Loading...

pengendalian Hama penggerek batang padi

pengendalian Hama penggerek batang padi

                                                             PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI

Pengendalian hama penggerek batang padi (sundep/beluk) dilakukan secara terpadu melalui metode KulturTeknis (pola tanam serempak, rotasi tanaman, sanitasi lahan, tanam serempak), Mekanis (pengumpulan telur, lampu perangkap), Hayati (pemanfaatan musuh alami seperti Trichogramma japonicum, burung), dan Kimiawi (penggunaan insektisida spesifik saat diperlukan), dengan tujuan memutus siklus hidup hama dan melindungi tanaman dari gejala sundep (anakan layu) dan beluk (malai hampa).

1. Kultur Teknis (Pengelolaan Tanaman)

Tanam Serempak: Lakukan penanaman serempak di satu hamparan untuk memutus siklus hidup hama.

Rotasi Tanaman: Ganti dengan tanaman palawija setelah panen untuk memutus sumber makanan penggerek.

Sanitasi Lahan: Bersihkan sisa tanaman (jerami) setelah panen dan lakukan pengolahan tanah, atau rendam sisa tanaman agar larva mati.

Waktu Tanam Tepat: Hindari menanam saat populasi ngengat tinggi (misalnya Desember-Januari), amati penerbangan ngengat atau populasi di tunggul padi sebagai patokan.

2. Pengendalian Mekanis & Fisik

Pengumpulan Telur: Kumpulkan dan musnahkan kelompok telur hama yang ada di persemaian atau daun padi.

Lampu Perangkap: Gunakan lampu perangkap (lampu petromaks/lampu lain dengan larutan air dan minyak/detergen) di malam hari untuk menangkap ngengat dewasa tertarik cahaya.

Penyabitan Rendah & Penggenangan: Saat panen, potong batang serendah mungkin lalu genangi sawah agar sisa jerami busuk dan membunuh larva/pupa.

3. Pengendalian Hayati (Musuh Alami)

Parasitoid: Lepaskan parasitoid telur seperti Trichogramma japonicum sejak awal tanam.

Predator Alami: Manfaatkan predator seperti capung, laba-laba, dan burung yang memangsa hama penggerek.

4. Pengendalian Kimiawi

Insektisida: Gunakan insektisida yang direkomendasikan saat serangan mengkhawatirkan, terutama saat tanaman berusia 2-3 minggu, aplikasikan secara hati-hati karena sulit menembus batang.

Bioinsektisida: Pertimbangkan produk ramah lingkungan berbasis bakteri seperti Beauveria bassiana atau yang bekerja sistemik dan endofitik.

5. Pemantauan

Lakukan pengamatan rutin pada tanaman (gejala sundep/beluk) dan populasi hama (ngengat/telur) untuk menentukan waktu pengendalian yang tepat.

Sumber : pertanian.go.id>items