Pengendalian hama adalah upaya yang dilakukan untuk menekan besarnya populasi OPT sampai batas tidak menimbulkan kerusakan pada tanaman dan berdampak kerugian bagi petani dan juga untuk mempertahankan tingkat produktivitas dan meningkatkan kualitas produksi. Untuk itu perlu dilakukan usaha pengendalian dengan menggunakan beberapa cara, yaitu : Secara fisik yaitu langsung menangkap OPT kemudian memusnahkannya Secara biologis yaitu menggunakan musuh-musuh alami yang dapat membunuh OPT atau memperlambat perkembangan OPT. Secara teknis yakni dengan pengaturan pola tanam, dan memusnahkan tanaman yang sakit (eradikasi) dengan cara mencabut dan membakat tanaman yang sakit. Secara kimiawi yaitu pengendalian OPT dengan menggunakan zat kimia seperti insektisida, fungisida , akarasida, bakterisida dan herbisida. Cara pengendalian hama dengan penggunaan praktek agronomi. Penggunaan Varietas resisten dari tanaman Rotasi tanaman. ` Penghancuran tanaman yang tidak berguna Pembajakan /pengolahan tanah dengan baik Keseragaman waktu tanam atau waktu panen Pemupukan Sanitasi Pengelolaan air Cara pengendalian hama dengan mekanik Penghancuran dengan tangan Pencegahan dengan tirai atau pembatas Perangkap, alat penghisap. Cara pengendalian hama dengan fisik Temperatur panas atau dingin Kelembaban Energi, perangkap lampu . Suara Cara pengendalian hama dengan biologi Perlindungan dan pemantapan musuh alami Introduksi, pemanfaatan parasit dan predator. Perbanyakan dan penyebaran patogen (bakteri, virus, fungi dan protozoa). Cara pengendalian hama dengan kimiawi Bahan penarik (attractants) Bahan penolak (repellents) Pestisida (insektisida, fungisida, bakterisida, herbisida dll). Bahan penghambat pertumbuhan. (BPPbukitkerman ... admin_kerinci) Penulis : Lily Rokhmadiani, S.TP/Penyuluh Pertanian Muda