Loading...

Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi dengan Feromon Dollat

Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi dengan Feromon Dollat

Materi Penyuluhan: Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi dengan Feromon Dollat

1.  Pendahuluan: Padi, Sumber Kehidupan Kita

Padi adalah tanaman pangan utama, sumber kehidupan dan ketahanan pangan bangsa. Namun, dalam usaha budidaya padi, kita sering dihadapkan pada berbagai tantangan, salah satunya adalah serangan hama. Hama penggerek batang padi merupakan salah satu hama utama yang dapat menyebabkan kehilangan hasil panen yang signifikan, bahkan gagal panen total jika tidak dikendalikan dengan baik.

2.  Mengenal Hama Penggerek Batang Padi

Penggerek batang padi adalah larva dari ngengat yang menyerang batang padi. Ada beberapa jenis penggerek batang yang umum dijumpai di Indonesia, antara lain:

              Penggerek Batang Padi Kuning (Scirpophaga incertulas)

              Penggerek Batang Padi Putih (Scirpophaga innotata)

              Penggerek Batang Padi Bergaris (Chilo suppressalis)

 

Siklus Hidup Hama Penggerek Batang Padi:

Ngengat dewasa (kupu-kupu) akan meletakkan telur pada daun padi. Telur menetas menjadi larva (ulat) yang kemudian masuk ke dalam batang padi dan memakannya dari dalam. Setelah itu, larva akan menjadi pupa dan akhirnya berubah menjadi ngengat dewasa kembali. Siklus ini terus berulang.

Gejala Serangan:

              Fase Vegetatif (Anakan):

              "Dead Heart" (Pusar Mati) - Sundep: Daun dan anakan padi yang terserang akan layu, menguning, dan mudah dicabut. Bagian tengahnya membusuk. Ini terjadi karena penggerek memotong titik tumbuh tanaman.

              Fase Generatif (Pembungaan/Pengisian Malai):

              "White Head" (Malai Putih/Hampa) - Beluk: Malai padi yang terserang akan berwarna putih, tegak, dan hampa (tidak berisi beras). Serangan terjadi pada pangkal malai sehingga suplai nutrisi terputus.

 

Dampak Kerugian:

Serangan berat dapat menyebabkan kehilangan hasil panen hingga 80%, bahkan 100% jika terjadi pada fase kritis pertumbuhan padi.

 

3.  Feromon Dollat: Solusi Ramah Lingkungan

Apa itu Feromon?

Feromon adalah zat kimia yang dikeluarkan oleh suatu individu untuk memengaruhi perilaku individu lain dari spesies yang sama. Dalam konteks pengendalian hama, feromon seks sering digunakan untuk menarik serangga jantan.

 

Bagaimana Feromon Dollat Bekerja?

Feromon dollat adalah feromon sintetis yang menyerupai feromon seks yang dikeluarkan oleh ngengat betina hama penggerek batang padi. Feromon ini berfungsi untuk menarik ngengat jantan.

Ketika ngengat jantan tertarik dan terperangkap, maka:

1.     Mengurangi Populasi Jantan: Jumlah ngengat jantan di lahan akan berkurang.

2.     Gangguan Perkawinan: Ngengat betina akan kesulitan menemukan pasangan, sehingga proses perkawinan dan produksi telur terhambat.

3.     Penurunan Populasi Hama: Akibatnya, populasi hama penggerek batang padi akan menurun secara signifikan pada generasi berikutnya.

Keunggulan Feromon Dollat:

              Sangat Spesifik: Hanya menargetkan hama penggerek batang padi, tidak membahayakan serangga menguntungkan (predator atau parasit).

              Ramah Lingkungan: Tidak meninggalkan residu berbahaya di tanaman, tanah, atau air. Aman bagi petani, konsumen, dan lingkungan.

              Efektif dan Efisien: Mengurangi populasi hama sejak dini.

              Mudah Digunakan: Pemasangan relatif mudah.

              Sebagai Alat Monitoring: Perangkap juga berfungsi sebagai alat untuk memantau keberadaan dan fluktuasi populasi ngengat.

4.  Cara Penggunaan Feromon Dollat: Langkah-Langkah Praktis

Bahan dan Alat:

              Kapsul Feromon Dollat: Berisi feromon sintetis.

              Perangkap: Umumnya menggunakan perangkap jenis Delta atau perangkap air (bak plastik/ember).

              Tiang Penyangga: Bambu atau kayu untuk menopang perangkap.

              Kawat/Tali: Untuk mengikat perangkap.

              Sabun : untuk perangkap ngengat agar tidak dapat keluar

 

Langkah-Langkah Pemasangan:

1.     Waktu Pemasangan:

              Pasang perangkap 7-10 hari setelah tanam (HST), atau segera setelah gejala serangan awal terlihat, atau saat musim tanam dimulai.

              Pemasangan harus dilakukan secara serentak di satu hamparan.

 

2.     Jumlah Perangkap:

              Idealnya 40 perangkap per hektar, atau setiap 20-25 meter satu perangkap.

              Untuk skala kecil/pemantauan, 1-2 perangkap per 0.5 hektar bisa digunakan.

3.     Jarak Antar Perangkap:

              Berjarak sekitar 20 - 25 meter antara satu perangkap dengan yang lain.

4.     Tinggi Pemasangan:

              Tinggi perangkap sekitar 10-20 cm di atas permukaan tajuk tanaman padi. Sesuaikan ketinggian seiring pertumbuhan tanaman.

5.     Peletakan Kapsul Feromon:

              Buka kemasan feromon (jangan sentuh langsung kapsul dengan tangan kosong untuk menghindari kontaminasi bau).

              Letakkan kapsul feromon pada tempat yang disediakan di perangkap (digantung di atas perangkap air).

6.     Pemeliharaan Perangkap:

              Pembersihan: Bersihkan perangkap secara rutin dari ngengat yang terperangkap, daun, atau kotoran lain agar daya tarik feromon tidak terganggu.

              Penggantian Feromon: Ganti kapsul feromon setiap 4-8 minggu, karena efektivitasnya akan menurun seiring waktu.

              Pencatatan: Catat jumlah ngengat yang terperangkap setiap hari/minggu untuk memantau populasi dan mengambil keputusan pengendalian selanjutnya.

5.  Integrasi Feromon Dollat dalam Pengendalian Hama Terpadu (PHT)

Feromon dollat adalah alat yang sangat baik, namun akan lebih efektif jika digunakan sebagai bagian dari strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). PHT adalah pendekatan yang menggabungkan berbagai metode pengendalian untuk menjaga populasi hama di bawah ambang batas ekonomi, dengan dampak minimal terhadap lingkungan.

 

Metode PHT Lain yang Dapat Dikombinasikan:

              Penggunaan Varietas Tahan Hama: Pilih varietas padi yang memiliki ketahanan terhadap penggerek batang.

              Tanam Serempak: Menanam padi secara bersamaan di satu hamparan dapat memutus siklus hidup hama.

              Sanitasi Lingkungan: Bersihkan sisa-sisa tanaman atau gulma yang dapat menjadi inang atau tempat berlindung hama.

              Pengendalian Hayati: Manfaatkan musuh alami hama (predator seperti laba-laba, kepik, atau parasitoid yang menyerang telur/larva hama).

              Pengamatan Rutin: Lakukan pengamatan berkala di lahan untuk mengetahui keberadaan dan tingkat serangan hama.

              Penggunaan Pestisida Selektif (Pilihan Terakhir): Jika populasi hama sangat tinggi dan metode lain tidak efektif, gunakan pestisida nabati atau pestisida kimia yang selektif dan sesuai dosis, serta pada waktu yang tepat. Selalu baca dan ikuti petunjuk pada label kemasan.

6.  Kesimpulan dan Diskusi

Feromon dollat adalah teknologi sederhana namun sangat efektif dan ramah lingkungan untuk

 

membantu kita mengendalikan hama penggerek batang padi. Dengan mengaplikasikan feromon dollat secara benar dan mengintegrasikannya dengan metode PHT lainnya, kita dapat:

              Mengurangi kehilangan hasil panen.

              Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi.

              Menjaga kelestarian lingkungan pertanian.

Mari kita bersama-sama mencoba dan menerapkan teknologi ini di lahan kita. Salam Pertanian