Pentingnya pengendalian OPT Pengendalian hama putih palsu pada tanaman padi dapat dilakukan melalui beberapa cara, mulai dari metode pencegahan seperti membersihkan gulma dan mengatur pemupukan, hingga pengendalian mekanis seperti perangkap lampu dan pemanenan langsung ulatnya. Jika serangan parah, gunakan insektisida berbahan aktif fipronil atau karbofuran, dan untuk solusi yang lebih ramah lingkungan bisa menggunakan insektisida nabati seperti minyak nimba atau produk biopestisida.
Pengendalian pencegahan dan mekanis
· Bersihkan gulma: Singkirkan gulma dan sisa tanaman di sekitar sawah karena dapat menjadi tempat persembunyian hama.
· Atur pemupukan: Hindari pemupukan nitrogen (Urea) yang berlebihan. Pastikan pengelolaan air dan pupuk yang baik agar tanaman tumbuh kuat dan tahan terhadap serangan.
· Pengeringan: Lakukan pengeringan sawah untuk mengurangi kelembaban udara di sekitar tanaman.
· Pemasangan lampu perangkap: Pasang lampu perangkap untuk menarik ngengat agar tidak bertelur di tanaman padi.
· Pengamatan dan pemanenan manual: Amati lahan secara rutin. Jika ditemukan larva, segera bunuh secara manual.
· Bongkar dan bakar: Bakar tunggul jerami sisa panen untuk membasmi hama yang mungkin bersembunyi di dalamnya.
Pengendalian kimiawi dan biologis
· Insektisida kimia: Jika serangan parah (lebih dari 50% daun bendera atau 45% pada tanaman tua) dan tidak dapat dikendalikan secara mekanis, aplikasikan insektisida berbahan aktif fipronil atau karbofuran. Insektisida lain yang efektif antara lain dimehipo dan emamektin benzoate.
· Insektisida nabati: Gunakan minyak nimba yang dapat mengganggu pertumbuhan dan aktivitas hama.
· Biopestisida: Gunakan biopestisida seperti BT-PLUS untuk pengendalian yang lebih ramah lingkungan.
Catatan: Tidak perlu menggunakan insektisida jika serangan terjadi pada tanaman padi di bawah umur 30 hari setelah tanam (HST), karena tanaman dapat pulih dengan pengelolaan air dan pupuk yang baik