. Di daerah tropika, siklus hidup hama dan penyakit terus berlangsung tanpa henti. Sedangkan di daerah subtropika dan daerah dingin, pemasak tanaman ini mengalami masa istirahat pada saat musim dingin. Akibatnya, kerusakan oleh hama dan penyakit akan berlangsung tems sepanjang tahun. Apalagi bila suatu saat kondisi ikiim sangat cocok, maka hama dan penyakit akan tumbuh berkembang secara subur dan cepat Perlu diperhatikan bahwa pestisida yang digunakan dalam pemberantasan hama/ penyakit jangan sampai membunuh lebah yang membantu penyerbukan. Adapun jenis Hama dan pengendaliannya dapat dilihat lebih rinci adalah sebagai berikut : - Kumbang daun kukurbit (Aulacophora similis OSivier, sin. A. femoralis Matschulsky) Kumbang daun kukurbit berwama kuning agak merah jambu, panjangnya ±8 mm. Kumbang ini memakan jaringan epidermis daun dan bunga. Tanaman muda menjadi gundul karenanya, akhimya mati. Sekali bertelur, kumbang ini mampu menghasilkan 60 butir. Telumya diletakkan di celah-celah dahan dekat batang tanaman. Setelah 10 hari, telur menetas. Larvanya berwama putih, memsak akar, buah, atau bagian tanaman yang dekat dengan tanah. Tanaman menjadi layu, akhimya mati. Pengendalian Pemberantasan kumbang ini dilakukan dengan Bayrusil 25 EC (dosis 0,2%), Hostathion 40 EC (dosis 0,3 %), Dursban 20 EC (dosis 0,4 %), atau Tamaron (dosis 0,25 %). - Kutu hijau (Aphis gossyipi Glover) Kutu hijau merupakan serangga yang cukup kecil, berbadan lunak, berwarna hijau kekuningan sampai hijau kecokelatan. Kutu ini mengisap cairan sel dan mengakibatkan daun tergulung kerdil, pertumbuhan cabang tanaman terhambat dan lemah. Kualitas buah, berukuran, rasa serta ketahanan angkut buah menurun. Kutu ini juga menularkan penyakit virus mosaik. Pengendalian Kutu ini diberantas dengan Orthene 75 SP (dosis 0,10 %), Hostathion 40 EC (dosis 0,10-0,15 %) atau Tamaron (dosis 0,10%-0,20%). Sumber : Mochd Baga Kalie, Bertanam Semangka, 1993, Depok