Loading...

PENGENDALIAN HAMA WALANG SANGIT

PENGENDALIAN HAMA WALANG SANGIT
Walang Sangit (Leptocorisa oratorius) adalah hama tanaman padi, terutama ketika padi sudah mulai berisi cairan seperti susu, karena pada waktu itulah walang sangit menghisap cairan tersebut. Hama ini menyerang tanaman padi setelah mulai berisi dengan cara menghisap cairan bulir padi, menyebabkan bulir padi menjadi hampa atau pengisiannya tidak sempurna. Kualitas gabah (beras) sangat dipengaruhi serangan walang sangit menyebabkan terjadinya Grain dis-coloration. Serangan walang sangit disamping secara langsung menurunkan hasil, secara tidak langsung juga sangat menurunkan kualitas gabah. Serangan satu ekor walang sangit per malai dalam satu minggu dapat menurunkan hasil 27%. Bioekologi Hama : Telur, telur berbentuk oval dan pipih berwarna coklat kehitaman, diletakan satu persatu dalam 1-2 baris sebanyak 12-16 butir. Lama periode bertelur 57 hari dengan total produksi terlur per induk ± 200 butir. Lama stadia telur 7 hari. Nimfa, terdapat lima instar nimfa yang total lamanya ± 19 hari. Nimfa setelah menetas bergerak ke malai mencari bulir padi yang masih stadia masak susu, bulir yang sudah keras tidak disukai. Nimfa- dan dewasa pada siang hari yang panas bersembunyi di bawah kanopi tanaman. Imago, dewasa walang sangit meletakan telur pada bagian atas daun tanaman. Pada tanaman padi daun bendera lebih disukai. Serangga dewasa pada pagi hari aktif terbang dari rumpun ke rumpun sedangkan penerbangan yang relatif jauh terjadi pada sore atau malam hari. Pada masa tidak ada padi atau padi masih stadia vegetatif, dewasa walang sangit bertahan hidup/berlindung pada barbagai tanaman yang terdapat di sekitar sawah. Pengendalian Hama : Tanam serempak dalam satu hamparan sangat dianjurkan. Setelah ada tanaman padi berbunga walang sangit akan segera pindah dari rumput-rumputan sekitar sawah ke pertanaman padi yang pertama kali berbunga. Jika pertanaman tidak serempak pertanaman yang berbunga paling awal akan diserang lebih. Pertanaman yang paling lambat akan mendapatkan serangan yang relatif lebih berat karena walang sangit sudah berkembang biak pada pertanaman yang berbunga lebih dahulu. Dianjurkan beda tanam dalam satu hamparan tidak lebih dari 2,5 bulan. Plot-plot kecil ditanam lebih awal dari pertanaman sekitarnya dapat digunakan sebagai tanaman perangkap. Setelah tanaman perangkap berbunga walang sangit akan tertarik pada plot tanaman perangkap dan dilakukan pemberantasan sehingga pertanaman utama relatif berkurang populasi walang sangitnya. Gulma berupa rerumputan yang ada di areal persawahan padi perlu dimusnahkan dan dibersihkan agar tidak menjadi sarang perkembang-biakan walang sangit. Jika dibersihkan sejak sebelum masa tanam hingga masa panen, maka walang sangit tidak akan memiliki kesempatan untuk berkembang biak. Pengendalian dapat dilakukan dengan parasitoid. Parasitoid yang dapat dimanfaatkan yaitu O. malayensis, Pengendalian dapat menggunakan agensia hayati, yaitu jamur Beauviria sp dan Metharizium sp. Kedua jamur ini dapat melawan serangan walang sangit dengan cara membentuk lapisan jamur di anggota tubuh serangga yang menyebabkan kematian. Walang sangit tertarik senyawa (bebauan) yang dikandung tanaman Lycopodium sp. dan Ceratophylum sp. Bau bangkai binatang terutama bangkai kepiting efektif untuk menarik walang sangit supaya berkumpul di satu tempat untuk memudahkan aplikasi insektisida. Kandungan daun sirsak mengandung senyawa acetoginin, antara lain asimisin, bulatacin dan squamosin. Pada konsentrasi tinggi, senyawa acetogenin memiliki keistimewan sebagai anti feedent. Dalam hal ini, serangga hama tidak lagi bergairah untuk melahap bagian tanaman yang disukainya, sedangkan pada konsentrasi rendah, bersifat racun perut yang bisa mengakibatkan serangga hama mati. Cara pembuatannya cukup mudah. Ambil 50 lembar daun sirsak lalu dilumatkan bersama 1 ons tembakau, rendam dengan satu liter air selama 24 jam. Air rendaman diperas dan disaring, kemudian dilarutkan hingga volumenya kurang lebih 30 liter. Aplikasikan ke lahan. Langkah terakhir dalam pengendalian walang sangit dengan insektisida kimiawi. Hal ini bisa dilakukan jika populasi walang sangit sudah tidak terkendali hingga mencapai 6 ekor per meter persegi. Sebaiknya penyemprotan dilakukan pada pagi dan sore ketika walang sangit aktif. Penyemprotan bisa diambil jika masa perkembangan padi sudah memasuki masa stadia berbunga dan stadia masak susu. Di pasaran, bahan insektisida kimia sangat beragam, di antaranya propoksur, metolkarb, MIPC, fipronil ataupun BPMC. Tidak disarankan memakai insektisida karbofuran karena bisa berdampak buruk pada lingkungan. Disusun oleh :Ni Nyoman Ayu Trisna Kartika, SP (PP Muda) dan Marcella Wayan K.R., SP (PP Muda)