Loading...

Pengendalian Hama Lalat kacang, Hama Penggulung Daun, Anthracnose

Pengendalian Hama Lalat kacang, Hama Penggulung Daun, Anthracnose
Penggunaan pestisida harus memperhatikan jenis, jumlah dan cara penggunaannya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan resurjensi atau resistensi OPT atau dampak lain yang merugikan lingkungan. 1. Lalat kacang (Ophiomyia phaseoli) Ciri-ciri: Lalat dewasa berwarna hitam mengkilat, panjang tubuhnya 1,6-2,16 mm dan lebar 0,7 mm. Lalat bertelur pada pagi hari dengan jumlah telur 100-300 butir per lalat betina dalam waktu seminggu, telur berbentuk lonjong dan tembus cahaya. Larva (jentik) yang menetas berwarna putih transparan, membuat liang gorokan melingkar panjang pada keping biji atau pada daun menuju pangkal daun, tangkai daun, dan masuk kedalam batang mencapai pangkal akar. Ukuran larva dewasa 2,8 mm x 0,5 mm. Umur larva 7-10 hari, dengan siklus hidup 21-28 hari. Pupua berwarna kuning-coklat, berukuran 2, 25mm x 1 mm, dijumpai dipangkal akar (tanaman muda) atau dalam batang (tanaman muda), umur pupa 7-10 hari. Gejala serangan: hama merusak bibit kedelai, terlihat bercak pada keping biji atau daun pertama temat telur diletakkan, setelah telur menetas, larva membuat liang gorok dan berda di dalam batang. Pengendalian: tanam serentak tidak lebih dari 10 hari, perawatan benih dengan insektisida Marshall 25 ST, rotasi/pergiliran tanaman dengan bukan inang lalat bibit, pemasangan mulsa jerami (5-10 ton/ha) untuk lahan yang sebelumnya ditanami padi. 2. Lalat Kacang (Melanogromyza spp.) Ciri-ciri: Lalat dewasan berwarna hitam mengkilat ukuran 2 mm, lalat bertelur siang hari, jumlah telur 94-183 butir. Telur putih berkilauan, diletakkan didalam lubang tusukan, diantara selabut kulit atas dan bawah keping biji dan daun, atau disisipkan dalam jaringan dekat dengan pangkal helai daun, telur menetas setelah 2-3 hari. Jentik berwarna putih bening dan akan kekuning-kuningan saat tua, bentuknya ramping memanjang hingga 3, 75 mm, umur jentik 7-11 hari. Pupa berada dalam kulit pangkal akar, berwarna kekuning-kuningan sampai dengan kecoklat-coklatan, panjang 3 mm, umur pupa 7-13 hari. Siklus hidup 17-26 hari. Gejala serangan: larva (ulat) menggerek batang dan biasanya menyerang tanam an muda (4-6 minggu setelah tanam). Batang tanaman yang digerek menjadi tinggal lapisan kulitnya, pucuk tanaman menjadi layu dan mengering. Pengendalian: (1) perawatan benih dengan insektisida marshall 25 ST, (2) rotasi (pergiliran) tanaman dengan tanaman lain, (3) memotong pucuk yang layu untuk dibakar, (4) penggunaan Atabron 50 EC, Bassa 50 EC, Buldok 25 EC, Curater 36, Ducis 25 EC, yang diberikan berdasarkan ambang kendali 1 lalat dewasa per 5 m baris atau 1 lalat dewasa per 50 rumpun, pada saat tanaman berumur 10-15 hari. 3. Hama Penggulung Daun (Lamprosema indica) Ciri-ciri: Ngengat berwarna cokelat kekuningan, telur diletakkan pada bagian pucuk daun, larva (jentik) berwarna hiaju-terang dan hidup dalam gulungan daun muda, pupa dibentuk dalam gulungan daun yang diletakkan satu sama lain dengan zat perekat yang dihasilkan oleh hama. Gejala serangan: hama merusak tanaman kedelai umur 3-6 minggu, bagian daun digulung dan dimakan sehingga daun menjadi rusak dan tinggal tulang daunnya saja yang tersisa. Pengendalian: (1) tanam serempak tidak lebih dari 10 hari, (2) pergiliran tanaman bukan sefamili, misal menanam padi, (3) pengumpulan ulat untuk dimusnahkan, (4) penggunaan insektisida Matador 25 EC, Meothrin 50 EC, dengan ambang kendali 17-58 ekor ulat per 12 tanaman. 4. Anthracnose (Colletotrichum glycine ) Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam, daun yang paling rendah rontok, polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Pengendalian : (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat; (2) Pencegahan di awal dengan Natural GLIO.Yulia TS Sumber: 1. Dr.Adisarwanto,Budidaya kedelai dengan pemupukan yang efektif dan pengotimalan pe ran bintil akar. Cetakan Ke I Jakarta 2005. 2. Teknik Produksi Dan Pengembanga Kedelai, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian 2007 3. Teknologi Budidaya Kedelai, Balai Besar Pengkajian dan pengembangan Teknologi Pertanian , Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian,2008