Loading...

PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN MEMBERDAYAKAN BURUNG HANTU DI KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS

PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN MEMBERDAYAKAN BURUNG HANTU   DI KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS
PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN MEMBERDAYAKAN BURUNG HANTU DI KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS BurungHantu ( Tyto Alba ) Adalah binatang malam yang habitat aslinya di hutan Memiliki ciri khas suaranya sraak-aok sraak-aok Tingginya sekitar 30 cm dengan berat badan 700 s/d 1000 gram, bentang sayapnya sekitar 60 cm, matanya besar dan mengarah ke depan, pada bagian dada warnanya coklat muda kekuning-kuningan, pada bagian perut warnanya putih dengan bintik-bintik hitam Burung Hantu jantan wajah lonjong. Lebih kecil tapi suaranya nyaring. Yang betina wajahnya agak bulat, lebih gemuk, suarane kurang nyaring dan lebih galak Seekor burung hantu betina bisa bertelur 3 - 4 butir, setahun bisa bertelur 3 kali, tergantung cadangan makanan (populasi tikus), burung hantu jantan mempunyai sifat pekerja keras mencari makan, terutama saat betinanya lagi mengeram Burung hantu 99 % makanan tikus, setiap malam dapat makan tikus 10 sampai 15 ekor (yang dimakan hanya jeroane saja), namun demikian kemauan membunuh tikus masih cukup tinggi Burung hantu mampu mendeteksi tikus sejauh 500 m, mampu mendengarkan suara gerakan gerombolan tikus sejauh 2 km. sepasang burung hantu mampu mengawasi lahan sawah sekitar 5 - 10 ha dan daya jelajah mencari makanan sampai 12 km, selalu berburu tikus setiap malam tidak peduli musim penghujan atau kemarau Pengganggu utama adalah manusia, mangkanya setelah burung hantu diberdayakan perlu keberadaanya dijaga bersama, dengan membuat keputusan musyawarah kelompok tani setempat yang isinya menjaga dan melindungi keberadaan burung hantu dan melarang berburu burung hantu, serta memberi sangsi tegas apabila ada yang berburu Prinsip pengendalian hama tikus dengan memberdayakan burung hantu adalah mengaktifkan kembali rantai makanan yang selama ini terputus, selama ini hewan-hewan pemangsa tikus ditangkapi, diburu sehingga tikus berkembangbiak tidak terkendali, merajalela dan sulit dikendalikan Burung hantu termasuk hewan yang tidak bisa membuat rumah sendiri, maka kita perlu memfasilitasi membuatkan rumah burung hantu, bentuknya seperti pagupon merpati Ukuranya panjang 60 cm, lebar 60 cm, tinggi 50 cm, diberi lubang masuk 15 x 20 cm, atapnya diberi karet plastik talang agar awet dan tidak bocor saat hujan Dipasang dengan tiang bambu tingginya 6 - 7 m dengan lubang masuk menghadap ke selatan agar tidak kena langsung sinar matahari, di tempatkan di sawah yang sunyi jauh dari keramean, agar burung hantu nyaman dan betah menetap Kalau rumah burung hantu sudah dipasang di tengah sawah, nanti burung hantun akan datang sendiri dan menempat disana berkembangbiak Di Kecamatan Sumpiuh yang sudah memasang rumah burung hantu antara lain : kelompok tani Makmur Desa Bogangin ketuanya Bapak Kyai Sahal memasang dua, kelompok tani Jati Makmur Kelurahan Sumpiuh ketuanya mantan Seklur Sumpiuh Bapak Ahmadi Slamet memasang dua, kelompok tani Sekar Tanjung Selanegara ketuanya Bapak Bau Waris Martoyo memasang satu, kelompok tani silaban ketuanya Bapak Sutarjo memasang satu dan kelompok tani Ngudi Tuwuh grumbul Simelik ketuanya Bapak Sartono memasang satu Mudah-mudahan Pengendalian Hama Tikus dengan Memberdayakan Burung Hantu dapat dikembangkan khususnya di Kecamatan Sumpiuh, umumnya di Kabupaten Banyumas ( By. Syaefudin Arief PP Kec. Sumpiuh Kabupaten Banyumas )