Loading...

Pengendalian Hama Walang Sangit (leptcorisa Oratorius) Pada Tanaman Padi Sawah

Pengendalian Hama Walang Sangit   (leptcorisa Oratorius) Pada Tanaman Padi Sawah
Walang sangit merusak hampir semua jenis tanaman. Dari berbagai jenis tanaman yang dapat dirusak oleh walang sangit, tanaman yang paling disukai serangga hama ini adalah tanaman padi. Walang sangit (Leptcorisa oratorius) akan mengeluarkan bau yang khas dan menyengat ketika ia sedang dalam bahaya. Bau khasnya itu merupakan bentuk dari pertahanan diri dari ancaman predator (pemangsa). Walang sangit dewasa bertahan hidup sekitar 2-3 bulan, walang sangit betina mampu menghasilkan telur berwarna merah kecoklatan sebanyak 200-300 butir, telur tersebut diletakkan berkelompok dipermukaan atas daun dekat tulang utama malai. Setelah 5-8 hari telur akan menetas menjadi nimfa. Nimfa akan menjadi serangga dewasa sesudah 17-27 hari. Walang sangit biasanya menyerang tanaman padi ketika sedang memasuki fase generatif (pembungaan) sampai fase matang susu. Kerusakan oleh walang sangit menyebabkan petani kehilangan hasil panen antara 50% hingga 80%. Walang sangit menyerang dengan cara menghisap cairan tangkai bunga dan bulir padi pada fase pengisian bulir dan pemasakan bulir. Hal ini menyebabkan pengisian bulir padi menjadi tidak sempurna dan menyebabkan bulir padi hampa. Tanaman padi yang terserang hama walang sangit akan menghasilkan beras dengan kualitas yang buruk, beras yang dihasilkan akan berubah warna kekuningan dan mengapur sehingga daya jualnya akan rendah. Berikut adalah beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama walang sangit: Sanitasi rumput Walang sangit mempunyai inang yang cukup banyak berupa tanaman rumput-rumputan. Untuk itu sebelum musim tanam sampai selesai panen harus dilakukan pembersihan terhadap tanaman rumput-rumputan, sehingga tidak ada tanaman inang alternatif yang dapat digunakan untuk bertahan hidup sebelum menyerang tanaman padi. Pola tanam serempak Dalam satu hamparan padi yang luas, sebaiknya padi ditanam secara serempak sehingga perkembangan hama walang sangit bisa diminimalisir. Selisih waktu tanam dalam satu hamparan tidak boleh lebih dari 2,5 bulan. Penggunaan perangkap Pada dasarnya walang sangit sangat tertarik pada bau yang menyengat. Penggunaan bangkai keong mas/bekicot atau kepiting di tiap pematang sawah dapat digunakan sebagai alternatif untuk pengendalian walang sangit. Keong mas dan kepiting cukup di tumbuk dari cangkangnya kemudian diletakkan di atas bambu yang sebelumnya di tancapkan ditiap pematang. Bangkai keong dan kepiting dibiarkan membusuk hingga memancing walang sangit mendekat dan berkumpul. Setelah terkumpul, walang sangit lalu dimusnahkan. Pengendalian secara biologi Langkah berikutnya untuk mengendalikan hama walang sangit adalah memakai jamur atau parasitoid. Jamur yang dimanfaatkan adalah Beauviria bassiana dan Metharizum sp. Kedua jamur ini dapat melawan serangan walang sangit dengan cara membentuk lapisan jamur di bagian tubuh walang sangit dan menyebabkan kematian walang sangit. Pengendalian secara kimia Cara pengendalian dengan bahan kimia terlebih dahulu harus dipastikan apakah hama walang sangit masih diambang ekonomi atau tidak, jika sudah melewati ambang ekonomi yakni 6 ekor/meter persegi sebaiknya dilakukan pengendalian dengan penyemprotan. Bahan aktif pestisida yang cocok untuk hama walang sangit adalah MIPC, BPMC dan Fipronil. Penyemprotan dilakukan pada pada sore atau pagi hari dan saat tanaman padi berada pada fase matang susu. Tidak disarankan memakai insektisida karbofuran, karena bisa berdampak buruk pada lingkungan. Dengen memperhatikan ambang ekonomi saat petani akan mengendalikan hama walang sangit, diharapkan pengendalian tepat sasran serta memperhatikan lingkungan. Oleh :Eka Retna Wati,A.Md. Penyuluh Pertanian Pertama DINPPKP Kab.Purworejo