Hama tikus merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada budidaya padi sawah yang berpotensi menimbulkan kerugian hasil. Di Kecamatan Pamulihan, meningkatnya laporan serangan tikus dari beberapa desa menunjukkan bahwa populasi hama ini telah berkembang cukup tinggi dan perlu segera dikendalikan secara terpadu.
Sebagai tindak lanjut, dilaksanakan gerakan pengendalian hama tikus secara bersama-sama di beberapa hamparan sawah. Pengendalian dilakukan dengan metode pengemposan sarang tikus menggunakan belerang yang dialirkan ke dalam liang aktif melalui alat semawar berbahan bakar gas LPG. Metode ini bertujuan menekan populasi tikus secara langsung pada sarang-sarang aktif.
Pengemposan dipilih karena relatif efektif diterapkan pada kondisi serangan yang sudah cukup masif dan dapat dilakukan secara gotong royong oleh petani. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya pengendalian yang dilakukan secara serempak agar hasilnya lebih optimal dan tidak bersifat parsial.
Melalui kegiatan ini, petani dan kelompok tani diharapkan mampu melakukan pengendalian hama tikus secara rutin dan berkelanjutan, sehingga ancaman kerusakan tanaman dapat ditekan dan produktivitas padi sawah tetap terjaga.