Loading...

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BATANG PADA TANAMAN PADI

PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BATANG PADA TANAMAN PADI
Penggerek batang padi merupakan hama utama tanaman padi di indonesia. Hama ini menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan padi mulai dari persemaian hingga menjelang panen. Pada tanaman fase vegetatif larva memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu, kering, mati, dan gejelanya vegetatif disebut sundep. Gejala serangan pada fase generatif menyebabkan malai muncul putih dan hampah yang disebut belut kerugian hasil yang disebabkan setiap panen persen gejala belut berkisar 1-3% atau rata-rata 1,2% kerugian yang besar terjadi bila penerbangan ngengat bersamaan dengan fase tanaman bunting. Cara Pengendalian hama penggerek batang:1. Pengaturan pola tanam. a. dilakukan penanaman serentak, sehingga tersedianya sumber makanan bagi penggerek batang padi dapat dibatasi.b. pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi sehingga dapat memutus siklus hidup hama.c. Pegaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi.2. pengendalian secara fisik dan mekanik:a. cara fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen dan disingkal.b. cara mekanik dapat dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi dipersemaian dan pertanaman.3. pengedalian hayati a. pemamfaatan musuh alami baik parasitoid, predator maupun patiogen.b. konserfasi musuh alami dengan cara menghindari aplikasi insektidsida secara semprotan..4. pengendalian secra kimiawia. penggnaan insektisida butiran di persemaian dengan dosis 6 kg/500m bila dijumpai kelompok telur.b. Apabila diperlukan sebagai alternatif insektisida dapat dilakukan pada saat ditemukan kelompok telur rata-rata 1 kelompok telur/m atau intensitas serangan rata-rata 5%. Berdasarkan populasi ngengat:1. Ambang kendali 1 ekor ngengat yang terpantau pada lampu perangkat (light trap).2. Semprot pada saat 4 hari setelah ada penerbangan ngengat.3. Satu ekor ngengat hidup 5 hari = 5 kelompok telur x 150 ulat = 750 ulat.4. 1 ulat makan 6 tanaman =750x6=4500 tanaman rusak5. Jadi dari satu ekor ngengat bisa merusak 4500 tanaman padi Penulis Siswati Situju SP., M.SiPPL Kel. Mawang Kec. Somba Opu Kab. Gowa