LATAR BELAKANGPenggerek batang(Ostriniafurnacalis)merupakan salah satu hama utama tanaman jagung yang menjadi momok bagi para petani. Bagaimana tidak, hama utama pada tanaman jagung itu mampu merusak sekaligus menghilangkan potensi hasil yang ada hingga 80%.Tingginya kerusakan hasil yang ditimbulkan tersebut karena titik serangnya bukan hanya pada bagian tertentu saja, namun hampir di semua bagian tanaman jagung bisa menjadi incarannya. Maka gejala serangnya dapat dilihat di bagian daun, batang, bunga dan juga tongkol. Selain itu, hama ini juga menyerang pada semua fase pertumbuhan tanaman jagung.Serangan hama ini dimulai saat tanaman jagung berumur dua minggu, dimana imagonya mulai meletakkan telur pada bagian-bagian tanaman jagung. Puncak peletakan telur itu sendiri terjadi pada stadia pembentukan bunga jantan hingga keluarnya bunga jantan.Yang menarik, ngengat betina hama ini lebih suka meletakkan telur-telurnya di bawah permukaan daun, utamanya pada daun ke-5 hingga daun ke-9. Seekor ngengat betina mampu meletakkan telurnya sebanyak 300 – 500 butir.Jumlah telur yang diletakkan pada daun pun beragam di antara masing-masing kelompok, yaitu berkisar antara 30 hingga 50 butir, bahkan ada yang lebih dari 90 butir. Umur telurnya sendiri berkisar antara 3 hingga 4 hari.Intensitas serangan hama penggerek batang mulai parah tatkala telur-telur tersebut menetas dan berubah menjadi larva. Pada fase inilah tingkat kerusakan dan kehilangan hasil terbesar terjadi. Larva yang berwarna putih itu akan langsung mencari makanan di semua bagian tanaman jagung. Biasanya larva muda akan memakan bagian alur bunga jantan, dan setelah memasuki fase instar, larva yang memiliki umur 17 – 30 hari itu akan mulai menggerek batang jagungDampak serangan larva memiliki ciri khas yg bisa dilihat dengan mata telanjang yaitu:Adanya lubang kecil pada daunAdanya lubang gerekan pada batang,bunga jantan atau pangkal tongkolAkibat gerekan tersebut batang dan bunga jantan menjadi mudah patah,adanya tumpukan bunga jantan dan tongkol jagung yang rusak.PENGENDALLIAN TERPADUUntuk mengendalikan hama penggerek batang diperlukan langkah terpadu yang tepat antara lain:Mengatur Waktu TanamMengatur waktu tanam bisa menjadi salah satu untuk menghindari serangan hama penggerek batang, waktu tanam yang baik adalah pada awal musim hujan, paling lambat 4 minggu sesudah mulai musim hujan.Pola Tanam TumpangsariTumpangsari jagung dengan kedelai atau kacang tanah bisa mengurangi serangan dan kerusakan yang ditimmbulkan hama ini. Pemotongan sebagian bunga jantanYaitu 4 baris dari 6 baris tanaman juga bisa mengurangi serangan karena 40 – 70 % larva berada pada bunga jantan.Pemanfaatan Musuh AlamiBeberapa musuh alami yang bisa digunakan adalah :Parasit Trichogramma spp,yang bisa memarasit telurBakteri Bacillus thuringinsis kurstaki,untuk mengendalikan larvaPredator Euborellia annulate yang mampu memangsa larva dan pupa ostrinia furmacalis guenePengendalian secara kimiaUntuk pengendalian secara kimia bisa menggunakan insektisida berbahan aktif triazofos. “Penyemprotan dilakukan sebelum memasuki masa berbunga, atau sekitar umur 40 hari setelah tanam,”Referensi:pertanian.go.idcomcomPenulis: KOMINAH, SPTanggal Artikel: 16 Mei 2019