PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) PHT adalah : Konsepsi pengendalian OPT dengan pendekatan ekologi seperti biologi dan ekologi hama dan penyakit. Multidisiplin / tidak hanya satu bidang ilmu untuk mengelola hama dan penyakit tanaman Beragam taktik pengendalian yang kompatibel dalam suau kesatuan koordinasi pengelolaan (dapat dipadukan) MENGAPA HARUS PHT Kegagalan pengendalian hama dan penyakit Kesadaran akan keamanan pangan Kebijakan Pemerintah TAKTIK PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT Pengurangan kesesuaian ekosistem (sanitasi, penghancuran inang, pengolahan tanah, dan pengelolaan air) Gangguan kontinyunitas penyediaan keperluan hidup hama (pergiliran tanaman, pemberoan lahan, penanaman serentak, penetapan jarak tanam, lokasi tanaman, memutus sinkronisasi hama dan tanaman, menghalangi peletakan telur. Pengalihan populasi hama menjauhi pertanaman ( tanaman perangkap ) Pengendalian fisik : penggunaan lampu perangkap dan penghalang Pengendalian mekanik : Nguler, gropyokan, pengusiran. Pengendalian hayati : parasitoid, predator, dan patogen Pengendalian kimia dan nabati Pengendalian dengan Peratuaran/ Undang-Undang (Karantina Tumbuhan) PRINSIP – PRINSIP PHT Budidaya tanaman sehat Pemanfaatan musuh alami Pengamatan Rutin Petani sebagai Ahli PHT melalui pelatihan seperti Sekolah Lapang Sistemmanajemenhamaterpadudibuatberdasarkanenamkomponendasar: Jumlahhama yang dapatditerima (acceptable pest levels) Manajemenhamaterpadumenekankanpada pengendalian, bukan pemusnahan karenamemusnahkanseratuspersenpopulasihamaadalahtidakmungkindandapatmembahayakansecaralingkungandanfinansial. Manajemenhamaterpadumenetapkanbatasanjumlahhamapada level yang tidakmerugikansecaraekonomi. Batasaninispesifikberdasarkanjenishamadanlokasinya. Misalhamabelalangdiizinkanberada di lahan tembakau karenabelalangmemakan gulmayangtumbuh di antaratanamantembakautetapitidakbanyakmemakandauntembakau. Pemusnahansecarabesar-besaranberartimelakukanseleksiterhadaphama yang tahanterhadappestisidadan yang tidak. Hama yang tahanterhadappestisidaakanberkembangbiakdengancepatkarenatidakharusberkompetisidenganhamalainnya (yang sudahmatikarenatidaktahandenganpestisida). Populasihamaberikutnyaakanlebihtahanterhadappestisida. Pendekatanprinsippencegahan Memilihvarietas yang tahanhamadanmempertahankankesehatantanamanadalahpendekatan yang harusdilakukanpertama kali dalammencegahkedatanganhama, diikutidengan karantina dan sanitasi (misalmembuangtanaman yang sakit). Mikrobatanah yang bermanfaatharustersediasehinggadapatmencegahpertumbuhanpenyakitakardanpenyakit yang bersumberdaritanah, danmengurangipenggunaan fungisida. Pemantauan Pemantauanberkaladiperlukanpadamanajemenhamaterpadu. Pemantauandilakukandenganduatahap, yaituinspeksidanidentifikasi.[8] Pemantauansecara visual, jebakansporadanserangga, danmetodepengukuranlainnyadilakukanuntukmemantaujumlahhama. Pencatatandiperlukanuntukmemantauperilakuperkembanganpopulasihama. Berbagaiseranggatelahmemilikidokumentasipermodelansiklushidupnya. Pengendalianmekanis Ketikahamatelahmencapai level yang melebihibatas, metodepengendaliansecaramekanisadalahpilihanutama yang harusdilakukan. Pengendalianmekanismencakuppemungutanhamadengantangan, menggunakanpelindung, jebakan, vakum, dan pembajakan tanah. Pengendalianhamabiologis Secaraalamihamamemiliki predator danparasit yang dapatdigunakanuntukmengendalikanhamadengandampaklingkungan yang minimum. Insektisidabiologis yang berasaldarimikroorganisme (misal Bacillus thuringiensis) jugadapatdigunakan. Solikhin PPL BPP Ngampel Sumber :www.litbang.pertanian.go.id Wikipedia. 2019. Manajemen Hama Terpadu. Dalam : https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_hama_terpadu(diaksestanggal : 8 Juli 2019)