Keberadaan hewan tikus acap kali sering menimbulkan berbagai permasalahan baik di lingkungan rumah terlebih lagi pada lingkungan lahan pertanaman, ganguan dari hal yang kecil seperti suara gaduh yang ditimbulkan di atap rumah, rusaknya barang akibat gigitan, sampai berkembangnya berbagai jenis penyakit seperti Pess yang salah satu vektornya adalah tikus, sedangkan ganguan di lahan pertanaman dapat berupa rusaknya fisik tanaman sampai hilangnya kesempatan untuk memanen hasil produksi tanaman, hal tersebut jelas akan sangat merugikan kaum petani, keberadaan hama tikus dalam jumlah yang banyak dan menimbulkan serangan yang merugikan itulah yang kemudian tikus dimasukan kedalam jajaran hama tanaman yang paling ditakuti petani.Petani memerlukan siasat dan strategi demi untuk mengendalikan dan mengurangi dampak serangan hama tikus yang dalam nama latin disebut Rattus rattus, karena selain merupakan hewan yang relatif cerdik dan sensitif tikus juga merupakan salah satu hewan yang dapat berkembang biak secara cepat. Berikut adalah beberapa kelebihan hama tikus yang patut dicermati ;1. Tikus berkembang biak secara cepat, dari sepasang tikus dewasa dapat menghasilkan kurang lebih 1024 ekor tikus/ tahun.2. Tikus menyerang hampir disemua tahapan tumbuh tanaman.3. Termasuk hewan yang sensitif dan cermat.4. Daya rusak yang tinggi terhadap tanaman.5. Termasuk golongan hewan nocturnal atau aktivitas lebih banyak di malam hari.6. Menyukai tempat berbelukar dan lorong.Setelah mencermati beberapa kelebihan hama tikus, barulah kita dapat mensiasati dan melakukan tindakan pengendaliannya, berikut adalah berbagai alternatif cara yang dapat ditempuh ;1. Tindakan pra tanama. Petani melakukan olah tanah secara serempak.b. Melakukan sanitasi lingkungan perairan dan lahan secara serempak .c. Melakukan gropyokan secara mekanik ( pencarian sarang dan pengendalian ).d. Pemasangan TBS ( Trap Barrier System ) adalah serupa jebakan/ tanaman perangkap yang ditanam sebelum tanaman inti siap tanam, yang lokasinya telah ditentukan dan dimodifikasi sehingga menjadi sebuah jebakan tikus skala besare. Pemagaran persemaian f. Pengumpanan racun tikus.2. Tindakan pasca tanama. Tanam serempak dengan keseragaman varietas.b. Memanfaatkan predator alami seperti Burung Hantu ( jenis Tyto Alba ) yang terbukti efektif mengendalikan populasi hama tikus ( pembuatan Rmah Burung Hantu satu titik pada tiap area 5 Ha lahan ) sebaiknya Rubuha sesegera mungkin didirikan menjelang musim penghujan sebagai penyedia tempat singgah bagi burung hantu liar mengingat burung hantu tidak dapat membuat sarang sendiri.c. Penggunaan pestida nabati pencegah datangnya hama tikus, dengan pemanfaatan bahan nabati yang memliki aroma tajam/ menyengat ( Jengkol, durian, bengle,serai wangi, pala, kapolaga dll ) sebagai tindakan pengusiran terhadap tikus, karena tikus cenderung menghidandari aroma berbau tajam yang dapat mempengaruhi indera penciumannya.d. Penggunaan bahan nabati pengengendali/ pembunuh, dengan memanfaatkan ketela pohon berkulit yang direbus dengan air kelapa muda kemudian hasil rebusan berfungsi sebagai umpan yang mengandung sianida, dapat pula dengan memanfaatkan campuran buah pepaya tua berkulit dengan sari buah kecubung yang dicampur pada dedak dan disebar sebagai umpan dll.e. Penggunaan bahan nabati untuk memandulkan tikus dewasa, dengan memanfaatkan campuran parutan gadung dan buah nenas tua kemudian diuleni pada tepung terigu dan dijadikan umpan.f. Penggunaan Rodentisida sebagai alternatif terakhir.g. Gropyokan dan pengomposan serempak minimal 3 kali semusim tanam untuk daerah yang endemik hama tikus.Dari keseluruhan siasat dan strategi tata cara pengendalian hama tikus yang diterangkan tersebut dapat dilakukan secara partial maupun keseluruhan tergantung tingkat serangan hama tikus, semakin berat tingkat serangan hama tikus pada suatu wilayah tentunya harus semakin intensif pula cara pengendalian yang dilakukan, akan tetapi sebisa mungkin tentu harus dengan cara yang bijaksana, setidaknya dilakukan dengan cara yang seminimal mungkin mengganggu kelestarian agroekosistem pada suatu wilayah, dan yang lebih utama ialah KEBERSEDIAN KITA/ KAUM PETANI UNTUK BERSATU, CEPAT TANGGAP, BEKERJA SAMA DAN LEBIH MEMENTINGKAN KEPENTINGAN KELOMPOKNYA sehingga pengendalian hama tikus dapat berjalan sesuai harapan, semoga menjadi petani yang sukses !.( Penulis INDRA MULYA K, THL TBPP BP3K Kalibagor )