Loading...

PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA PADI SAWAH

PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA PADI SAWAH
Tikus sawah hama yang relatif sulit dikendalikan. Perkembangbiakan Hama tikus yang cepat serta daya rusak pada tanaman yang cukup tinggi menyebabkan hama tikus selalu menjadi ancaman pada setiap pertanaman. Kerusakan tanaman yang di akibat serangan tikus sangat besar, karena menyerang tanaman sejak di pertanaman hingga menjelang panen. Berkaitan dengan hal tersebut, maka upaya pengendalian untuk menekan populasi tikus harus dilakukan terus menerus mulai dari saat pratanam hingga menjelang panen dengan menggunakan berbagai teknik secara terpadu. Peran serta dan kerjasama masyarakat / kelompok tani, penentu kebijakan dan tokoh masyarakat juga diperlukan selama proses pengendalian hama tikus. Karakteristik Hama Tikus Tikus sawah menyerang tanaman padi dengan cara memotong atau mencabut tanaman yang baru ditanam. Pada tahap anakan aktif padi atau fase pematangan, tikus memotong bibit muda dan memakan tunas padi yang sedang berkembang. Tikus tidak menyukai tempat yang luas dan terbuka karena lebih rentan terhadap serangan predator. Tikus sawah sangat sensitif terhadap gangguan manusia sehingga jarang ditemukan di sekitar perumahan. Tikus biasanya bersembunyi dan menggali lubang di daerah rerumputan dekat saluran irigasi utama, di kebun desa, dan di daerah non-tanaman lainnya yang tertutup. Pada masa lahan diberakan, tikus hidup di saluran utama dan kebun desa. Pada fase anakan, 75% waktu tikus berada di liang persembunyiannya di sepanjang tepian sawah, dan fase setelah anakan maksimum 65% dari waktu tikus berada di sawah. Tikus mencari makan di sawah pada malam hari dengan aktivitas tinggi pada saat senja dan subuh. Pada siang hari tikus dapat ditemukan di antara vegetasi, gulma, atau ladang dengan tanaman pada fase pematangan. Serangan tikus pada fase generatif menimbulkan kerusakan yang paling parah karena pada fase ini tanaman padi tidak mampu membentuk anakan baru. Serangan tikus ditandai dengan adanya kerusakan tanaman di tengah petakan sawah. Kerusakan ini akan meluas ke arah pinggir dan menyisakan beberapa baris tanaman padi di pinggir petakan. Seekor tikus betina yang berkembang biak di awal musim dapat menghasilkan sebanyak 120 tikus yang memakan tanaman terakhir sampai matang. Menangkap satu ekor tikus betina sebelum ia berkembang biak, sama dengan mengurangi potensi serangan 35 ekor tikus pada saat tanaman berada dalam fase pematangan. Bagaimana Mengidentifikasi Hama Tikus Gejala serangan hama tikus dapat ditandai dengan gejala berikut: Kerusakan pada batang padi. Batang padi yang rusak karena dimakan tikus sawah terlihat menyerupai kerusakan serangga. Namun kerusakannya dapat dibedakan dengan pemotongan bersih pada 45° anakan. Hilangnya benih yang berkecambah. Kerusakannya mirip dengan kerusakan yang disebabkan oleh burung. Untuk memastikannya, periksa area berlumpur di sekitar tempat kerusakan apakah ada jalur lari tikus, liang aktif, dan jejak tikus sawah. Terjadinya penundaan kematangan benih. Terlihat adanya biji-bijian dan malai yang hilang. Tindakan Pengendalian Hama Tikus Pengendalian hama tikus memerlukan peran aktif dan kerjasama petani/kelompok tani serta tokoh masyarakat dan harus dilakukan terus menerus mulai dari saat pratanam hingga menjelang panen dengan menggunakan berbagai teknik secara terpadu. Pengelolaan hama tikus penting dilakukan sebelum periode siklus perkembangbiakannya. Penanaman padi secara serempak merupakan salah satu cara efektif mencegah ledakan serangan tikus. Penanaman antar petakan sawah yang berdekatan dengan jarak waktu dua minggu berarti memperpanjang musim kawin tikus, karena tikus akan pindah ke tanaman yang baru ditanam dan akan berkembang biak sehingga akan mengakibatkan ledakan jumlah populasi. Tindakan yang dilakukan untuk pencegahan serangan hama tikus antara lain: Gropyokan Pengendalian dengan peralatan lengkap (pemukul, emposan, jaring dan sebagainya) yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat yang terkoordinir dan terencana dalam satu hamparan pertanaman yang luas Pengumpanan Pengumpanan racun tikus dengan rodentisida akut atau antikoagulan yang dicampur gabah atau beras kemudian diletakkan pada lalulintas tikus. Pemasangan Jaring Jaring dipasang pada salah satu sisi hamparan sawah, kemudian di sisi lain secara bersama-sama dilakukan penggiringan tikus dan di tepi jaring beberapa orang menunggu dengan alat pemukul. Penggenangan Penggenangan lobang-lobang tikus dilakukan pada saat menjelang pembuatan persemaian. Sanitasi Membersihkan semak belukar/gulma, membongkar lobang tikus dan perbaikan pematang. Pengendalian Hayati Pengendalian menggunakan musuh alami seperti kucing, anjing dan burung hantu. Pengaturan Pola Tanam Pengaturan pola tanam yaitu dilakukan rotasi antara padi dan palawija dan pengaturan pola tanam secara serempak. Sumber: Pest Management: How to control rice field rats, Rice Knowledge Banks, IRRI Pengendalian Hama Tikus di Lahan Sawah, 2018. Penulis: Ricky Feryadi, Penyuluh Pertanian Pusat