Loading...

pengendalian hama penggerek batang padi

pengendalian hama penggerek batang padi
hama merupakan organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan sehingga berdampak penurunan hasil pertanian. penggerek batang termasuk hama paling penting pada tanaman padi yang sering menimbulkan kerusakan berat dan kehilangan hasil yang tinggi. hama ini dapat merusak tanaman pada semua fase pertumbuhan , baik pada fase persemaian, anakan, maupun fase berbunga. bila serangan ini terjadi pada fase persemaian sampai anakan maka hama ini disebut sundep. dan jika terjadi saat fase berbunga disebut dengan beluk. di lapangan, keberadaan hama ini ditandai dengan adanya keberadaan ngengat ( kupu-kupu) , kemudian terjadi kematian tunas - tunas padi ( sundep ) , seterusnya terjadi kematian malai ( beluk), dan ulat ( larva) penggerek batang . gejala serangan gejala sundep gejala sundep ini muncul pada fase vegetatif pada tanaman padi berumur 21 hst. gejala ini dimulai dengan adanya keberadaan ngengat dengan populasi yang banyak. selama lebih kurang 1 minggu ngengat akan meletakkan telurnya pada batang tanaman padi. sekitar 4-5 hari telur akan menetas, menjadi larva dan pada fase larva inilah larva ngengat akan memakan jaringan tanaman. sehingga titik tumbuh tanaman muda mati, dengan pucuk – pucuk tanaman menjadi kering dan mati karena batang digerek oleh larva. gejala. larva penggerek batang padi ini selalu keluar masuk batang padi. satu ekor larva sampai menjadi ngengat dapat keluar masuk batang padi bisa menghabiskan 6-15 batang padi. gejala beluk gejala ini terjadi pada masa pembungaan dan pembentukan malai ( masa generatif). serangan hama penggerek batang pada fase ini mengakibtakan bulir padi akan hampa karena proses pengisisan bijinya tidak berlangsung sempurna. sedangkan pada fase generatif (beluk) gejala serangan ditandai dengan malai mati dengan bulir hampa dan berwarna putih. dan malai yang terserang mudah dicabut. siklus hidup ngengat hidup pada malam hari dan tertarik pada cahaya lampu. ngengat meletakkan telurnya secara berkelompok terdiri dari 50 – 150 butir dan tiap ngengat betina mampu bertelur sebanyak 100 – 600 butir. pada tanaman muda ngangat lebih suka bertelur pada permukaan daun bagian atas, sedangkan pada tanaman tua ngengat cenderung memilih permukaan daun bagian bawah.kemudian ulat hidup dan menggerek batang padi, hingga jadi pupa. pengendalian hama penggerek batang pengaturan pola tanam - tanam serentak untuk membatasi sumber makanan bagi penggerek batang padi - rotasi tanaman padi dengan tanaman bukan padi untuk memutus siklus hidup hama - pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi yaitu 15 hari setelah puncak penerbangan ngengat generasi pertama atau 15 hari setelah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya. pengendalian secara mekanik dan fisik - fisik yaitu setelah panen penyabitan jerami serendah mungkin dan penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati selama 5-7 hari. - mekanik yaitu mengumpulkan kelompok telur di persemaian dan di pertanaman menggunakan perangkap lampu pengendalian secara kimiawi dilakukan pada saat 4 hari setelah ada penerbangan ngengat atau intensitas serangan rata-rata > 5% sundep. pada pertanaman stadium vegetatif dianjurkan menggunakan insektisida butiran berbahan aktif carbofurant (furadan) atau carbosulfan (marshal) dengan dosis 20 kg insektisida granule/ha. kapan dilakukan penyemprotan , jenis dan cara kerjanya?? waktu yang paling tepat adalah 4-5 hari setelah kita mengetahui adanya kelompok telur penggerek batang. jenis insektisida yang dipakai adalah insektisida dg cara sistemik, dimana insektisida ini akan membutuhkan waktu untuk meresap dalam jaringan tanaman. ketika telur menetas ia akan masuk ke dalam batang dan batang telah mengandung racun sehingga jika dimakan oleh ulat tidak akan memperpanjang kerusakan. ( penulis ;suci tilawati,s.tp/ppl/penyuluh pertanian pertama)